Seri : Membalas Kebaikan TUHAN
2 Korintus 5 : 14-15
5:14 Sebab kasih Kristus yang menguasai kami, karena kami telah mengerti, bahwa
jika satu orang sudah mati untuk semua orang, maka mereka semua sudah mati.
5:15 Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak
lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah
dibangkitkan untuk mereka.
Kita telah belajar bahwa setiap orang percaya berutang kepada TUHAN, dan
satu-satunya cara membalas kebaikan TUHAN adalah dengan hidup oleh Roh. Hidup
oleh Roh artinya hidup dalam penurutan terhadap kehendak Roh TUHAN, bukan dalam
kendali diri sendiri lagi. Orang yang hidup dalam kendali Roh TUHAN pasti hidup
bagi kepentingan TUHAN. Dalam kesaksiannya yang lain, Paulus mengatakan bahwa
orang yang sudah ditebus oleh darah TUHAN Yesusadalah orang yang mati bagi
dirinya sendiri dan hidup bagi TUHAN (2Kor. 5:14–15).
Tidak hidup menurut daging berarti tidak lagi hidup dalam naluri kemanusiaan.
Naluri kemanusiaan adalah pola pikir dan cara hidup yang biasa dimiliki semua
orang. Naluri kemanusiaan yang membelenggu manusia ini adalah bersekolah, lalu
kuliah, mencari nafkah, menikah, memiliki berbagai fasilitas (rumah, mobil dan
lain sebagainya), memiliki keturunan, membesarkan anak, mencarikan jodoh untuk
anak, membesarkan cucu dan akhirnya mati. Bila cara hidup seperti ini
membelenggu kehidupan seseorang maka ia menjadi korban lingkungan, kualitas
hidupnya rendah. Apa bedanya dengan hewan? Ironisnya, justru inilah pola
kehidupan yang dimiliki orang pada umumnya. Dorongan yang ada dalam kehidupan
orang-orang seperti ini adalah bagaimana mempertahankan hidup dan bila cukup
mampu adalah bagaimana meraih kehormatan.
Orang yang sungguh-sungguh mau membalas kebaikan TUHAN akan bersedia
menanggalkan pola pikir dan cara hidup yang dianggap wajar oleh orang pada
umumnya dan mengenakan cara hidup baru yaitu "hidup oleh Roh". Hidup dalam
penurutan yang mutlak kepada BAPA di Surga. Gerak hidupnya adalah melakukan
kehendak BAPA dan menyelesaikan apa yang direncanakan BAPA bagi untuk turut
digenapi oleh kita. Jika kita mau membalas kebaikan TUHAN, kita tidak akan
mengingini apa yang diingin anak-anak dunia. Cita rasa hidup kita telah berubah
menjadi cita rasa hidup bangsawan Surgawi. Memang cara hidup ini akan tampak
berbeda, sampai kelihatan agak aneh dalam pandangan orang pada umumnya.
Orang yang mematikan naluri kemanusiaannya adalah orang yang tidak lagi
memiliki cita-cita dan visi dari diri sendiri. Apa yang ingin dilakukannya
selalu dikonfirmasikan dengan TUHAN. Ia tidak akan melangkah sebelum
benar-benar mendapat komando dari TUHAN untuk melangkah. Dalam hal ini doa Bapa
Kami terpenuhi, yaitu "Datanglah kerajaan-Mu dan jadilah kehendak-Mu di bumi
seperti di Surga" (Mat. 6:10). Inilah yang dapat dikatakan sebagai "mengalir"
dengan TUHAN.
http://virtuenotes.blogspot.com adalah renungan harian online yang hadir bagi
setiap umat Kristiani yang rindu menjadi anak TUHAN sepenuhnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar