Paris Reidhead
Di tahun 1700an, dua pemuda Moravia mendengar tentang sebuah pulau di Hindia
Barat, lepas pantai Amerika Selatan, milik seorang majikan Inggris ateis
yang mempekerjakan 3000 orang budak di perkebunan tebu. Majikan tersebut
pernah berkata, �ak ada satupun pengkotbah atau pendeta yang boleh menetap
di pulau ini. Bila kapal mereka terdampar, tempatkan mereka dalam rumah
tersendiri hingga mereka harus pergi, tapi mereka tidak boleh sekalipun
berbicara tentang Tuhan, aku tak mau mendengar segala omong kosong itu� Ia
bersumpah tidak ada misionaris yang bisa menjejakkan kaki di pulau tersebut
untuk memberitakan tentang Tuhan.
Tiga ribu orang budak dari pedalaman rimba Afrika dibawa dan tinggal di satu
pulau di Samudra Atlantik, hidup dan mati menemui ajalnya di sana tanpa
pernah mendengar tentang Kristus.
Dua pemuda Jerman dari suku Moravia yang mendengar tentang hal tersebut lalu
memutuskan menjual diri mereka sebagai budak kepada si majikan perkebunan
dengan harga standar bagi budak lelaki. Uangnya mereka gunakan untuk
membiayai perjalanan ke Hindia Barat. Si majikan yang kikir itu bahkan tidak
mau mengangkut mereka.
Masyarakat Moravia dari Herrenhut datang untuk menengok kedua anak muda yang
akan pergi dan takkan pernah kembali lagi, yang menjual kebebasan mereka ke
dalam perbudakan seumur hidup. Sebagai budak dan sebagai Kristen, mereka
akan bersaksi tentang kasih Allah.
Keluarga mereka begitu hanyut dalam emosi dan kesedihan. Apakah keputusan
ekstrim itu hal yang bijaksana? Apakah memang perlu sampai begitu?
Ketika kapal yang mengangkut mereka mulai meninggalkan dermaga, kedua pemuda
tersebut memandang jarak mereka yang semakin lama semakin menjauh ke
samudra. Mereka saling berpegangan, mengangkat tangan mereka, dan berseru ke
arah daratan, �iranya Anak Domba yang dibantai itu terbayar
penderitaan-Nya�
Inilah panggilan misi orang Moravia. Dan ini juga satu-satunya alasan bagi
keberadaan kita, *bahwasanya Anak Domba yang dibantai itu terbayar segala
penderitaan-Nya! *Amin.
*(saduran dari kotbah Paris Reidhead �en shekels and a shirt�*
*Sumber :
http://truthfamine.wordpress.com/2010/04/01/the-lamb-that-was-slain/*
* *
*Ada beberapa orang bilang bahwa kotbah �Ten Shekels and a Shirt� ini
adalah salah satu kotbah paling berpengaruh di tahun 1900an. *
*Bagi yang mau baca kotbah lengkapnya bisa baca di : *
http://www.sermonindex.net/modules/articles/index.php?view=article&aid=2067
__________________________________________________
Apakah Anda Yahoo!?
Lelah menerima spam? Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam
http://id.mail.yahoo.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar