Markus 12 : 28–31
12:28. Lalu seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan orang-orang Saduki
bersoal jawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada orang-orang
itu, datang kepada-Nya dan bertanya: "Hukum manakah yang paling utama?"
12:29 Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel,
Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.
12:30 Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu
dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.
12:31 Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu
sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini."
Mengapa TUHAN menginginkan orang percaya berjiwa musafir? Itu agar mereka
mengasihi TUHAN lebih dari segala hal. Inilah yang terutama dalam hidup
Kekristenan (ay. 30). Patut dipahami bahwa TUHAN tidak mau memaksa seseorang
untuk mengasihi DIA. IA bukan Pribadi yang murahan. Kasih yang sejati kepada
TUHAN harus berangkat dari kesadaran, kerelaan dan ketulusan masing-masing
individu.
Kalau kita mengatakan kita merindukan Kerajaan Surga, sebenarnya fokus
kerinduan kita bukan terletak pada Kerajaan itu sendiri, tetapi pada kerinduan
kepada pribadi TUHAN yang mengasihi kita (Mzm. 73:25–26). TUHAN menghendaki
agar orang percaya menjadi sekutu-NYA, dan benar-benar memiliki hubungan yang
eksklusif dengan DIA seperti hubungan suami istri (Ef. 5:31–32).
TUHAN merindukan kekasih-kekasih-NYA memiliki cinta sejatikepada-NYA sejak ada
di bumi ini, sebelum memasuki langit yang baru dan bumi yang baru. Di langit
baru bumi baru, TUHAN Yesussudah tidak akan ada saingannya lagi untuk
dikasihi. Sementara di dunia ini banyak kegemerlapan dunia yang memikat kita,
dan kalau kita memilih mencintai TUHAN Yesus dibandingkan dunia ini, barulah
kita membuktikan bahwa kasih kita kepada-NYA adalah cinta yang sejati. Jadi
kehidupan di dunia ini sebenarnya juga dapat dipandang sebagai kesempatan kita
untuk membuktikan bahwa memang kita benar-benar mengasihi TUHAN; tidak hanya
dalam perkataan semata saja, namun juga dalam seluruh aspek kehidupan kita,
baik saat di tengah keluarga, kantor, Gereja, di manapun juga.
Banyak orang berpikir bahwa dirinya dapat mengasihi TUHAN dengan mudah secara
instan, tanpa proses panjang. Mereka menganggap cukup dengan mengaku percaya
kepada Kristus lalu rajin ke Gereja berarti mereka sudah mengasihi TUHAN.
Padahal untuk bisa mengasihi Tuhan, seseorang harus mengalami proses.
Kalau seseorang belum membiasakan diri melangkah dan melatih hal ini, sukar
sekali bagi orang dapat mengasihi TUHAN dengan benar. Ini memang bukan sesuatu
yang mudah. Sama seperti seseorang yang belum pernah mengendarai sepeda, main
piano atau keahlian lain, harus belajar dulu untuk bisa melakukannya. Tetapi
itu semua bisa dilakukan asal seseorang memiliki komitmen untuk memulai.
Karena itu kita harus memiliki komitmen untuk mulai mengembangkan cinta itu
sekarang. Jangan tunggu sampai kita mengalami berbagai kesulitan dalam hidup
ini, baru kita mencari TUHAN. Tetapi ingatlah bahwa TUHAN memanggil kita untuk
memiliki jiwa musafir, agar kita bisa mengasihi DIA dengan segenap hati kita,
dan dengan segenap jiwa kita, dan dengan segenap akal budi kita, dan dengan
segenap kekuatan kita. Cinta sejati kepada Kristus adalah harta yang tidak
ternilai.
http://virtuenotes. blogspot. com adalah renungan harian online yang hadir
bagi setiap umat Kristiani yang rindu menjadi anak TUHAN sepenuhnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar