Jumat, 26 November 2010

"Janda ini memberi dari kekurangannya bahkan ia memberi seluruh nafkahnya."

"Janda ini memberi dari kekurangannya bahkan ia memberi seluruh nafkahnya."
(Why 14:1-3.4b-5; Luk 21:1-4)

"Ketika Yesus mengangkat muka-Nya, Ia melihat orang-orang kaya memasukkan persembahan mereka ke dalam peti persembahan. Ia melihat juga seorang janda miskin memasukkan dua peser ke dalam peti itu. Lalu Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang itu. Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya." (Luk 21:1-4), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.

Berrefleksi atas bacaan-bacaan serta mengenangkan pesta St.Cesilia, perawan dan martir, hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:
• Orang-orang kaya pada umumnya penuh dengan perhitungan untung-rugi alias apakah akan ada keuntungan yang menjanjikan dalam melakukan segala sesuatu. Misalnya ada ajakan untuk melakukan sesuatu, yang sebenarnya baik, terlalu banyak berpikir dan akhirnya mangkir. Sebaliknya orang-orang miskin ketika menerima ajakan untuk melakukan sesuatu, tanpa pikir dan aneh-aneh, segera melakukannya dengan sepenuh hati. "Mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya" , demikian sabda Yesus menanggapi apa yang dilakukan oleh orang-orang kaya dan janda miskin dalam memberi persembahan. Kebetulan hari ini kita juga merayakan St.Cesilia, perawan dan martir, yang mempersembahkan diri seutuhnya kepada Tuhan, meskipun untuk itu harus menghadapi tantangan dan ancaman untuk dibunuh. Pembunuhan Cesilia merupakan peneguhan atas persembahan diri seutuhnya kepada Tuhan. Maka dengan ini kami mengajak anda sekalian untuk meneladan janda miskin atau St.Cesilia, yang "memberi dari kekuranganya, bahkan memberi seluruh nafkahnya". Dengan kata lain kami mengajak dan mengingatkan kita semua untuk menghayati segala sesuatu yang kita miliki atau kuasai dan nikmati sampai saat ini adalah anugerah Tuhan, dan kemudian kita persembahkan kembali kepadaNya melalui saudara-saudari kita, terutama mereka yang miskin dan berkekurangan. Hendaknya jangan memberi dari kelimpahannya yang berarti membuang sampah, dan dengan demikian memperlakukan penerima sebagai tempat sampah. Memberi dari kekurangaan itulah yang indah, mulia, luhur dan membahagiakan.
• "Mereka menyanyikan suatu nyanyian baru di hadapan takhta dan di depan keempat makhluk dan tua-tua itu, dan tidak seorang pun yang dapat mempelajari nyanyian itu selain dari pada seratus empat puluh empat ribu orang yang telah ditebus dari bumi itu"(Why 14:3). Baiklah kutipan ini kita fahami bahwa kita sebagai `yang telah ditebus dari bumi' dipanggil untuk menghayati hidup baru, hidup dan bertindak hanya mengikuti kehendak Tuhan saja serta menolak semua godaan setan. Dengan kata lain saya mengajak kita semua untuk mawas diri perihal rahmat baptisan yang telah kita terima, dimana pada saat dibaptis kita berjanji untuk hanya mengabdi Tuhan Allah saja serta menolak semua godaan setan. Rahmat baptis merupakan dasar hidup beriman bagi kita semua yang beriman kepada Yesus Kristus. Apakah kita setia menghayati janji baptis tersebut? Jika kita dengan rendah hati serta bantuan rahmat Tuhan dapat menghayati janji baptis dengan baik dan benar setiap hari, maka saya percaya kita akan mampu menghayati panggilan khusus kita masing-masing dengan baik juga. Sebagai suami-isteri yang telah dibaptis, jika masing-masing setia pada janji baptis maka mereka akan setia pada janji perkawinan untuk saling mengasihi baik dalam untung maupun malang, sehat maupun sakit sampai mati. Sebagai imam atau anggota lembaga hidup bakti (bruder atau suster) jika setia menghayati janji baptis, maka akan semakin mempersembahkan diri seutuhnya kepada Tuhan melalui sesamanya atau mereka yang harus dilayani dalam tugas pengutusan. Secara khusus saya mengingatkan mereka yang berkeluarga atau para suami-isteri untuk saling memberi dari kekurangan atau seluruh pribadinya, sehingga dapat menjadi teladan bagi anak-anak yang dianugerahkan Tuhan kepada mereka berdua. Hal ini saya ingatkan karena apa yang terjadi atau dialami di dalam keluarga akan menjadi dasar dan modal untuk dikembangkan lebih lanjut di sekolah atau di masyarakat. Semoga janda miskin atau St.Cesilia sungguh dapat menjadi teladan bagi kita semua sebagai orang beriman.

"TUHANlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya. Sebab Dialah yang mendasarkannya di atas lautan dan menegakkannya di atas sungai-sungai. "Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?" "Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan" (Mzm 24:1-4)

"Waspadalah supaya kamu jangan disesatkan."

"Waspadalah supaya kamu jangan disesatkan."
(Why 14;14-20; Luk 21:5-11)

"Ketika beberapa orang berbicara tentang Bait Allah dan mengagumi bangunan itu yang dihiasi dengan batu yang indah-indah dan dengan berbagai-bagai barang persembahan, berkatalah Yesus: "Apa yang kamu lihat di situ -- akan datang harinya di mana tidak ada satu batu pun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan." Dan murid-murid bertanya kepada Yesus, katanya: "Guru, bilamanakah itu akan terjadi? Dan apakah tandanya, kalau itu akan terjadi?" Jawab-Nya: "Waspadalah, supaya kamu jangan disesatkan. Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Dia, dan: Saatnya sudah dekat. Janganlah kamu mengikuti mereka. Dan apabila kamu mendengar tentang peperangan dan pemberontakan, janganlah kamu terkejut. Sebab semuanya itu harus terjadi dahulu, tetapi itu tidak berarti kesudahannya akan datang segera." Ia berkata kepada mereka: "Bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan, dan akan terjadi gempa bumi yang dahsyat dan di berbagai tempat akan ada penyakit sampar dan kelaparan, dan akan terjadi juga hal-hal yang mengejutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit." (Luk 21:5-11), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.
Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:
• Waspada kiranya dapat difahami sebagai `awas pada'. Awas berarti tajam dan tepat dalam melihat, sehingga dapat melangkah ke depan dengan aman dan damai serta tak mudah tersesat. Di akhir tahun liturgy ini kita juga diajak untuk mawas diri apakah kita semakin waspada, sehingga tak mudah disesatkan oleh aneka macam bentuk godaan, rayuan, tipu daya atau jebakan. Saya percaya jika kita setia dalam menghayati iman kita di dalam hidup sehari-hari, maka kita akan menjadi orang yang waspada terhadap aneka macam perisitiwa atau apa yang akan terjadi. Orang yang waspada juga dapat `melihat apa yang akan terjadi', sehingga ia dapat bersiap-siaga.serta membekali diri dengan baik dalam menghadapi apa yang akan terjadi. Aneka macam bentuk penyesatan masih terus terjadi yang dilakukan oleh orang jahat dan tak bermoral, dalam bentuk tawaran harta benda/uang, pangkat/kedudukan/jabatan dan kehormatan duniawi. Pada umumnya harta benda atau uang yang menjadi alat penyesatan, mengingat dan memperhatikan cukup banyak orang yang masih bersikap mental materialistis. Salah satu cara menghadapi godaan akan harta benda atau uang adalah hidup dan bertindak sederhana, karena dengan demikian juga akan waspada terhadap tawaran-tawaran yang menarik dan mempesona. Sejauh saya dengar melalui aneka informasi konon para calon anggota DPR/DPRD atau kepala daerah sungguh tersesat, karena agar berhasil menjadi anggota DPR/DPRD atau kepala daerah harus memberi `uang pelicin' yang cukup besar. Maka tidak mengherankan ketika mereka menjabat kemudian bersikap mental materialistis. Dampak berikutnya mereka tidak waspada terhadap aneka peristiwa yang terjadi.
• "Aku melihat: sesungguhnya, ada suatu awan putih, dan di atas awan itu duduk seorang seperti Anak Manusia dengan sebuah mahkota emas di atas kepala-Nya dan sebilah sabit tajam di tangan-Nya. Maka keluarlah seorang malaikat lain dari Bait Suci; dan ia berseru dengan suara nyaring kepada Dia yang duduk di atas awan itu: "Ayunkanlah sabit-Mu itu dan tuailah, karena sudah tiba saatnya untuk menuai; sebab tuaian di bumi sudah masak." (Why 14:14-15). Sebagai orang beriman kita semua diharapkan dapat melihat sebagaimana digambarkan dalam kutipan di atas ini. Marilah kita lihat apa yang indah, mulia, luhur dan baik dalam diri sesama manusia, binatang maupun tumbuhan atau lingkungan hidup kita. Marilah kita lihat karya Roh dalam diri sesama manusia, antara lain seperti "kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri." (Gal 5:22-23). Kami percaya dalam diri kita masing-masing atau sesama kita dapat ditemukan buah-buah Roh tersebut. Selanjutnya secara khusus jika kita dapat melihat buah-buah Roh dalam diri kitam marilah kita `ayunkan', artinya kita hayati dalam hidup sehari-hari. Kita berantas dan musnahkan aneka macam bentuk penyesatan. Buah-buah Roh tersebut semakin diayunkan atau diberikan kepada orang lain tidak akan pernah berkurang sedikitpun, bahkan akan semakin bertambah, semakin mendalam dan handal. Kita semua dipanggil untuk setia dan taat pada malaikat-malaikat yang mendampingi perjalanan hidup, tugas pengutusan kita. Suara dan pendampingannya antara lain berupa tegoran ketika kita akan tersesat atau menyeleweng, dukungan dan peneguhan ketika kita akan berbuat baik. Semoga kita semua senantiasa tergerak untuk berbuat baik kepada saudara-saudari kita.

"Katakanlah di antara bangsa-bangsa: "TUHAN itu Raja! Sungguh tegak dunia, tidak goyang. Ia akan mengadili bangsa-bangsa dalam kebenaran." Biarlah langit bersukacita dan bumi bersorak-sorak, biarlah gemuruh laut serta isinya, biarlah beria-ria padang dan segala yang di atasnya, maka segala pohon di hutan bersorak-sorai di hadapan TUHAN, sebab Ia datang, sebab Ia datang untuk menghakimi bumi. Ia akan menghakimi dunia dengan keadilan, dan bangsa-bangsa dengan kesetiaan-Nya " (Mzm 96:10-13)

Berlari Menuju Kasih Karunia

Berlari Menuju Kasih Karunia

I Korintus 15:10

Tetapi karena kasih karunia Allah aku ada sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkanNYA kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja keras daripada mereka semua, tetapi bukannya aku melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku.

Kasih Karunia Allah itu berlimpah, tak terbatas, tiada habis-habisnya, tersedia, dan cuma-cuma TETAPI Kasih Karunia Allah bukanlah sesuatu yang murah. Kasih karunia Allah itu seperti angin yang kuat, tak terhalangi dan bebas, tetapi kita harus keluar rumah untuk merasakannya.

Kolose 2:3, Paulus membicarakan tentang 'segala harta hikmat dan pengetahuan' yang tersembunyi di dalam Kristus. Hal ini mengingatkan akan upaya mencari harta terpendam. Dengan kata lain, dibutuhkan upaya. Mencari harta kecukupan diri yang tersembunyi ϑi dalm Kristus tidak datang secara otomatias. Ada beberapa kata yang Paulus pilih dgn baik: 'berlari-lari ....berjuang....berdiri teguh'.

Ketika kita menangani suatu masalah dan terus berlari dalam iman,berjuang dan berdiri teguh maka energi ilahi melonjak melalui kita. Dan kita mengalami kepenuhan kasih karunia Allah. Kita berlari menuju kasih karunia. Allah memberikan kita kasih karunia unutk menahan lidah kita ketika kita merasa pantas mengeluh, namun kita harus memilih untuk menerimanya.

Kasih karunia Allah bukanlah satu ukuran untuk semua orang. Janganlah masuk perangkap membandingkan situasi kita dengan situasi orang lain. Katakan kepada Bapa kebutuhan-kebutuhan dan hasrat kita yang spesifik, maka Bapa akan memenuhi kita seperti yang tidak mungkin dilakukan oleh siapapun juga.

Jadi hari ini kita belajar rahasia berlari menuju Kasih Karunia Allah : ketika kita berupaya, ketika kita berlari, Allah akan memberikan kita kasih karunia. ‎​​​‎​‎​

SINGLENESS

SINGLENESS



Contoh nyata :
Omelet, alias telor dadar / orak-arik. Dia akan menjadi makanan yang enak
banget (terutama buat yang laper) kalo terbuat dari telur-telur yang segar dan
baik. Tapi gw pernah bikin omelet dari 4 telur, dan ternyata waktu gw pecahin
telur ke 4 dan tercampur dengan 3 yang lain, telur ke 4 itu udah busuk.
Wakzzz..., Apa temen2 ada yang mau omelet dari 3 telur bagus dan 1 telur
busuk..??

Tentu ga akan ada yang mau, because the 4th egg, has made the whole things
going bad. Yup, si telur busuk tadi udah mempengaruhi/ merusak telur-telur yang
baik. Dan kabar buruknya adalah : Omelet itu ga bisa jadi telur lagi.

Ilustrasi di atas, ga jauh beda dengan relationship yang kita alami dengan
teman-teman kita, termasuk juga dalam pernikahan.

Relationship hanya bisa seindah dengan siapa kita menjalin hubungan itu. Kalo
dalam pernikahan sudah diaduk menjadi satu, dan jika baru ketahuan kalau telur
yang satu busuk dan mengalahkan telur yang baik... owww... that's terrible.

Now, kita lihat pada ayat dibawah ini, ayat yang mengawali tentang relationship
antar manusia.
Kejadian 2:18 TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang
diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia."
King James Version : And the LORD God said, It is not good that the man should
be alone; I will make him an help meet for him.

Jika manusia seorang diri / Alone : Tuhan katakan itu "Tidak Baik".

Seorang diri = alone /sendirian, bukan single. Manusia yang Alone artinya :
sendiri saja, eksklusif, terisolasi, menyendiri, tersendiri, tidak ada teman.
Ini adalah kondisi yang tidak baik.

Mengapa TIDAK BAIK jika manusia seorang diri saja ??

Here's the reason:

1. Karena KASIH. Sifat dasar dari kasih adalah MEMBERI, to give. God is Love,
jadi supaya Tuhan bisa mengasihi maka Tuhan menciptakan manusia agar Tuhan bisa
mencurahkan kasihNya.

2. Karena untuk memperoleh keturunan, maka harus berpasangan dengan lawan
jenisnya.

3. Karena talenta dan kemampuan kita dapat dikembangan sendirian saja. Tetapi
untuk mengembangkan Karakter, diperlukan orang lain! Betul khan?
You see guys? It's not good for a man to be alone (sendiri, eksklusif,
menyendiri, tidak berteman)

But it's good to be SINGLE!

SINGLE artinya: tunggal, whole, utuh, complete, terpisah, unik (English
Dictionary), whole, unique, undivided.

Tuhan tidak bilang : It's not good to be single, tapi yang Dia bilang : It's not
good to be alone.

Adam = adalah pribadi yang Single, artinya complete, utuh, sempurna. Dikatakan
"Allah melihat segala yang dijadikanNya itu sungguh amat baik". Ini berarti
Adam adalalah pribadi yang utuh, single, complete, and nothing wrong with Adam
as his person. Tidak pernah dikatakan bahwa Adam sibuk mencari pasangan untuk
mengisi kekosongan jiwanya. Tidak !!

Yang tercatat adalah : Adam mengusahakan dan memelihara Taman Eden, sendirian
'bo ! Termasuk kerjaan yang mahaberat, yaitu memberi nama segala mahkluk hidup
yang ada di bumi. Begitu sibuknya dia, sampai Adam enggak sadar kalo dia perlu
teman. Tuhanlah yang bilang, bahwa "It's not good for a man to be alone". Adam
sibuk, concern dgn pekerjaannya sehingga dia tidak merasa membutuhkan teman.
Inisiatif berpasangan, justru datangnya dari T u h a n.

Perhatiin deh, pada saat Adam setia menjalankan panggilannya, maka Tuhan kasih
bonus yaitu Pasangan Hidup. Nah, temen2 dah pada setia belom nihh? Hehe... Ayo
kita setia, maka yang terbaik pasti Tuhan sediakan buat kita.

Waktu Tuhan menciptakan Hawa, wanita diciptakan BUKAN untuk membuat Adam
menjadi complete. Why? Krn Adam sudah complete sejak sebelum dia ketemu wanita.
Tujuan penciptaan wanita, sebagai penolong bagi Adam. The Lord said, "I'm going
to make him a helper".

Ilustrasi nya gini : Untuk mengangkat meja sendirian, bisa dilakukan.
Tetapi dengan adanya penolong, maka akan membuat segala sesuatu menjadi lebih
mudah, right?
Sekalipun saat itu Adam masih sendirian (alone), tetapi dia tidak merasa
kesepian. Temen2 perlu ingat bahwa alone, belum tentu kesepian / lonely.
Adam memang tidak kesepian krn ada Tuhan di situ, tetapi jelas bahwa Tuhan
bilang "it's not good for a man to be alone".

'SINGLE'NESS

Guys, Kapan kita tahu bahwa kita siap untuk menerima pasangan? Yaitu pada saat
kita merasa tidak membutuhkan pasangan, karena disitulah kita merasa Complete.
Adam telah membuktikannya. Hawa datang bukan pada saat dia sedang sibuk
sana-sini mencari pasangan. Tuhan memberikan pasangan, justru pada saat Adam
ada dalam kondisi terbaik, saat sedang complete, utuh, single dan menikmati
panggilannya.

Singleness, adalah suatu tahapan yang harus dicapai oleh setiap orang yang akan
menikah.

Hanya orang yang SINGLE, utuh - complete - matang - unik - secure - aman,
hanya Single person yang siap masuk ke dalam arena pernikahan. Sebab pernikahan
seharusnya terjadi antara two single persons, antara laki-laki yang utuh dan
wanita yang utuh. Tetapi seringkali faktanya, pernikahan terjadi antara dua
orang yang saling tidak utuh, yang saling mencari keutuhan dari diri
pasangannya masing-masing.

Ilustrasinya gini : Ada dua gelas berisi air yang tidak penuh, diibaratkan
sebagai seorang individu.
Pada masa pra nikah, seringkali seseorang berkata "ohh..., kekasih saya adalah
orang yang bisa memenuhi hidup saya" atau "bersama dengan kekasih saya, hidup
saya menjadi utuh / complete". Faktanya adalah : setelah yang gelas yang satu
mengisi gelas yang lain, apa yang terjadi? Maka salah satu dari gelas itu akan
menjadi kosong!

Temen-temen, pernikahan tidak akan menjadi baik kalau ternyata kita mendapatkan
orang yang tidak single / tidak complete / tidak utuh. Perbuatan yang salah,
jika kita mencari seseorang yang bisa mengisi kekosongan dalam hati kita.
Bahkan, beberapa diantara kita mungkin udah mulai mencari-cari orang lain yang
bisa mengisi kekosongan dirinya, sejak dari kecil...!! SMP mungkin?

Matius 22 :39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah : Kasihilah
sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

Yesus berkata, supaya kita bisa mengasihi sesama kita, baik itu pasangan kita,
isteri/suami kita, maka kita harus bisa mengasihi diri sendiri.
Tidak bisa mengasihi dirimu sendiri = tentu tidak bisa mengasihi sesamamu
manusia. Perlu dicatat bahwa mengasihi diri sendiri: bukan berarti selfish,
self center, atau egois, melainkan menjadi utuh, complete, dan Single!!

Lantas bagaimana caranya mengasihi dirimu sendiri:

1. Mengenal diri kita sendiri. Do you know who you are ?
Do you know why you are in God?
Do you know why you are here?
Do you know your identity?
Yesus adalah pribadi yang mengetahui siapa diriNya, sehingga Dia bisa
mengasihi orang lain. (Yoh 14:6, 10:9, 10:11, 6:35, 8:12, 11:25)

2. Menerima diri kita apa adanya, artinya kita memiliki gambar diri yang telah
dipulihkan dalam Kristus.

Pernikahan yang tidak baik ialah dua individu yang tidak bisa mengasihi diri
sendiri, tidak mengenal dirinya sendiri, tidak bisa menerima dirinya sendiri,
tetapi berusaha untuk saling mengasihi.
Lihat contohnya di Sinetron.

Beberapa relationship pra nikah atau malah pernikahan, sebetulnya
"mengosongkan" diri kita, atau "dries you up", atau membuat kondisi kita
menjadi kering, yaitu pada saat pasangan kita berusaha memenuhi kekosongan
dirinya.

Jika pasangan kita sedikit-sedikit telpon kita dan bilang, "Knapa sih elo gak
telp gue?", atau sedikit-sedikit "Knapa sih elo ga perhatiin gue?", atau
"Kenapa sih elo enggak seperti yang lain?"

Sesungguhnya, kalau kita Single (complete, utuh, whole), maka kita tidak segitu
butuhnya diperhatiin, karena kita bisa mengasihi diri sendiri dan siap
mengasihi orang lain. Yesus adalah pribadi yang tahu persis siapa dirinya, apa
tujuan hidupnya, dan kenapa Dia ada di muka bumi ini. (Yohanes 8:14)

IT'S MORE IMPORTANT TO BE SINGLE

Ternyata jika ditelaah lebih jauh, lebih penting untuk menjadi Single lebih
dahulu ketimbang menikah. Adalah lebih aman untuk tidak menikah lebih dahulu,
daripada menikah tapi kita belum menjadi single. Hal yang paling berbahaya
dalam pernikahan adalah orang yang tidak Single/utuh, menikah dengan orang yang
tidak Single/utuh. Itulah penyebab perceraian dan memudarnya kebahagiaan dalam
pernikahan.

Ilustrasi : Masih mending kalau gelas tadi berisi 50% : 50%. Yang lebih parah,
jika yang satu dalam kondisi yang dibawah 50%. Jika individu yang satu tidak
bisa memenuhi yang lain, maka pasangannya akan mencari orang lain, yang
dianggap bisa memenuhi kekosongan dirinya dan terjadilah perselingkuhan yang
berujung pada perzinahan.

Lihatlah pada realita yang ada, orang yang tidak utuh/complete/ single menikah
dengan yang tidak utuh, maka tinggal menunggu waktu saja dan dalam hitungan
jari, tahun2 pernikahan mereka akan segera berakhir.

It's more important to you to be SINGLE first, then get married.

Kalaupun sekarang kita belum get married, yang terpenting kita menjadi SINGLE,
maka dengan demikian kita tetap bersukacita. Sebab, orang yang tidak SINGLE,
tidak utuh, tidak dapat menguasai dirinya (Amsal 25:28). Bagaimana mungkin
orang yang kosong / tidak utuh akan dapat mengendalikan dirinya? Dia hanya bisa
mengendalikan sebagian dari dirinya, tidak sepenuhnya. Tentu saja, hanya orang
yang Single, yang complete / penuh / utuh, akan dapat mengendalikan hidupnya.

READ THIS :
Orang yang tidak utuh/complete, tidak dapat memberikan apa-apa untuk
pasangannya karena memang tujuan awal dia mencari pasangan adalah selfish,
hanya untuk mengisi kekosongan dirinya sendiri. Pasangan seperti ini hanya akan
banyak menuntut, banyak minta diperhatiin dsb. Dia akan mengganggu konsentrasi
hidup kita, pekerjaan, karier, bisnis dll. This person will dries you up.

IT'S A WRONG MYTH

Mitos yang keliru ialah : Menikah adalah kunci menuju kebahagiaan, seakan
belum lengkap kalau belum menikah. Ini menyebabkan kebanyakan orang sejak muda
berpikir untuk mencari seseorang, untuk mengisi kekosongan d i r i nya.

It's completely wrong, guys. Why ??
Karena kekosongan hidup kita hanya bisa diisi oleh Tuhan. Makanya Tuhan Yesus
bilang, "Seek ye first the Kingdom of God ", Mat 6:33.
Tuhanlah yang seharusnya menjadi pusat, sumber dan inspirasi untuk mengisi
kekosongan hati kita.

Kita semua tahu, bahwa kita tidak perlu menikah untuk menjadi complete.
Pernikahan tidak selalu menambah urapan dalam diri kita, tidak selalu akan
menjadikan kita sebagai berkat bagi orang lain. That's not the point of a
marriage. Kepenuhan panggilan kita hanya bisa didapat di dalam Tuhan, yaitu
pada saat kita tahu siapa diri kita, kita bisa menerima diri kita sendiri, kita
tahu kenapa kita ada disini, dan kita memahami apa tujuan hidup kita.

Kunci menerima kebahagiaan yang sebenarnya adalah : Apabila kita menjadi
single/utuh/ complete, mengenali siapa kita di dalam Tuhan dan mengetahui
tujuan hidup kita, baik dalam keadaan menikah atau tidak menikah. Ada
orang-orang yang masih sendirian, belum berpasangan/ menikah, tetapi dia tidak
pernah merasa kesepian karena dia Single, utuh/complete dalam panggilannya.
Tidak dipungkiri, bisa saja sewaktu-waktu ada keinginan memiliki pasangan,
tetapi keinginan itu tidak pernah membuat dia menjadi goyah dan tetap maksimal
dalam panggilannya.

SEKALI LAGI : HANYA BISA DIISI OLEH YESUS
Banyak orang yang sendirian tapi dia belum utuh/kosong/ sepi, hidupnya
banyakdiisi dengan usaha-usaha utk memenuhi kekosongan dirinya dan menjadi
orang yang sibuk sana-sini mencari tulang rusuknya. Cobain sana, cobain sini,
lirik sana-sini, jadian sana-sini, putus sana-sini, parah deh pokoknya. Jika
dia menikah, bisa jadi dia malah akan merusak pasangannya jika pasangannya
adalah orang yang Single.

Ingat ilustrasi omelet. Telur yang busuk akan merusak telur yang baik. Nahh,
jika pasangannya tidak Single/utuh, wahh... akan lebih parah lagi. Mereka akan
saling mengeringkan, saling menuntut, saling menyakiti dan tidak dewasa, dan
akan berakibat pada ketidak-bahagiaan dan perceraian. Guys, sekali lagi
pahamilah, bahwa rasa kesepian dan tidak utuh, TIDAK BISA DIISI OLEH PASANGAN
KITA, melainkan hanya oleh Tuhan Yesus.
(maka layanilah Tuhan, cari dulu Kerajaan Allah, ikutlah kegiatan2 Gereja,
berikan dirimu; perhatianmu, usaha kreatifmu dan waktumu... maka yang lain2
akan ditambahkan bagimu...)

Justru pernikahan yang sempurna, hanya bisa dilakukan oleh dua orang Single,
yaitu mereka yang telah utuh dan complete. Mereka berdua tidak akan saling
mengeringkan, tapi saling memberi pujian, saling mendukung, saling menunjang
dan tidak saling menuntut. These two Single persons akan menghasilkan sesuatu
yang baik, kekuatan yang baru, berkat bagi sekeliling, dll.

Tidak heran jika setelah pernikahan, maka baik sang pria maupun sang wanita,
akan menjadi individu yang semakin berkualitas, yang mengalami kepenuhan
panggilannya di dalam Kristus. Berbahagialah kita jika menikah dengan pribadi
yang Single, pribadi yang utuh/complete, punya kedewasaan dan panggilan dalam
Kristus.

Remember:
Hubungan kita hanya sebaik dengan siapa saja yang terlibat dalam hubungan itu.
To be single should be the goal of every person.
Dan entah kita menikah atau tidak, sudah menikah atau belum...., STAY SINGLE !!

10 Kualitas Pribadi Orang Kristen

10 Kualitas Pribadi Orang Kristen:

1. KETULUSAN
(Mazmur 11:7, 97:11, 119:80, Amsal 10:29, 11:3, 14:32)
Ketulusan menempati peringkat pertama sebagai sifat yang paling disukai oleh semua orang. Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai karena yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi. Orang Kristen yang tulus selalu mengatakan kebenaran, tidak suka mengada-ada, pura-pura, mencari-cari alasan atau memutarbalikkan fakta. Prinsipnya "Ya diatas Ya dan Tidak diatas Tidak" (Matius 5:37).
Tentu akan lebih ideal bila ketulusan yang selembut merpati itu diimbangi dengan kecerdikan seekor ular (Matius 10:16).
Dengan begitu, ketulusan tidak menjadi keluguan yang bisa merugikan diri sendiri.

2. RENDAH HATI
(Mazmur 22:26, 25:9, 34:2, 37:11, 149:4, Amsal 3:34, 11:2, 15:33, 16:19, 18:12, 22:4)
Dengan rendah diri yang merupakan kelemahan, kerendahhatian justru mengungkapkan kekuatan. Hanya orang yang kuat jiwanya yang bisa bersikap rendah hati. Ia seperti padi yang semakin berisi semakin menunduk. Orang Kristen yang rendah hati bisa mengakui dan menghargai keunggulan orang lain. Ia bisa membuat orang yang diatasnya merasa oke dan membuat orang yang di bawahnya tidak merasa minder.

3. KESETIAAN
(Mazmur 85:10-11, 145:18, Amsal 16:6, 19:22, Mikha 6:8, Zakharia 7:9, Galatia 5:22, 1 Timotius 6:11, 2 Timotius 2:22)
Kesetiaan sudah menjadi barang langka dan sangat tinggi harganya. Orang Kristen yang setia selalu bisa dipercaya dan diandalkan. Dia selalu menepati janji, punya komitmen yang kuat, rela berkorban dan tidak suka berkhianat.

4. BERSIKAP POSITIF
(1 Petrus 1:3)
Orang Kristen yang bersikap positif selalu berusaha melihat segala sesuatu dari kacamata positif, bahkan dalam situasi yang buruk sekalipun. Dia lebih suka membicarakan kebaikan daripada keburukan orang lain, lebih suka bicara mengenai harapan daripada keputusasaan, lebih suka mencari solusi daripada frustasi, lebih suka memuji daripada mengecam, dsb.

5. KECERIAAN
(Matius 5:12, Yohanes 15:11, 16:20, 24, Kisah Para Rasul 2:26, 28, Roma 12:12, 15, 14:17, 15:13, 32, 2 Korintus 2:3, Filipi 1:18)
Karena tidak semua orang dikaruniai temperamen ceria, maka keceriaan tidak harus diartikan ekspresi wajah dan tubuh tapi sikap hati. Orang Kristen yang ceria adalah orang yang bisa menikmati hidup, tidak suka mengeluh dan selalu berusaha meraih kegembiraan. Dia bisa mentertawakan situasi, orang lain, juga dirinya sendiri. Dia punya potensi untuk menghibur dan mendorong semangat orang lain.

6. BERTANGGUNG JAWAB(Bilangan 4:16, Ibrani 13:7)
Orang Kristen yang bertanggung jawab akan melaksanakan kewajibannya dengan sungguh-sungguh. Kalau melakukan kesalahan, dia berani mengakuinya. Ketika mengalami kegagalan, dia tidak akan mencari kambing hitam untuk disalahkan. Bahkan kalau dia merasa kecewa dan sakit hati, dia tidak akan menyalahkan siapapun. Dia menyadari bahwa dirinya sendirilah yang bertanggung jawab atas apapun yang dialami dan dirasakannya.

7. PERCAYA DIRI
(2 Korintus 1:24, Filipi 1:27, Kolose 1:23, 2:7, Ibrani 3:14, Ibrani 4:14)
Rasa percaya diri memungkinkan seseorang menerima dirinya sebagaimana adanya, menghargai dirinya dan menghargai orang lain.
Orang Kristen yang percaya diri mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan dan situasi yang baru. Dia tahu apa yang harus dilakukannya dan melakukannya dengan baik.

8. KEBESARAN JIWA
(Yesaya 60:5, Roma 3:25, 1 Korintus 13:4,7, 2 Korintus 1:6, Kolose 3:12)Kebesaran jiwa dapat dilihat dari kemampuan seseorang memaafkan orang lain. Orang Kristen yang berjiwa besar tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh rasa benci dan permusuhan. Ketika menghadapi masa-masa sukar dia tetap tegar, tidak membiarkan dirinya hanyut dalam kesedihan dan keputusasaan.

9. EASY GOING
(Matius 10:26, 28, 31, Matius 14:27, Markus 5:36, Yohanes 14:1, 27)
Orang Kristen yang easy going menganggap hidup ini ringan. Dia tidak suka membesar-besarkan masalah kecil. Bahkan berusaha mengecilkan masalah-masalah besar. Dia tidak suka mengungkit masa lalu dan tidak mau khawatir dengan masa depan. Dia tidak mau pusing dan stress dengan masalah-masalah yang berada di luar kontrolnya.
Karena dia percaya dan memiliki iman yang teguh kepada Yesus Kristus yang sanggup menolongnya mengatasi segala persoalan hidup.

10. EMPATI
(Matius 7:12, 22:39, Lukas 6:31, Roma 13:9, Galatia 5:14, Yakobus 2:8)
Empati adalah sifat yang sangat mengagumkan. Orang Kristen yang berempati bukan saja pendengar yang baik tapi juga bisa menempatkan diri pada posisi orang lain. Ketika terjadi konflik dia selalu mencari jalan keluar terbaik bagi kedua belah pihak, tidak suka memaksakan pendapat dan kehendaknya sendiri. Dia selalu berusaha memahami dan mengerti orang lain.

Dihakimi Menurut Perbuatan

Dihakimi Menurut Perbuatan

Roma 2: 6-15

2:6 Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya,
2:7 yaitu hidup kekal kepada mereka yang dengan tekun berbuat baik, mencari
kemuliaan, kehormatan dan ketidakbinasaan,
2:8 tetapi murka dan geram kepada mereka yang mencari kepentingan sendiri, yang
tidak taat kepada kebenaran, melainkan taat kepada kelaliman.
2:9 Penderitaan dan kesesakan akan menimpa setiap orang yang hidup yang berbuat
jahat, pertama-tama orang Yahudi dan juga orang Yunani,
2:10 tetapi kemuliaan, kehormatan dan damai sejahtera akan diperoleh semua orang
yang berbuat baik, pertama-tama orang Yahudi, dan juga orang Yunani.
2:11 Sebab Allah tidak memandang bulu.
2:12 Sebab semua orang yang berdosa tanpa hukum Taurat akan binasa tanpa hukum
Taurat; dan semua orang yang berdosa di bawah hukum Taurat akan dihakimi oleh
hukum Taurat.
2:13 Karena bukanlah orang yang mendengar hukum Taurat yang benar di hadapan
Allah, tetapi orang yang melakukan hukum Tauratlah yang akan dibenarkan.
2:14 Apabila bangsa-bangsa lain yang tidak memiliki hukum Taurat oleh dorongan
diri sendiri melakukan apa yang dituntut hukum Taurat, maka, walaupun mereka
tidak memiliki hukum Taurat, mereka menjadi hukum Taurat bagi diri mereka
sendiri.
2:15 Sebab dengan itu mereka menunjukkan, bahwa isi hukum Taurat ada tertulis di
dalam hati mereka dan suara hati mereka turut bersaksi dan pikiran mereka saling
menuduh atau saling membela.


Apakah kita menganggap hanya orang Kristen saja yang mempunyai kesalehan?
Menganggap bahwa dalam kehidupan orang-orang non-Kristen tidak ada orang-orang
saleh yang memiliki kualitas yang luar biasa dibanding dengan manusia kebanyakan
adalah anggapan yang tidak jujur. Tentu pengertian saleh disini tidak boleh
diukur dengan kesalehan standar sempurna bagi umat Perjanjian Baru.

Bila kita mengamati kesalehan Ayub, maka kita menemukan kesalehan orang
non-Yahudi dan juga non-Kristen yang luar biasa. Ayub hidup pada zaman sebelum
Abraham, dan ia bukan termasuk orang Yahudi umat pilihan Allah (Ayb. 1:1). Tentu
masih banyak lagi orang-orang yang memiliki kesalehan seperti mereka. Demikian
juga Yitro, mertua Musa. Ia orang Midian yang mengenal Allah Israel. Ia memuji
Tuhan dan mempersembahkan korban bagi Allah Israel (Kel 18:12).

Mengapa ada orang non-Yahudi dan non-Kristen bisa mengenal Allah, bahkan disebut
imam? Sebab Tuhan yang menulis Taurat-Nya di dalam hati mereka (Rm. 2:15).
Mereka bisa menjadi orang-orang yang berprestasi moral yang baik menurut kitab
yang mereka miliki, yang akan menjadi tolok ukur penghakiman bagi mereka (Why.
20:12–13). Penghakiman yang digambarkan di sini diselenggarakan tidak
berdasarkan iman kepada Juruselamat, tetapi berdasarkan perbuatan (Rm. 2:6).
Tentu ini berlaku bagi mereka yang tidak pernah mendengar Injil. Dalam hal ini,
akan ditemukan orang-orang yang memiliki kasih kepada sesamanya dalam standar
masing-masing, sesuai dengan hukum yang tertulis dalam "kitab-kitab itu".

Siapa berani mengatakan orang sesaleh Ayub masuk neraka? Tuhan itu Mahaadil. Ia
memberi peluang bagi orang-orang yang tidak pernah mendengar Injil, apakah
mereka memperoleh perkenanan-Nya atau tidak. Jadi penghakiman Allah tidak hanya
untuk menujukkan kesalahan atau menjatuhkan hukuman. Ia bukan Allah yang kejam.
Ia akan menunjukkan keadilan-Nya bagi orang-orang yang dipuji-Nya sebagai tidak
bercela, seperti Ayub (Ayb. 1:8).

Berarti kita harus menerima bahwa nanti ada banyak orang yang tidak pernah
menjadi bangsa Israel, tidak pernah menjadi Kristen, dan tidak pernah dicap
sebagai orang saleh menurut kacamata orang Yahudi dan orang Kristen, tetapi
memasuki kehidupan yang akan datang. Merekalah orang-orang yang melalui
penghakiman lalu diperkenankan masuk sebagai masyarakat dalam dunia yang akan
datang di langit dan bumi yang baru. Tidak mungkin Tuhan menulis Taurat-Nya di
dalam hati manusia hanya sekedar untuk pajangan dan tidak berdampak bagi
manusia.


Kita harus menerima kenyataan bahwa ada orang yang memperoleh perkenanan
Allah melalui penghakiman-Nya lalu memasuki kehidupan yang akan datang.


Dimodifikasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit.
http://virtuenotes.blogspot.com/

Apa Kata Tuhan Tentang Cinta?

Apa kata Tuhan tentang cinta?

1. Cinta adalah pencipta keindahan terhebat (Tim 2:9-10)

2. Cinta adalah suatu wujud keinginan; dalam niat dan tindakan (1 Yoh 3:18)

3. Cinta harus menjadi dasar dari segala sesuatu (1 Kor 13:3)

4. Rumus untuk mencapai hubungan yang sukses: Perlakukan semua bencana seperti masalah sepele, tetapi jangan pernah memperlakukan masalah sepele seperti sebuah bencana. (Filipi 4:5)

5. Tidak ada yang dapat mengimbangi besarnya nilai kenangan bersama: kenangan melalui masa sulit bersama (2 Tim 1:2-3)

6. Kita dapat menjaga kehidupan cinta kita bila menjadikannya sebagai prioritas dalam kehidupan kita. (Kid 4:16)

7. Cinta selalu percaya akan adanya mukjizat. (Roma 8:28)

8. Cinta membuat segala sesuatu menjadi ringan. (Mat 11:28)

9. Ketika cinta harus menanggung sesuatu, ia tidak akan dianggap sebagai beban. (Mat 11:30)

10. Cinta memberikan segala - galanya dengan tidak mengharapkan balasan.(Yoh 3:16)

11. Cinta kekanak-kanakan berkata: "Aku mencintaimu karena aku membutuhkanmu."
Cinta dewasa berkata: "Aku membutuhkanmu karena aku mecintaimu." (1 Yoh 3:16)

12. Cinta memang benar seperti yang terdengar, terlihat, tertulis, dan dibicarakan banyak orang. Cinta patut diperjuangkan dengan mempertaruhkan semua yg ada untuk mendapatkannya. (1 Yoh 3:1)

13. Cinta adalah suatu pencarian (Gal 5:14)

14. Kebiasaan terlihat indah di dalam cinta. (2 Kor 8:12)

15. Keuntungan cinta pada pandangan pertama adalah memperlambat pandangan yang kedua. (Roma 5:8)

16. Cinta adalah satu-satunya gairah yang memasukkan kebahagiaan orang lain dalam mimpinya. (Yoh 14:1-3)

17. Cinta adalah satu-satunya usaha yang sangat boros: meskipun cinta itu diberikan, dibuang, disebarkan, dikosongkan dari perbendaharaan anda, anda akan memiliki lebih banyak dari semula. (Luk 6:38)

18. Untuk mencintai seseorang, kita hanya dapat megharapkan kebaikan baginya. (1 Kor 10:24)

19. Cinta mengubah semua hati yang keras menjadi lembut. (Roma 8:6)

20. Kebersamaan menguatkan cinta. (Fil 1:7)

21. Ketidakhadiran mempertajam cinta. (2 Tim 1:4)

22. Cinta adalah apa yang telah kita alami bersama dengan seseorang. (KIS 20:31-32)

23. Hargailah kebajikannya. Jangan terlalu melihat kesalahan-kesalahannya.(Kid 5:16)

24. Bagaimana aku dapat mencintaimu? Izinkan aku melakukan banyak hal untuk menunjukkan cintaku. (Hosea 3:1)

25. Pembicaraan intim dengan pasangan dapat meringankan beban perjalanan yang penuh dgn tantangan.(Kid 4:1)

26. Pertahankan hal-hal yang sudah disetujui bersama dan rundingkan hal-hal yang dapat dikompromikan. (Filipi 2:4)

27. Cinta bukan hanya saling memandang satu sama lain, namun bersama-sama melihat pada satu tujuan. (KIS 2:44-45)

28. Cinta memenuhi dan menyelesaikan banyak hal ketika salah satu dari pasangan tidak berdaya dan tidak berpengharapan. (Pengkhotbah 4:10)

29. Tidak ada satu bagianpun yang ada padamu yang tidak aku ketahui, tidak kuingat, dan tidak kuinginkan.(Kid 5:2)

30. Tiada hubungan yang tidak bermasalah. (Pengkhotbah 7:29)

31. Cinta berani mengambil resiko untuk melihat impian pasangan anda menjadi kenyataan. (1 Pet 3:6)

32. Kita dapat memberi tanpa mengasihi, tetapi kita tidak dapat mengasihi tanpa memberi. (Ams 20:22)

33. Cinta memerintah tanpa pedang. Cinta mengikat tanpa tali. (2 Kor 3:17)

34. Anda tidak bisa membuat saya berduka bila saya memiliki cinta. (Roma 8:1-2)

35. Tidak ada yang kalah atau menang dalam suatu konflik, tetapi itu akan menjadi terobosan baru menuju pengertian yg lebih baik satu sama lain.(Roma 13:10)

36. "Aku mencintaimu". Itu berarti: "kamu, kamu, kamu dan hanya kamu seorang." (1 Pet 3:7)

37. Pernikahan bagaikan proses pembedahan karena sifat ingin dipuji dari seorang wanita dan sifat mementingkan diri sendiri dari seorang pria diambil tanpa memakai obat bius. (1 Kor 13:5)

38. Pernikahan adalah petualangan menuju keintiman, sedangkan keintiman adalah keterbukaan seseorang terhadap yang lain. (Roma 12:9)

39. Tujuan pernikahan bukan untuk mempunyai pikiran yang sama, tetapi bagaimana supaya berpikir secara bersama-sama. (Ef 4:3)

40. Pernikahan yang sukses membutuhkan jatuh cinta berulang kali kepada orang yang sama. (1 Pet 1:22)

Intinya: Ada 2 cinta. Cinta yg didasari oleh Firman Tuhan, dan cinta yg didasari oleh hawa nafsu, pikiran sendiri.

~Tanamkan didalam pikiran dan hati kita. Cinta yg benar adalah cinta yg slalu memberi kasih sayang dan saling berbagi.
~Ingat, ketika seseorang semakin dewasa dalam Tuhan, otomatis cinta yg dia berikan pd pasangannya, adalah cinta yg murni. Krn dia memiliki pikiran Kristus. Dimana, harus ada kebenaran dan kekudusan hidup!


Jadi cintailah cinta dgn benar, jgn merusakkannya hanya dgn hawa nafsu anda.