Minggu, 11 Juli 2010

Mengapa Keluar Dari Masalah?

Matius 16 : 24–26

16:24. Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau
mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.

16:25 Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan
nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan
memperolehnya.

16:26 Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya?
Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?

Secara manusiawi setiap kita akan berusaha menghindarkan diri dari masalah,
baik masalah ekonomi, sakit-penyakit, rumah tangga yang berantakan, dan
sebagainya melalui usaha dan kerja keras yang bertanggung jawab. Namun apakah
usaha itu ditujukan untuk menikmati damai kita sendiri dan bukannya untuk
TUHAN? Banyak orang berkata, "Kami mau hidup damai-damai saja, pokoknya cari
aman." Pernyataan ini pasti berarti menginginkan suatu kehidupan yang tidak
bermasalah. Segalanya berjalan lancar, sehingga kita bisa menikmati apa yang
disangkakan sebagai kebahagiaan. Dalam hal ini, bahkan seseorang ber-TUHAN pun
hanya dalam rangka menghindarkan diri dari masalah.

Kalau kita menghindarkan diri dari masalah hanya untuk menikmati kebahagiaan
bagi kita sendiri atau hanya untuk keluarga, orang dekat dan bukannya untuk
TUHAN, maka kita menjadi orang yang egois. Kita tidak dapat membagi diri kita
dengan orang lain. Maka sebenarnya kita tidak melayani TUHAN, bahkan sebaliknya
kita memanfaatkan TUHAN untuk kesenangan kita sendiri. Inilah yang TUHAN
Yesusjelaskan sebagai orang yang "menyelamatkan nyawanya" (ay. 25). TUHAN Yesus
tegas mengatakan bahwa orang seperti ini akan kehilangan nyawanya.

Orang yang mencari kebahagiaan bagi dirinya sendiri tidak mungkin mengabdi
kepada TUHAN. Baginya, TUHAN pun diharapkan dapat mengabdi kepadanya. Kalaupun
ia mengambil bagian dalam pelayanan sosial atau kegiatan gereja, sebetulnya itu
bukan karena dorongan kasih kepada TUHAN, tetapi usaha "menyuap" TUHAN agar
hidupnya diberkati atau setidaknya agar terhindar dari api neraka. Pelayanan
seperti ini tidak akan berkualitas, sebab yang diserahkannya kepada TUHAN bukan
segalanya, melainkan sekadar "remah-remah" dalam rangka investasi, agar TUHAN
memberikan lebih banyak berkat jasmani kepadanya. Orang-orang seperti ini
bergereja tetapi tidak ber-TUHAN, tampak ber-TUHAN padahal tidak rohani.

Kita harus selalu menguji, apakah kita berusaha untuk menghindar dari masalah
semata, atau sudahkah kita menyadari bahwa bila ingin efektif bagi TUHAN, kita
harus tidak bermasalah. Jika hidup kita tidak bermasalah, kita dapat melayani
TUHAN tanpa gangguan. Ini semua adalah pelayanan bagi TUHAN secara tidak
langsung. Seharusnya kita ber-TUHAN bukan dalam rangka menghindarkan diri dari
masalah, tetapi karena TUHAN adalah satu-satunya ALLAH yang benar, yang dikenal
dalam pribadi Yesus Kristus, Sang Juru Selamat. Kita menikmati damai sejahtera
dari diri-NYA sendiri, dan bukan mencari berkat atau pertolongan-NYA semata.


http://virtuenotes.blogspot.com adalah renungan harian online yang hadir bagi
setiap umat Kristiani yang rindu menjadi anak TUHAN sepenuhnya.


http://virtuenotes.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar