Sabtu, 10 Juli 2010

Kita Adalah Orang Berutang

Seri: Membalas Kebaikan TUHAN

Mazmur 116 : 12

116:12 Bagaimana akan kubalas kepada TUHAN segala kebajikan-Nya kepadaku?


Orang baik belum tentu tahu budi, tetapi orang yang tidak tahu budi pasti
orang jahat. Kebenaran dari pernyataan ini memang tidak tersurat secara jelas
dalam Alkitab, tetapi dari beberapa pernyataan ayat Alkitab jelas sekali
kebenaran ini ada. Pemazmur, ketika menyadari kebaikan TUHAN, berkata,
"Bagaimana akan kubalas kepada TUHAN segala kebajikan-Nya kepadaku?" (Mzm.
116:12). Pemazmur menunjukkan sosok pribadi yang tahu budi. Ia berniat untuk
membalas kebaikan TUHAN, walaupun itu sesuatu yang tidak mudah. Dalam
seruannya ia berkata, "Dengan apa kubalas?" Niat untuk membalas kebaikan TUHAN
adalah keluhuran budi yang harus dimiliki setiap insan.

Dari pernyataan Pemazmur ini tersirat bahwa karena begitu besarnya kebaikan
TUHAN, maka sulitlah mengimbanginya. Tidak membalas budi baik seseorang
berarti bersikap jahat terhadap orang itu, jadi kalau seseorang tidak tahu
budi terhadap TUHAN, berarti ia berlaku jahat terhadap TUHAN. Tanpa disadari,
banyak orang yang berlaku jahat terhadap TUHAN. Mereka adalah orang-orang yang
tidak mengerti kebaikan TUHAN yang tiada tara yang seharusnya kita hargai.
Dengan penghargaan yang benar, seseorang akan berusaha membalas kebaikan
TUHAN.

Dalam tulisan Rasul Paulus kepada jemaat di Roma, ia menyaksikan, "Jadi,
saudara-saudara, kita adalah orang berutang, tetapi bukan kepada daging,
supaya hidup menurut daging. Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan
mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu
akan hidup." (Rm. 8:12–13). Budi baik yang diberikan seseorang adalah "utang".
Orang percaya adalah orang yang berutang: berutang kepada TUHAN. Pembayaran
utang tersebut adalah tidak hidup menurut daging lagi, tetapi hidup oleh Roh.
Tidak ada cara lain untuk membalas kebaikan TUHAN selain dengan cara ini.

Sebagai orang berutang, sewajarnyalah dalam berurusan dengan TUHAN, kita tidak
mempersoalkan lagi bagaimana kita dapat memanfaatkan TUHAN atau memperoleh
segala sesuatu dari DIA. Yang seharusnya kita persoalkan adalah bagaimana kita
membayar utang kita kepada TUHAN. Sayang sekali, dewasa ini banyak pembicara
di mimbar-mimbar Kristen memompa jemaat untuk berusaha memanfaatkan TUHAN
sebanyak-banyaknya, seolah IA "sapi perahan". Memang tidak salah kalau
anak-anak TUHAN berharap segala sesuatu dari DIA dan menerimanya, sebab IA lah
Sumber Berkat; tetapi hendaklah kita meninggalkan sikap oportunis dalam
berurusan dengan TUHAN, karena kita mau membalas budi baik-NYA.


http://virtuenotes.blogspot.com adalah renungan harian online yang hadir bagi
setiap umat Kristiani yang rindu menjadi anak TUHAN sepenuhnya.


GBus,
http://virtuenotes.blogspot.com

__________________________________________________
Apakah Anda Yahoo!?
Lelah menerima spam? Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam
http://id.mail.yahoo.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar