Sabtu, 30 Oktober 2010

Pengorbanan Bapa

Pengorbanan Bapa

Seperti biasanya setelah beberapa nyanyian pujian pada Kebaktian Minggu petang, Pendeta gereja itu per-lahan2 berdiri dan berjalan menuju mimbar. Namun kali ini sebelum ia memulai kotbahnya, secara singkat ia memperkenalkan seorang Pendeta tamu yang hadir pada Kebaktian petang itu.

Dalam ucapan perkenalan itu si Pendeta menyebutkan bahwa Pendeta tamu tersebut adalah teman karibnya sewaktu ia masih kanak2 dan ia meminta kepadanya untuk memperkenalkan dirinya kepada. Jema'at dan berbagi sedikit pengalaman yang mungkin bermanfaat untuk disampaikan dalam Kebaktian petang itu.
Kemudian Pendeta tua itu mengayunkan langkahnya menuju keatas mimbar dan mulai berbicara.

"Seorang ayah dan anaknya serta seorang teman dari anaknya itu pergi berlayar di Pantai Lautan Pasifik, ketika angin topan dahsyat menghalangi usaha mereka untuk kembali ketepi pantai," demikian ia memulai ceritanya. "Gelombang ombak sedemikian besar dan kerasnya membuat sang ayah yang walaupun adalah seorang pelaut yang handal, tidak dapat menguasai kapal layarnya lagi dan kapal itupun terbalik menenggelamkan mereka bertiga kedalam air."



Pendeta tua itu berhenti sejenak dan beradu pandangan dengan 2 orang anak remaja duduk didepan mimbar yang sejak mulai Kebaktian kelihatannya sangat tertarik dengan ceritanya.

Pendeta tua itu mulai meneruskan ceritanya, "Dengan memegang pelampung penyelamat bertali, sang ayah harus membuat keputusan yang paling krusial dalam hidupnya : kepada siapa ujung tali pelampung itu harus di lemparkan. Ia hanya mempunyai beberapa detik untuk memutuskan. Sang ayah tahu bahwa anaknya adalah seorang Kristen sedangkan teman anaknya itu bukan."



"Gelombang yang ganas tidak dapat lama2 menunggu keputusan sang ayah sehingga ia segera melemparkan ujung tali pelampung itu kepada teman anaknya sambil berteriak, 'Anakku, aku mencintaimu, nak!'
Pada saat sang ayah menarik teman anaknya itu kembali ke kapal yang terbalik itu, anaknya sendiri sudah menghilang ditelan oleh ganasnya gelombang dimalam yang kelam itu. Dan tubuhnya tidak pernah diketemukan lagi.



Kedua anak remaja yang duduk didepan mimbar tersebut dengan cemas tidak sabar lagi menunggu lanjutan cerita yang keluar dari mulut Pendeta tua itu.



Pendeta tua melanjutkan, sang ayah tahu bahwa anaknya berangkat menuju ketempat kekal ber-sama2 dengan Yesus dan ia tidak dapat membayangkan apa jadinya kalau teman anaknya itu yang harus berangkat tidak ber-sama2 dengan Yesus. Itulah sebabnya ia mengorbankan anaknya sendiri untuk menolong teman anaknya itu."

"Betapa besarnya kasih Allah sehingga Ia harus melakukan hal yang sama untuk kita. Allah Bapa Surgawi sudah mengorbankan Anak TunggalNya supaya kita bisa diselamatkan. Saya mohon supaya kalian semua bersedia menerima tawaranNya untuk menolong anda dan memegang erat ujung tali pelampung penyelamat yang Dia lemparkan kepada anda dalam kebaktian ini."



Keheningan memenuhi ruangan gereja begitu Pendeta tua tersebut kembali ketempat dan duduk di kursinya.

Setelah kebaktian selesai, kedua anak remaja yang duduk didepan mimbar tadi datang menemui Pendeta tua. Salah seorang darinya dengan sopan berkata, "Itu tadi adalah suatu cerita yang sangat bagus tapi saya rasa tidak realistis karena sangat tidak masuk akal bagi seorang ayah yang rela mengorbankan anaknya sendiri dengan harapan bahwa teman anaknya itu akan menjadi Kristen."

"Yah, mungkin kamu benar dari sudut pandangmu," jawab Pendeta tua itu sambil melirik ke Alkitabnya yang sudah lusuh. Kemudian dengan senyuman yang melebar diwajahnya ia memandang kedua anak remaja itu dan berkata," Nampaknya tidak realistis, bukan? Tetapi saya berdiri disini hari ini untuk mengatakan kepada kalian bahwa dari pengalaman cerita saya tadi, saya benar2 tahu bagaimana perasaan dari Allah Bapa yang sudah mengorbankan AnakNya bagi saya. Ketahuilah bahwa... sebenarnya saya ini adalah ayah dari anak dalam cerita saya tadi dan Pendeta kalian disini adalah teman anak saya itu."

"Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkanNya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?"
(Roma 8:32)

The Vision

The Vision
Penyingkapan Masa Depan

Edisi akhir zaman kali ini kita akan membahas tentang penglihatan (vision)
seorang hamba Tuhan bernama David Wilkerson pada tahun 1958 dan 1973 yang lalu.
Vision ini merupakan penglihatan tentang apa yang akan terjadi di hari-hari
terakhir dunia ini menjelang kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali.


Sebagai umat yang sedang menantikan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali, kita
tidak boleh mengabaikan vision ini, sebab sekalipun penglihatan ini didapat
sekitar 52 dan 37 tahun yang lalu, sebagian besar penglihatan-penglihatan
tersebut sudah tergenapi hari-hari ini.


Ingat, segala penglihatan ini ditulis pada tahun 1970-an dimana dunia berada
pada tahun-tahun yang paling makmur yang pernah terjadi dalam sejarah umat
manusia, perekonomian masyarakat dunia (terutama Amerika Serikat) pada posisi
paling maju dan subur. Meskipun penghematan sedang digalakkan, manusia tetap
menghambur-hamburkan uang dengan sebebas-bebasnya.

Berikut garis besar apa yang David Wilkerson lihat tentang hari-hari ini :

Pada bulan April 1973, sebuah vision dari Tuhan datang kepada saya dengan pesan
yang begitu jelas dan tepat seperti berikut ini: Akan terjadi kekacauan ekonomi
dan tahun-tahun yang penghasilannya kurang sudah berada di depan. Akan ada
tahun-tahun yang makmur dan berlimpah, tetapi cuma singkat untuk persiapan bagi
tahun-tahun miskin itu. Bekerja dan berdoalah agar melunasi semua hutang dan
siap sedialah untuk potongan-potongan yang drastis dalam anggaran. Uang tidak
akan mengalir seperti tahun-tahun yang lalu, dan jika kamu telah bebas dari
semua hutang, kamu dapat menemukan program kerjamu, meskipun dalam tahun-tahun
yang sukar. Jangan gelisah – jangan takut – hanya siap sedialah untuk itu!

Kebangkrutan perusahaan-perusahaan besar

(Perhatikan penglihatan berikut, hampir-hampir sudah tergenapi
semuanya).

Saya percaya bahwa kita akan menyaksikan kebangkrutan beberapa
perusahaan yang paling besar dan terkenal di Amerika. Akibatnya beribu-ribu
perusahaan kecil akan dipaksa untuk bangkrut juga. Kesulitan keuangan akan
mencetuskan gelombang ketidakpastian dan ketakutan. Saya melihat berbagai
perwakilan pemerintah yang membuat keputusan-keputusan yang terdorong rasa panik
– tetapi usaha yang tergesa-gesa itu untuk menyelamatkan keadaan ekonomi itu
akan sia-sia. Yang paling banyak menderita kerugian adalah perusahaan mobil.
Pembuat mobil-mobil mewah akan rugi besar-besaran. Inventaris barang dan
peralatan akan menumpuk, dan penjualan akan menurun secara drastis. Hampir semua
kegiatan ekonomi, akan suram. Mula-mula hanya beberapa saja – tetapi akhirnya
akan mempengaruhi hampir semua industri.


Jika seorang mendapatkan mandat yang jelas dari Allah untuk membangun
atau mengembangkan usahanya – maka dia harus meneruskannya. Tetapi dia harus
yakin betul bahwa dia bertindak dengan pengarahan yang positif dan jelas dari
Allah. Kalau tidak, proyeknya tidak bisa bertahan dan dia akan mengalami
kebangkrutan.


Serikat buruh akan menghadapi tekanan-tekanan baru untuk tidak
mengadakan pemogokan. Pekerja-pekerja tidak bisa meninggalkan pekerjaannya lagi,
meskipun untuk satu minggu saja. Pemerintah akan bertindak keras terhadap para
pemogok. Inflasi akan memaksakan suatu krisis baru antara buruh dan pimpinan,
dan pemogokan oleh anggota-anggota serikat buruh di beberapa daerah akan
mengakibatkan penutupan pabrik-pabrik dan pengangguran yang hebat sekali.
Detil-detilnya tidak begitu jelas bagi saya – tetapi saya melihat
masalah-masalah yang rumit bagi serikat buruh di masa mendatang. Kesejahteraan
buruh hanyalah sebuah khayalan, dan di masa depan hanya ada kesukaran.


Kerusuhan dan demonstrasi meningkat

Akan terjadi satu gelombang kekacauan ekonomi, yang mengakibatkan
program bantuan sosial akan dihentikan dan dibatasi, golongan minoritas akan
paling banyak merasakannya. Pengurangan ini, bersama-sama dengan pembatasannya
banyak proyek pemerintah lainnya, akan menyebabkan pengangguran yang menyeluruh
yang akan menghasut serentetan demonstrasi, kerusuhan, dan ketidaktertiban dalam
masyarakat. Saya tidak menyukainya dan berdoa semoga Allah melindungi kita.
Namun kini saya lebih yakin lagi bahwa yang terburuk masih akan terjadi.


Gereja tidak akan luput

Di rumah Tuhan, banyak gereja akan bangkrut dan sejumlah lembaga
pengutusan Injil dan organisasi gereja bebas harus menarik diri. Hampir semua
pelayanan rohani lewat radio dan TV akan dihentikan.


Pendeta-pendeta yang membangun gedung-gedung mahal atas nama Allah,
tanpa mandat yang jelas, akan sangat terpukul. Mereka yang menjalankan
usaha-usaha yang mementingkan diri sendiri, yang terlibat dalam pembangunan
besar-besaran dengan biaya yang besar sekali, dan yang tidak berjalan sesuai
dengan kehendak Allah yang sempurna, mereka akan menghadapi bencana keuangan
yang hebat.


Ketika saya pertama kali menerima vision ini, saya berdebat sendiri
bahwa saya tidak berani menghalangi inisiatif dan visi orang lain yang ingin
melakukan hal-hal besar bagi Allah dan yang dalam melakukannya harus menanamkan
sejumlah besar uang. Saya telah mengalami kepuasan karena membangun untuk
memuliakan Allah. Saya selalu mengkhotbahkan iman dan tindakan yang positif, dan
saya tidak berani menasehatkan seorang anak Tuhan untuk menarik diri atau
menunda, jika Allah telah memberi mereka petunjuk yang jelas untuk maju.


Tetapi vision ini begitu jelas bagi saya sehingga saya harus
mengutarakannya. Saya merasakan adanya perintah ilahi untuk memperingatkan para
pendeta dan organisasi gereja untuk meninjau kembali semua program perluasan dan
proyek yang memakan biaya yang besar. Ada beberapa program pembangunan yang
harus ditunda atau dibatalkan.


Saatnya telah tiba bagi organisasi Kristen untuk lebih memikirkan
keadaan orang-orang daripada keadaan bangunan gedung. Perkembangan terpenting
selama tahun-tahun melarat di depan kita haruslah dalam bidang pelayanan orang
terhadap orang. Sudah pasti banyak organisasi gereja akan dapat bertahan dalam
tahun-tahun buruk itu dengan hanya membayar bunga atas hutang-hutang mereka yang
besar. Hal ini akan mengakibatkan percekcokan yang terus menerus untuk
mengumpulkan dana hanya untuk mencukupi anggaran pemeliharaan, hal mana akan
merugikan usaha-usaha pekabaran Injil.


Suatu Sistem Moneter Dunia yang Baru

Akan ada himbauan untuk mengubah semua sistem keuangan di dunia
menjadi satu sistem yang beragam. Meskipun kelihatannya dollar Amerika akan
menjadi lebih kuat sebelum resesi besar-besaran itu, suatu krisis baru akan
timbul yang akan menggemparkan seluruh dunia keuangan.


Saya percaya bahwa kekaisaran Romawi yang dibangun kembali akhirnya
akan menjadi landasan kekuatan untuk seorang pemimpin dunia yang akan muncul
untuk memulihkan susunan ekonomi. Pasti, dia akan mendirikan suatu sistem "kartu
kredit berjalan" di seluruh dunia (kartu kredit yang ditanam di tubuh).
Angka-angka yang tidak bisa dilihat akan dituliskan di dahi dan lengan atas, dan
hanya dengan sebuah alat yang khusus angka-angka tersebut dapat terlihat.
Angka-angka itu dapat ditunjukkan dalam tiga kelompok yang masing-masing terdiri
dari enam angka. "Tanda" ini akan dituntut oleh semua orang dan tidak seorang
pun dapat membeli atau menjual tanpa angka cacah yang tak kelihatan itu.


Akan diperkembangkan semacam kredit sistem dunia dan bangsa-bangsa
akan dapat memakai kredit-kredit ini dalam jumlah yang besar. Meskipun suatu
sistem keuangan dunia masih jauh di depan, tetapi suatu sistem kredit dunia
antara bangsa-bangsa akan segera terjadi. Sistem kredit ini akan menetapkan pola
dasar bagi sistem keuangan dan perdagangan dunia yang diatur oleh suatu komisi
internasional yang berkuasa. Pedoman yang ketat untuk perdagangan internasional
akan timbul dan sebuah "pasar dunia" akan dikendalikan dengan seksama oleh
kepentingan negara-negara besar.


Dengan terus terang – kita akan segera menyaksikan perkembangan
kebijaksanaan perdagangan dunia yang diawasi oleh sekretaris jenderal yang
diberi wewenang dan kuasa yang tak pernah terjadi sebelumnya oleh semua bangsa
yang terlibat dalam perdagangan internasional.


Orang yang banyak menghamburkan uangnya untuk membeli barang-barang
yang tidak perlu akan paling menderita. Sekarang bukan waktunya untuk berhutang.
Tetapi sekarang saatnya untuk bersiap sedia, untuk membereskan dan membebaskan
diri dari tanggung jawab keuangan yang berat, sebisa mungkin lunasi hutang
kredit Saudara. Jangan bangga dengan kartu kredit Saudara, sebab kemunduran dan
kekacauan ekonomi akan menjerat banyak orang yang belum siap menghadapi
akibat-akibatnya.


Penimbunan tidak akan menolong

Bukan waktunya untuk menimbun uang, karena tidak bisa menjamin
keamanan. Mungkin juga kita menghadapi waktu di mana tabungan pemerintah tidak
akan dibayar.


Itulah waktunya di mana orang Kristen harus berdoa tentang
pemberiannya kepada gereja dan keperluan penginjilan. Setiap keping yang
diberikan untuk pekerjaan Allah sekarang ini, harus diberikan dengan maksud yang
tulus. Pemberian yang sembarangan kepada Allah dan pengembalian persepuluhan
dengan motivasi untuk menentramkan suara hati tidak akan diterima oleh Tuhan.
Mereka yang menaati perintah Firman Allah dan memberi dengan sukarela selama
tahun-tahun makmur ini tidak akan minta-minta sesuap nasi selama tahun-tahun
miskin itu. Mereka yang melihat datangnya masa-masa sukar dan mempersiapkan diri
adalah orang yang bijak.


Jangan sekali-kali menipu Allah. Jagalah agar pembukuan Saudara cocok
dengan Surga. Keamanan Saudara di masa mendatang bergantung padanya. Berilah
dengan murah hati kepada penginjilan dan menyokong pekerjaan gereja yang sah.
Berilah dan akan dikembalikannya kepadamu.



Berhematlah selama masa kelimpahan ini

Saat ini kita berada di masa kelimpahan, dan saya mempunyai sedikit
nasihat dari Tuhan bagi Saudara yang percaya akan pesan ini. Jangan membeli apa
yang tidak diperlukan. Hindarkan diri terlibat dalam hutang – jika mungkin,
jangan berhutang sama sekali (Roma 13:8). Jika terlanjur memilikinya, lunasilah
sebanyak mungkin hutang Saudara.


Jangan panik – tetapi waspadalah. Usahakanlah agar pengeluaran uang
Saudara mencapai titik minimumnya. Jika Saudara memiliki kendaraan, pakailah
terus kendaraan tersebut, jangan mengharapkan untuk menukarnya untuk masa yang
lama. Tetaplah memakainya! Batasi anggaran Saudara.


Akan terjadi perubahan iklim yang drastis

Sebaiknya dunia ini mempersiapkan diri untuk perubahan cuaca yang
hanya dapat diterangkan sebagai sesuatu yang "melebihi kodrat alam". Dunia akan
menyaksikan permulaan kesusahan besar yang diakibatkan okeh perubahan cuaca yang
paling drastis, gempa bumi, banjir, bencana yang dahsyat yang melampaui segala
sesuatu yang pernah terjadi. Kekuatiran akan gempa menjadi ketakutan yang utama
dalam tahun-tahun mendatang.


Cuaca akan makin sulit diramalkan. Angin rebut yang tiba-tiba bisa
muncul tanpa ada tanda-tandanya terlebih dulu. Saya percaya bahwa kita telah
melalui titik yang tiak bisa balik. Hampir setiap ramalan cuaca diberikan dengan
menggunakan kata-kata seperti "tidak dapat dipercaya", "apa yang sedang
terjadi?", "penumbangan rekor", "aneh", "mengagumkan", "tak dapat diramalkan",
"tidak sesuai dengan musim", "tidak disangka-sangka", dan "luar biasa". Tapi
orang yang bijaksana akan mengetahui bahwa Allah yang mengerjakan semua kejadian
aneh ini dan sedang melepaskan amukan alam untuk memaksa manusia memikirkan
nilai-nilai kekekalan. Reaksi alam yang hebat ini akan dipakai oleh Allah untuk
memperingatkan manusia akan hari penghakiman dan murka yang akan datang itu.


Orang-orang jujur di mana-mana merasa bahwa ada kekuasaan yang sedang
bekerja di alam. Dan meskipun kebanyakan orang mengharapkan keadaan akan normal
kembali, ada juga orang lain, seperti saya ini, yang benar-benar yakin bahwa
kita baru menyaksikan permulaan cuaca yang tidak bisa diramalkan dan aneh serta
bencana-bencana yang akan datang.


Gempa bumi

Bumi akan bergoncang, dan akan terjadi sejumlah besar gempa bumi di
berbagai tempat di dunia ini. Laboratorium yang berkaitan dengan gempa bumi
hampir setiap hari mencatat getaran-getaran dan goncangan-goncangan susulan yang
melanda seluruh dunia. Inilah semacam penghukuman yang tidak bisa diterangkan
oleh para cendekiawan. Inilah campur tangan ilahi dalam urusan manusia. Inilah
tindakan Allah yang menyebabkan malapetaka dan penghukuman atas manusia, agar
manusia bertobat dan menghormati Allah lagi. Hal ini dapat terjadi setiap saat,
dan tidak ada yang dapat menghalanginya. Manusia hanya akan berdiri dan
memandang dengan kagum dan penuh ketakutan ketika kuasa Allah ditunjukkan dalam
gempa bumi itu.





Kelaparan

Dunia dalam generasi kita ini akan menghadapi masa depan yang
menakutkan akan pertambahan penduduk yang lebih cepat daripada persediaan
makanan. Kita sudah terlampau jauh ketinggalan untuk bisa mengatasinya.
Akibatnya, akan terjadi bahaya kelaparan dan berjuta-juta orang akan mati
kelaparan.


Tahun-tahun bencana berada di depan kita dengan kekeringan, banjir,
dan bencana alam yang memusnahkan sejumlah besar produksi makanan dunia. Dunia
telah menghadapi bahaya kelaparan dan kekeringan sebelumnya – tetapi kali ini
keadaannya akan berbeda. Dalam tahun-tahun yang lalu, dunia pulih kembali ketika
panen yang baik terjadi. Sekarang ini kita tidak bisa pulih kembali! Keadaan
hanya akan bertambah buruk. Dan karena penduduk yang terlampau banyak, kita
tidak akan bisa mengimbanginya.


Tidak diragukan lagi bahwa inilah yang dinubuatkan Firman Allah
sebagai bahaya akhir zaman yang terdapat dalam kitab Yoel 1:15-20 "Hari TUHAN
sudah dekat, hari yang mengerikan; saat yang Mahakuasa mendatangkan kehancuran.
Makanan habis binasa di hadapan mata kita…"

Alam akan melampiaskan kemarahannya dengan semakin hebat. Akan terjadi
waktu-waktu kelegaan yang singkat, tetapi hampir setiap hari manusia akan
menyaksikan amukan alam di segala tempat di bumi ini. Perubahan-perubahan yang
luar biasa ini jauh melebihi segala sesuatu yang pernah dialami di masa lampau.
Banjir, angin ribut, dan tornado akan menghancurkan panen, ternak, dan
margasatwa, serta menyebabkan harga makin meningkat sehingga ada ahli yang
mengatakan bahwa alam telah kehilangan keseimbangannya. Pilot-pilot kapal
terbang akan melaporkan keadaan penerbangan yang terburuk dalam sejarah
penerbangan. Badai-badai yang paling hebat akan terjadi. Dana bencana dan
musibah akan hampir habis. Perusahaan asuransi akan mengalami kerugian besar.
Kerusakan yang disebabkan gempa saja akan menghabiskan hampir semua dana
bencana. Dana yang bisa dipikul pemerintah sangat terbatas. Dana yang tidak
terbatas tidak bisa didapat, bangsa-bangsa akan menyadari bahwa tidak ada
satupun dapat menjadi tempat berlindung kecuali Allah.


Berjangkitnya wabah

Setelah bahaya kelaparan, banjir, dan gempa, umat manusia masih
menghadapi penyakit menular. Dalam berbagai negara yang belum berkembang akan
berjangkit wabah kolera secara besar-besaran. Persediaan bahan makanan dan
obat-obatan tidak akan mencukupi untuk memberantas masalah yang terus menerus
itu, dan banyak akan meninggal tanpa memperoleh pertolongan, persediaan
obat-obatan hanya untuk sebagian kecil saja dari mereka yang sedang dalam
keadaan kritis.


Tanda-tanda Ajaib di Langit

Alkitab bernubuat bahwa pada zaman akhir akan nampak tanda-tanda aneh
di langit – darah, api, gumpalan asap (Yoel 3:10). Saya tidak tahu makna
sesungguhnya dari penglihatan Yoel tersebut, tetapi saya tahu bahwa apa yang
saya saksikan memperkuat setiap nubuatnya. Roh Kudus menegaskan di dalam hati
saya bahwa nubuat nabi Yoel akan benar-benar bisa dilihat dan dialami oleh
generasi kita ini. Saya percaya bahwa nabi-nabi itu melihat badai kosmik yang
sangat hebat sehingga orang-orang di dunia ini dapat melihat bola-bola api yang
meluncur di angkasa dengan meninggalkan jejak kabut dan komet-komet yang melaju
melintas atmosfir lalu jatuh ke bumi.


Banjir Kemesuman

"…Tetapi celakalah bumi dan laut, sebab Iblis sudah turun kepadamu
dengan amarah yang sangat besar, karena ia tahu bahwa waktunya tinggal sedikit
lagi." (Why 12:12)

Kemerosotan moral yang besar akan terjadi

Saya percaya bahwa iblis akan berusaha mencapai sasarannya untuk
menyesatkan manusia dengan menciptakan suatu kemerosotan moral besar-besaran.
Iblis akan membuka pintu-pintu neraka dan berusaha membanjiri dunia dengan
kemesuman erotik, kecabulan dan hawa nafsu, dengan membawa serta ketelanjangan,
perbuatan yang tak wajar dan banjir kemesuman.


Dunia ini akan bermandi kekotoran yang begitu hebat sehingga hati dan
pikiran orang Kristen sejati merasa tersiksa. Alkitab mengatakan bahwa jiwa Lot
menderita baik malam maupun siang oleh hal-hal yang dilihatnya dan didengarnya
di Sodom (II Pet 2:8). Tidak lama lagi orang Kristen akan dihadapkan dengan
kemesuman dan hawa nafsu yang begitu keji sehingga untuk bertahan mereka harus
berpegang teguh kepada Allah. Mereka yang bersikap netral akan gagal sama
sekali. Mereka yang tidak mau masuk ke dalam bahtera keselamatan Allah akan
terhanyut oleh banjir kemesuman ini.


Waspadalah dengan TV Anda!

Saya melihat jaringan TB yang besar-besar akan terlibat dalam
kemerosotan moral ini. Saya melihat bahwa program televisi tidak lama lagi akan
menampilkan adegan-adegan dada terbuka. Memang pada awalnya adegan-adegan
tersebut akan mendapat reaksi "keprihatinan", namun lama kelamaan reaksi
tersebut akan mereda, sehingga akan disusul dengan adegan-adegan yang lebih
seronok lagi… Yang anehnya, Saya melihat beberapa rohaniawan akan menyambut
gembira melihat ketelanjangan di layer TV. Mereka akan berusaha untuk
menerangkannya sebagai perkembangan yang sehat dan normal, dan tidak akan
berusaha untuk menghentikannya.


Waspadalah dengan TV Anda! Hal-hal porno dan sadisme akan
dipertunjukkan di layar TV oleh beberapa stasiun tertentu untuk acara lewat
tengah malam. Televisi sudah merupakan sasaran para penjual film-film dan
acara-acara bertemakan seks. Disamping juga pertumpahan darah, kekerasan,
praktek-praktek ilmu klenik dan sihir. Roh-roh setan, iblis dan ilmu sihir akan
dipermuliakan. Juga film-film akan menyemarakkan pemerkosaan, bunuh diri, dan
kekerasan seks secara massal yang berakhir dengan kematian sebagai klimaksnya.


Hal baru dalam film-film porno ialah apa yang disebut "dokumentasi"
mengenai kegiatan homoseks secara massal dan pembunuhan yang menegangkan.
Film-film tersebut akan diiklankan sebagai kejadian-kejadian betul yang
dilakukan berulang-ulang, tetapi sebenarnya itu hanyalah percabulan yang
sesungguhnya!

Waspadalah dengan bacaan Saudara!

Penjualan Koran dan majalah tidak lama lagi akan menjual
majalah-majalah seks dengan terus terang, sehingga membuat majalah Playboy
kelihatan sangat sopan, parahnya majalah-majalah ini akan dibeli oleh anak-anak.
Para penggoda, penulis bacaan porno dan orang yang berpikiran jahat akan
meremehkan hukum dan wewenang pejabat setempat. Dengan tidak tahu malu mereka
menjual percabulan, kemesuman dan pornografi mereka. Mereka akan membuka banyak
sekali panti pijat, pertunjukkan "mengintip" , dan studio-studio peragawati.


Memang akan ada penentangan dari masyarakat, dan pembuatan
undang-undang melawan pornografi, namun itu hanya akan merupakan usaha
pembasmian yang berumur singkat saja, dan dengan dukungan yang akan terus
merosot.


Serangan yang bertubi-tubi dari seks dan ketelanjangan oleh semua
media akan menyiksa jiwa dan pikiran orang Kristen yang paling saleh. Karenanya
kasih banyak orang akan menjadi dingin, dan menimbulkan ketidakacuhan dan
ketidaksetiaan. Juga akan menjadi penyebab kemurtadan yang hebat. Cuma sedikit
orang yang menentang banjir kemesuman itu dan mereka akan dipandang sebagai
"orang kolot" dalam masyarakat yang "maju" dan gereja yang menyesuaikan diri
dengan dunia.

Pendidikan Seks akan Terlibat

Pendidikan seks di sekolah lanjutan atas dan perguruan tinggi akan
mempertunjukkan perbuatan seks itu lewat film. Diagram-diagram yang kini dipakai
akan menjadi kartun hidup. Saya ramalkan bahwa tidak lama lagi siswa-siswa
sekolah lanjutan atas dan mahasiswa akan diberi pendidikan seks dengan
menunjukkan film-film yang menggambarkan permainan cinta dan persetubuhan.
Film-film itu akan diiklankan sebagai "dibuat dengan citarasa yang baik" oleh
para ahli.


Kepada para siswa akan diajarkan bahwa percintaan homoseks itu wajar
dan bahwa perbuatan seks sebelum perkawinan diperlukan "Jika mereka saling
menghargai."

Berjaga-jagalah karena film kartun "seks" akan merupakan pembaharuan
yang berikut dalam pendidikan seks di sekolah. Pada mulanya adegan seks sangat
lemah dan tak menonjol, tetapi lama kelamaan film pendidikan berbentuk kartun
ini akan lebih tegas dan erotis.

Dosa Sodom akan Datang

Dosa Sodom akan diulang kembali dalam generasi kita. Dari semua dosa yang
dilakukan Sodom, maka yang paling menyedihkan adalah serangan homoseksual dari
gerombolan orang-orang Sodom yang berusaha memperkosa orang-orang yang tidak
berdosa, penglihatan ini menyebabkan saya merasa takut akan masa depan anak-anak
kita. Hanya ada dua kekuatan yang menahan para homoseks agar tidak terhanyut
sama sekali dalam dosa mereka, yaitu penolakan oleh masyarakat dan ajaran
Gereja. Tetapi setelah masyarakat tidak lagi menentang dosa mereka dan menerima
ketidakwajaran itu, dan gereja tidak lagi berkhotbah menentangnya sebagai dosa,
maka tidak ada lagi kekuatan yang menghalangi mereka, dan dalam penglihatan saya
melihat dua penghadang tersebut disingkirkan. Ketika semua penghalang
disingkirkan, maka akan menyusul keadaan yang kacau balau.


Usaha Terakhir Menyesatkan Umat Pilihan

Saya telah melihat para pengikut Yesus dalam zaman ini sebagai
"Orang-orang Kristen terakhir". Iblis akan datang sebagai malaikat terang yang
begitu cerdik dan kelihatan tidak berbahaya, sehingga hanya sedikit saja yang
menyadari apa yang sedang terjadi atas diri mereka. Dia akan menyamarkan semua
aktivitasnya dan berusaha untuk menyesatkan orang Kristen dengan pencobaan yang
sebenarnya tidak salah, tetapi jika disalahgunakan maka akibatnya akan
mencelakakan.


Pencobaan utama untuk orang-orang Kristen akhir zaman ini adalah
kemakmuran. Alkitab memperingatkan bahwa pada akhir zaman banyak orang Kristen
mengikut Tuhan hanya setengah hati saja, mereka akan kaya dan makmur sehingga
tidak memerlukan apa—apa lagi. Memang tidak jahat atau berdosa untuk menjadi
kaya dan berhasil. Kebanyakan tokoh-tokoh Alkitab di Perjanjian Lama adalah
orang-orang yang kaya. Abraham mempunyai ternak amat banyak dan kaya dalam emas
dan perak. Ayub kaya luar biasa dan memiliki 7000 kambing domba, 3000 unta, 500
pasang sapi, 500 ekor keledai betina, juga mempunyai banyak pelayan dan rumah
yang besar. Allah tidak menentang kekayaan dan kemakmuran, karena Alkitab
mengatakan : "Let the LORD be magnified, which hath pleasure in the prosperity
(kemakmuran) of his servant." (Mzm 35:27, NIV).

Namun demikian, saya melihat berjuta-juta orang Kristen disesatkan
oleh kekayaannya. Orang-orang Kristen terakhir akan menderita oleh kekayaannya
dan lebih banyak diuji olehnya daripada oleh kemiskinan. Dalam penglihatan saya,
saya melihat iblis muncul di hadapan Allah untuk terakhir kalinya, seperti yang
dilakukannya ketika menuduh Ayub seperti tertulis dalam Alkitab. Tetapi kali ini
dia datang untuk minta izin mencobai orang Kristen zaman akhir.


Inilah pembicaraan Tuhan dengan iblis yang saya saksikan :
"Dari mana engkau? Tanya Tuhan kepada iblis.
"Dari perjalanan mengelilingi dan menjelajahi bumi untuk mengamati
orang-orang Kristen terakhir." jawab iblis.
Lalu Tuhan berfirman kepada iblis: "Sudahkah engkau memperhatikan
betapa saleh dan jujur, betapa takut akan Allah dan mengasihi Kristus para
umat-Ku itu?"
Lalu iblis menjawab: "Benar Tuhan."
Dan iblis melanjutkan : "Tetapi singkirkanlah pagar yang Kau bangun
sekeliling mereka. Ayub tidak mau meninggalkan Engkau dalam kemiskinannya –
tetapi coba buat mereka kaya dan berkati semua orang Kristen terakhir itu jauh
melebihi segala kekayaan Ayub, coba lihatlah apa yang akan terjadi … Jadikan
semua orang Kristen terakhir itu makmur seperti Ayub. Dirikan bagi mereka
rumah-rumah baru yang mentereng, berikan pada mereka mobil yang indah, uang dan
semua gadget yang mereka inginkan. Banjirilah mereka dengan mobil, rumah, kapal,
perjalanan keliling dunia, pakaian mewah, makanan lezat, tanah milik dan uang
simpanan. Lihatlah apa yang terjadi dengan orang-orang Kristen terakhir itu jika
mereka menjadi puas, kaya, dilimpahi semua kesenangan dan tidak memerlukan
apa-apa lagi. Mereka akan meninggalkan Allah dan mementingkan diri sendiri.


Saya melihat bahwa mobil, pakaian, sepeda motor dan semua macam
materialism akan merupakan rintangan yang lebih besar bagi orang Kristen dari
pada obat bius, seks atau alcohol. Saya menyaksikan banyak orang Kristen yang
terikat dan tergoda oleh hal-hal materi. Mereka begitu asyik dengan benda-benda
materi sehingga menjadi suam, buta, lemah dan telanjang rohaninya. Namun di
tengah-tengah kekayaan materinya, mereka tidak merasa cukup dan sama sekali
tidak puas.


Dalam vision ini saya melihat iblis berdiri sambil tertawa-tawa
terbahak-bahak. Tengoklah orang-orang Kristen yang gila uang – rakus pakaian!
Dihinggapi penyakit jaminan keamanan. Mereka menimbun uang! Membeli gadget baru!
Mobil yang lebih besar! Dua atau tiga dibelinya! Membeli, menanam, menjual,
menikah dan bercerai! Keadaan itu telah meruntuhkan generasi Lot. Dan akan
menjangkau Saudara juga. Lihatlah orang Kristen yang memperoleh gaji yang besar,
hidup dengan enaknya, dan makan berlebih-lebihan. Mereka menjadi malas
(beribadah), suam-suam saja dan menjadi makanan empuk si iblis. Allah limpahkan
semuanya kepada mereka. Semua kekayaan itu dimiliki oleh banyak orang Kristen
sehingga menjadikan tugas lebih mudah. Allah, yang memiliki beribu-ribu hewan di
gunung, tidak menginginkan harta milik manusia. Bukan rumahnya, mobil, pakaian,
kapal motor ataupun papan peluncurnya. Dia hanya menginginkan tempat utama dalam
hati orang yang menyebut dirinya sesuai dengan nama-Nya (Kristen).

Orang Kristen menyukai hal-hal duniawi

Saya melihat banyak orang Kristen akhir zaman yang tadinya mengasihi
Allah, sekarang iman mereka kandas karena kesurupan kesukaan akan kesenangan
duniawi. Orang-orang yang mengasihi Allah tidak suka pada obat bius, hubungan
seks yang tidak sah, alcohol, tembakau (rokok) atau percabulan. Iblis mengetahui
hal itu. Kebanyakan dari kesenangan daging (jasmani) ini tidak menyenangkan bagi
orang Kristen dan ditolak olehnya. Tapi, saya melihat beribu-ribu orang Kristen
duduk di gedung bioskop dan membuka diri mereka terhadap pengaruh-pengaruh buruk
yang dulunya mereka benci. Mereka tidak menyerahkan diri kepada suatu dosa
tertentu, tetapi mereka merasa senang dalam kecanduan mereka kepada film-film
yang condong kepada kecabulan, menghadiri pesta dan mengecap anggur.

Sebenarnya mereka mengasihi Allah, tetapi mereka juga LEBIH mengasihi
kepelesiran. Sebenarnya mereka bukan orang berdosa di hadapan Allah – hanyalah
orang asing bagi-Nya (Mat 7 : 22-23). Mereka begitu sibuk mengikuti arus mode
terakhir dan berusaha menjalankan hidup Kristen yang serba bebas sehingga mereka
berubah dengan drastis sekali tanpa menyadari apa yang terjadi atas diri mereka.
Peristiwa pengangkatan orang-orang Kristen secara tiba-tiba dari bumi ini tidak
diduga-duga oleh mereka. Mereka telah terlalu sibuk dengan segala soal dan
urusan hidup bermasyarakat sehingga mereka tidak mempunyai waktu, meskipun satu
jam saja, untuk berbicara dengan Allah secara pribadi dalam kamar tertutup. Saya
melihat bahwa dosa yang akan terjadi waktu itu ialah penyalahgunaan waktu
senggang, yang saya maksudkan adalah waktu-waktu yang terbuang dengan percuma
dan dilewatkan menurut kemauan sendiri. Waktu yang seyogianya dapat dilewatkan
dengan membaca Firman Allah. Waktu yang dapat dilewatkan dengan berbicara dengan
Bapa Surgawi dalam kamar tertutup.

Saya melihat iblis menghadap Allah lagi untuk menuduh orang Kristen
akhir zaman: "Tengoklah orang Kristen akhir zaman, pecandu televisi ! Tengoklah,
berjam-jam dilewatkannya menonton drama TV, lawak, dan acara olahraga, tetapi
tidak ada waktu untuk bersendirian dengan Engkau. Mereka memutuskan hubungan
dengan Allah dengan memutar tombol. Mereka berburu, memancing, bepergian, main
golf, tennis, atau basket. Mereka pergi ke pesta atau nonton film, dan selalu
pergi kesana kemari, tetapi dia tidak mempunyai waktu untuk membaca Alkitab atau
berdoa. Inikah orang Kristen zaman akhir yang seyogianya hidup karena iman ?
Inikah orangnya yang imannya dapat mengalahkan dunia? Inikah dia yang harus
bersiap-siap untuk menghadapi masa penganiayaan dan kemelut dunia? Apakah ini
orang-orang Kristen yang suka pelesir, yang akan tertimpa oleh keruntuhan dunia
ini?"

Dosa masa depan yang paling besar terhadap Allah bukannya
menyalahgunakan tubuh, menurut keinginan tubuh, ataupun menghujat nama Tuhan.
Dosa terbesar terhadap Allah adalah mengabaikan Dia dalam zaman ini, dimana Dia
memanggil dengan begitu jelasnya. Saya melihat suatu perkembangan yang ironis.
Orang-orang Kristen zaman akhir hidup dalam masa yang begitu dekat dengan
kedatangan Kristus daripada orang Kristen yang mula-mula, namun mereka
melewatkan waktu paling sedikit di hadirat-Nya dibandingkan generasi sebelumnya.


Kabar mengenai penghakiman yang akan datang, kabar tentang hari
penghakiman pada zaman Nuh, dan kabar tentang kedatangan Yesus Kristus tidak
berkesan dalam hati demikian banyaknya orang Kristen, mereka begitu asyik dalam
kesenangan membeli, menjual, menanam, dan bermain cinta.





Gerakan Yesus yang benar akan bangkit

Ditengah kesuaman sebagian besar umat Tuhan, saya melihat suatu
persekutuan besar dari pengikut-pengikut Yesus Kristus yang benar. Mereka
dipersatukan oleh Roh Kudus dan kepercayaan pada Kristus dan Firman-Nya. Gereja
Tuhan yang terdiri dari orang-orang yang percaya Alkitab ini akan menjadi
semacam persekutuan dibawah tanah. Gereja Tuhan yang tak nampak ini akan
bertumbuh dalam kekuasaan rohaniah yang hebat sekali. Kekuasaan ini akibat dari
penganiayaan. Penganiayaan hebat yang melanda bumi ini akan menyebabkan orang
Kristen makin erat dan makin dekat pada Yesus Kristus. Mereka akan kurang
mementingkan konsepsi-konsepsi aliran gereja dan lebih mengutamakan kedatangan
kembali Yesus Kristus. Roh Kudus akan mempersatukan semua manusia dari segala
macam kepercayaan dan kebudayaan. Dengan menderita aniaya dan menyadari tanda
zaman, banyak sekali terus tampil sebagai suatu pasukan komando. Mereka akan
merupakan bagian dari gereja bawah tanah yang selalu mengkotbahkan Kristus
kembali dan akhir zaman, mereka akan seumpama duri dalam gereja suam, dan mereka
akan menusuk dan mengukir hati manusia dengan pengabdian dan kuasa rohaninya.
Dan saat penganiayaan semakin menghebat, gereja orang-orang percaya ini akan
semakin radikal dalam usaha penginjilannya. Gereja yang tak nampak ini akan
menerima pengurapan dan kuasa Roh Kudus yang luar biasa untuk meneruskan
pekabaran Injil sampai seluruh ujung bumi mendengarnya.


Penganiayaan atas Gereja

Penganiayaan di bidang media

Pada saat ini ada kebebasan penuh untuk mengkotbahkan Injil lewat
radio dan televisi. Sebelumnya tidak pernah media itu begitu terbuka untuk
pelayan Injil. Kini orang Kristen memiliki dan menyiarkan melalui stasiun radio
dan televisi nya sendiri, dan mereka bebas untuk berdoa bagi orang sakit,
mencari dana, dan memajukan Injil dalam cara apa saja yang mereka merasa cocok
untuk itu. Tetapi wapadalah! Penganiayaan dan pengusikan bakal tiba. Gelagat
perubahan sudah mulai nampak. Program radio dan televisi yang berisikan Kristus
akan menjadi sasaran kekuasaan iblis yang bertekad memaksa mereka keluar dari
gelombang-gelombang radio. Bukan hanya itu, pemimpin-pemimpin gereja yang
liberal akan berusaha untuk mendirikan semacam dewan penyaringan dan memaksakan
diri sebagai pemegang wewenang tertinggi untuk mengisi acara pada media. Tidak
ada mata acara yang diudarakan tanpa persetujuan mereka. Akibatnya ialah
menghasilkan siaran Injil yang lemah, "Tidak berKristus", dan yang tidak
menyinggung seorangpun.


Pintu-pintu yang sekarang terbuka lebar-lebar, dengan perlahan-lahan
dan pasti akan tertutup. Iblis akan memakai setiap taktik yang tersedia untuk
melenyapkan semua acara yang berpusatkan Kristus dari media itu.


Pesan yang saya peroleh bagi semua pelayanan yang mempergunakan media
untuk menyebarkan Injil ialah – kita harus mengerjakan pekerjaan Dia selama
masih siang ; akan datang malam, dimana tidak ada seorangpun yang dapat bekerja.
Sekarang inilah masih ada kesempatan dan kebebasan, tetapi malam pengusikan dan
penganiayaan sudah dekat. Jika malam penganiayaan tiba, mungkin hanya ada
beberapa orang yang dapat memberi pelayanan efektif lewat media tersebut.


Penganiayaan dari Hollywood

Hollywoodakan meningkatkan serangannya terhadap agama yang benar
dengan membuat film-film yang mengejek agama yang ada hubungannya dengan Darah
Yesus Kristus. Akan lebih banyak lagi dibuat film yang berusaha menghilangkan
nilai-nilai moral dan agama. Gereja dan pendeta yang mengabarkan Injil akan
diserang secara khusus, sementara ilmu klenik dan ilmu sihir akan dimuliakan dan
dijadikan sensasi.


Penganiayaan lewat perpajakan gereja

Bakal terjadi usaha untuk membebankan pajak pada gereja-gereja dan
organisasi yang ada hubungannya dengan gereja. Meskipun awalnya keputusan
pengadilan memenangkan gereja, namun akhirnya gereja akan dibebani pajak.
Mulanya hanya berupa pajak gangguan saja, tetapi lama kelamaan berkembang
menjadi pajak yang amat besar sehingga mengakibatkan beberapa gereja dan
lembaga-lembaga misi indipenden hampir-hampir menjadi bangkrut.

Dalam waktu dekat ini saya tidak melihat anggaran belanja gereja atau
gedung gereja yang dibebani pajak – tetapi tidak lama lagi akan ada pembebanan
pajak atas usaha-usaha yang ada hubungannya dengan gereja. Pada suatu hari Dinas
Pajak akan menjadi senjata yang ampuh untuk menghambat dan melawan gereja.

Gerakan "membenci Kristus"

Tetapi lihatlah apa yang sedang terjadi sekarang ini. Banyak penghisap
ganja telah kembali kepada obat biusnya, dan gerakan kaum menentang Yesus sedang
bermunculan. Kaum muda penyembah iblis dan pengikut ilmu klenik telah menjadi
inti gerakan "membenci Kristus", yang tujuan utamanya adalah mengusik para
pengikut Yesus dan menyangkal kekuasaan Kristus. Dari gerakan Yesus ini akan
muncul sekelompok pengikut Yesus yang sama sekali telah menanggalkan cara hidup
mereka yang lama. Mereka telah meninggalkan kebiasaan-kebiasaan lama mereka dan
telah menyerahkan diri untuk hidup dan melayani Yesus Kristus.

Pesan saya kepada pengikut-pengikut Yesus yang benar sangat jelas dan
nyaring. Bersedialah menghadapi penganiayaan yang bakal menimpa (II Timotius 3 :
12). Bersedialah untuk menghadapi kelompok-kelompok "membenci Kristus" di
sekolah-sekolah. Di banyak tempat, kaum muda Kristen yang dengan terus terang
memihak kepada Kristus akan dilontari kata-kata pedas oleh kaum sebaya mereka.
Gerakan yang menentang Kristus ini dipimpin oleh iblis sendiri dan dilaksanakan
oleh mereka yang mengabdi sepenuhnya kepada ilmu klenik.


Pengikut-pengikut Yesus bukan saja dianggap orang sinting, mereka juga
akan dikata-katai bahkan akan diludahi diserambi-serambi sekolah lanjutan dan
perguruan tinggi. Akan tiba saatnya dimana Alkitab akan dirampas dari tangan
mereka dan disobek-sobek oleh gerombolan kaum pengejek. Pengusikan itu akan
demikian meluas dan hebat sehingga kaum muda Kristen akan menjadi keras bagaikan
baja untuk bertahan terhadapnya atau mereka akan runtuh dihadapannya serta
menyangkal iman mereka.

Penganiayaan terhadap para rohaniawan (gosip)

Sekarang saya tahu bahwa iblis telah menyatakan perang terhadap setiap
hamba Yesus Kristus yang benar. Dia akan berusaha sekuat tenaga untuk
mencemarkan dan mengandaskan setiap hamba Allah yang bertekad untuk tetap setia.
Pendeta dan rohaniawan yang menolak untuk menghianati istri mereka, yang menolak
untuk terlibat dalam kebebasan moral gaya baru, akan menjadi sasaran gossip yang
paling jahat yang pernah ada. Iblis akan membangkitkan "penggunjing-penggunjing"
untuk mengusik, memfitnah dan menyebarkan kabar bohong terhadap mereka. Hal itu
mendemonstrasikan kuasa roh-roh setan. Tidak seorang pendeta pun yang kebal.
Istri pendeta akan diserang juga. Berjuta-juta roh pendusta telah tersebar luas
didunia ini, dengan tujuan tunggal, yaitu menuduh orang-orang Kristen lewat
pergunjingan dan fitnahan. Perang pergunjingan ini bukan saja ditujukan kepada
para pendeta, tetapi juga kepada semua orang yang benar-benar percaya Yesus
Kristus, dari semua warna kulit dan golongan.

Nubuat Nuh diabaikan

Manusia pada zaman Nuh tidak percaya bahwa akan datang air bah sebagai
hukuman atas dunia, dan mereka menghabiskan waktu mereka dengan berpesta pora
sambil menertawakan nabi yang berkotbah tentang penglihatannya. Alkitab
mengatakan, "mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan
melenyapkan mereka semua." Yesus mengatakan bahwa demikian juga pria maupun
wanita akan tetap melakukan dosa sex, pemberontakan, kekerasan, dan percabulan
sampai akhir zaman. Mereka tidak mau menerima wahyu atau nubuat tentang
kebinasaan atau penghukuman yang bakal terjadi. Akan tetapi, meskipun para
cendikiawan dan pemimpin gereja mengejek dan mencemooh berita ini, mayoritas
kaum muda sekarang ini memperhatikan nubuat-nubuat tentang akhir zaman. Dewasa
ini bukan orang Kristen sajalah yang menantikan hari kiamat seperti yang
dinubuatkan dalam Alkitab sebab banyak ahli ilmu pengetahuan dan cendikiawan,
para ahli ilmu jiwa dan para teknisi memperingatkan bahwa sejarah dunia akan
berakhir dengan bencana besar dalam waktu dekat (mungkin ini penglihatan tentang
hari-hari ini terhadap fenomena 2012, dimana seluruh cendekiawan dan umat
manusia menyadari akan adanya kehancuran dunia). Berita visi ini akan disebut
suatu usaha fanatik untuk menakutkan orang yang belum bertobat.

Manusia sering kali hanya mau melihat Allah dari satu segi saja, yaitu
kasih dan belas kasihan-Nya. Tetapi Allah mempunyai segi lain juga dalam
kepribadian-Nya. Bahkan membaca Firman Allah sepintas lalu saja sudah dapat
mengetahuinya : "Kami tahu apa artinya takut akan Tuhan, karena itu kami
berusaha meyakinkan orang" (II Korintus 5:11)

Hari-hari ini sangat menggetarkan hati orang-orang Kristen yang benar.
Dalam kasih dan belas kasihan-Nya. Allah memperkenankan bencana-bencana menimpa
dunia ini sebagai peringatan kepada sekalian orang yang mau mendengar bahwa
Yesus akan datang kembali, dan kini saatnya untuk bersiap-siap. Dia sangat
mengasihi anak-anakNya sehingga Dia tidak mau begitu saja membangun Kerajaan
baruNya tanpa memberi peringatan. Dia tahu bahwa umat manusia kurang baik
pendengarannya sehingga Ia harus menggunakan gempa bumi dan bencana agar
mendapat perhatian mereka. "Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan
angkatlah mukamu, sebab penyelamatan mu sudah dekat." (Lukas 21:28)

Pengharapan di dalam Yesus Kristus

Sejalan dengan wahyu mengenai malapetaka-malapetaka ini, Allah juga
memberikan kepada saya berita pengharapan yang khusus bagi semua orang percaya
yang benar. Dengan sangat saya bertanya kepada Allah tentang hal-hal yang bakal
terjadi itu. Saya minta kepada-Nya untuk menunjukkan bagaimana orang Kristen
dapat melakukan segala sesuatu yang harus dilakukannya dalam waktu yang sangat
terbatas ini. Saudara, dengarlah apa yang dikatakan Roh Kudus kepada saya. Hanya
tiga patah kata saja : Allah menguasai semuanya.

Alam dikuasai dan dibatasi oleh Allah, dan alam tidak bisa melewati
batasan ini kalau Allah tidak memperkenankannya. Allah mengatakan kepada Ayub
bahwa Dialah yang : "Membendung laut dengan pintu; memasang palang dan pintu
untuk menghentikan gelombang-gelombang congkak. Memegang ujung-ujung bumi,
sehingga orang-orang fasik dikebaskan daripadanya. Menyimpan perbendaharaan
salju dan perbendaharaan hujan batu untuk waktu pertempuran dan peperangan.
Menggali saluran bagi hujan deras. Mengetahui hukum-hukum bagi langit dan
menetapkan pemerintahannya di atas bumi. Mencurahkan tempayan-tempayan langit.
Melepaskan kilat sehingga sambung-menyambung. Menebarkan angina ke atas bumi."
(-orang fasik dikebaskan daripadanya. Menyimpan perbendaharaan salju dan
perbendaharaan hujan batu untuk waktu pertempuran dan peperangan. Menggali
saluran bagi hujan deras. Mengetahui hukum-hukum bagi langit dan menetapkan
pemerintahannya di atas bumi. Mencurahkan tempayan-tempayan langit. Melepaskan
kilat sehingga sambung-menyambung. Menebarkan angina ke atas bumi." (Ayub 38).

Hai anak Tuhan, Saudara tidak perlu lagi takut akan kehebatan amukan
alam. Dia memanggil, menghajar, serta memperingatkan semua anak-Nya agar
memperhatikan tanda-tanda ini. Akan tetapi ada tempat persembunyian bagi orang
percaya. Alkitab mengatakan : "Malaikat Tuhan berkemah di sekeliling orang-orang
yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka." (Mazmur 34 : 8). Jika Saudara
percaya kepada Yesus Kristus, Saudara dapat menghadapi semua bencana itu dan
berkata dengan penuh keyakinan, "Allahku sedang berbicara kepada alam semesta
ini dan kekuasaan-Nya sedang dinyatakan. Saya akan berdiam diri dan menyaksikan
keselamatan yang datang dari Allah."

Bahkan iblis dikuasai oleh Allah. Seperti dalam hal Ayub, Allah
mungkin memperkenankan dia menjamah setiap benda materil dan fisik di sekeliling
Saudara, tetapi dia tidak bisa memiliki Saudara atau merampas iman Saudara
kepada Allah. Kekuasaan iblis terbatas dan bahkan orang Kristen yang belum
dewasa rohaninya dapat menghalaukan iblis hanya dalam melawan dia melalui Firman
dan Darah Kristus. Alkitab mengatakan, "Lawanlah iblis, maka ia akan lari dari
padamu." Apakah itu kedengarannya seperti kekalahan? Apakah itu menunjukkan
bahwa iblis akan menang? Apakah itu menunjukkan bahwa orang Kristen harus takut
akan dirasuk roh setan? Tidak! Sekali-kali tidak! Allah menguasai
segala-galanya, dan kita pun berada dalam kekuasaanNya.


Biarkan dollar merosot nilainya. Biarlah masa depresi atau resesi
datang dengan pengangguran dan ketakutannya. Biarlah hari peperangan atau kabar
mengenainya. Biarlah struktur masyarakat hancur. Biarlah umat manusia sampai
pada titik kehancuran. Bagi anak Allah yang sejati, semuanya masih dalam
kekuasaan-Nya!, dan kita tahu bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu
untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka
yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Anak-anak Tuhan tidak perlu takut
akan bahaya. Anak-anak-Nya tidak akan meminta-minta roti, dan Dia akan
menyediakan segala sesuatu yang kita benar-benar butuhkan sampai detik terakhir.


Sekalipun Allah tidak menjanjikan akan menghindarkan anak-anak-Nya
dari penderitaan. Dia tidak menjanjikan bahwa kita tak kan pernah menghadapi
kekurangan. Ia tidak menjanjikan perdamaian dunia, kesentosaan, kesejahteraan,
atau keadaan keuangan yang selalu baik. Ia menjanjikan kedamaian dan
kesejahteraan jiwa, pikiran dan bagi setiap hal yang kita butuhkan juga
kepastian bahwa kita tidak akan minta-minta untuk sesuap nasi. Allah lebih suka
bila kita bisa berkata seperti rasul Paulus, "Asal ada pakaian dan makanan,
cukuplah." (I Timotius 6 : 8)

Allah ingin agar kita tetap bekerja sampai saat kedatangan Kristus
kembali. Ini berarti bahwa kita harus bekerja seakan-akan kedatangan Tuhan bisa
terjadi sewaktu-waktu.


Kini saatnya Saudara harus bertindak

Ayub mengatakan : "Maha Engkau mengagetkan aku dengan impian, dan
mengejutkan aku dengan hayal." (Ayub 7 : 14). Dan orang yang dilanda kesukaran
ini selanjutnya mengakui : "Aku berbuat dosa … sehingga aku menjadi beban bagi
diriku" (Ayub 7 : 20).

Mungkin Saudara sama sekali tidak mau menerima berita buku ini.
Mungkin vision ini hanya membangkitkan rasa muak, ketidakpercayaan, atau
menggelikan hati saja. Pada pihak lain, vision ini mungkin membangkitkan
perasaan naluriah bahwa sekarang tibalah saatnya untuk berlaku jujur terhadap
yang kekal.


Jika Saudara memiliki hati yang jujur, Saudara tidak akan jauh dari
Allah. Jika hati yang jujur itu saja dapat Saudara persembahkan kepada-Nya, Dia
3tentu mau menerimanya. Mungkin Syaudara belum mau meninggalkan cara hidup yang
sekarang ini, bahkan Saudara mungkin mencintai dosa dan kebiasaan Saudara itu.
Barangkali Saudara sama sekali tidak takut akan masa depan. Bahkan Saudara
mungkin sudah merasa puas dengan keadaan Saudara. Akan tetapi, jika dalam saat
kejujuran seperti itu, Saudara merasa hati tertemplak mengenai masa depan, maka
itulah saatnya Saudara harus segera bertindak. Jika dengan tulus ikhlas Saudara
dapat mengakui, "saya tahu bahwa hidup saya tidak sebagaimana mestinya, saya
tahu bahwa saya tidak dapat mengubah cara hidup saya, karenanya saya minta Allah
menolong saya."

Nah, itulah suatu permulaan yang baik sekali. Berlakulah jujur. Sudah
tiba saatnya Saudara harus berhenti menipu diri sendiri. Sekarang bukan lagi
saatnya untuk bersembunyi di bawah naungan doktrin atau teori yang Saudara
sukai. Juga bukan waktunya untuk mencari filsafat sebagai tempat pelarian.
Saatnya telah tiba untuk mengakui apa yang Saudara ketahui di lubuk hati
Saudara. Ada sesuatu dalam diri Saudara yang menggapai kepada Allah.


Sesuatu dalam diri Saudara menjerit mencari kebenaran, kenyataan, dan
suatu landasan teguh untuk berpijak. Allah berfrman : "Apabila kamu mencari Aku,
kamu akan menemukan Aku ; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati" (Yer
29 : 13). Yesus Kristus menginginkan Saudara sebagaimana adanya – tetapi Dia mau
Saudara datang pada-Nya dengan hati yang jujur. Jika Saudara sudah siap untuk
berhenti berpura-pura, Dia juga siap untuk memenuhi hati Saudara yang jujur
serta mengubah cara hidup Saudara. Rendahkanlah diri Saudara, maka akan terjadi
suatu mujizat.


Berikut ini ada contoh doa meminta Allah menolong kita hidup sesuai
kehendakNya: " Tuhan Yesus Kristus, dengan terus terang saya mengakui, bahwa
saya tidak tahu apakah saya benar-benar ingin hidup saya ini diubah. Tetapi saya
tahu saya harus diubah. Saya tak dapat melakukannya sendiri, karenanya saya
berpaling kepadaMu mengharapkan suatu mujizat. Dengarkanlah seruan hatiku.
Jangan memandang segala kesalahan saya, tetapi lihatlah keperluan saya.
Ampunilah dan sembuhkan saya juga. Saya akui bahwa saya tidak hidup sesuai
dengan perintah Mu, juga tidak mengikuti perintah Mu. Terimalah saya sebagaimana
adanya dan jadikanlah saya sesuai dengan kehendak Mu. Saya buka pintu hati saya,
masuklah Engkau kedalam hati saya. Amin"


Vision ini adalah rangkuman penglihatan dari hamba-Nya yang bernama
David Wilkerson yang ditulisnya pada tahun 1974 dalam sebuah buku
berjudul "The Vision" ("Penyingkapan masa depan") terbitan Gandum Mas.
Untuk detail yang lebih lengkap Saudara dapat membacanya dibuku tersebut.

Kesabaran Menghadapi Badai Kehidupan Memunculkan Pelangi Indah

Kesabaran Menghadapi Badai Kehidupan Memunculkan Pelangi Indah
Kejadian 29 : 31-35

31. Ketika Tuhan melihat, bahwa Lea tidak dicintai, dibukanyalah kandungannya, tetapi Rahel mandul. 32. Lea mengandung, lalu melahirkan seorang anak laki-laki, dan menamainya Ruben, sebab katanya: "Sesungguhnya Tuhan telah memperhatikan kesengsaraanku; sekarang tentulah aku akan dicintai oleh suamiku". 33. Mengandung pulalah ia, lalu melahirkan seorang anak laki-laki, maka ia berkata :" Sesungguhnya, Tuhan telah mendengar, bahwa aku tidak dicintai, lalu diberikan-Nya pula anak ini kepadaku". Maka ia menamai anak itu Simeon. 34. Mengandung pulalah ia, lalu melahirkan seorang anak laki-laki, maka ia berkata: "Sekali ini suamiku akan lebih erat kepadaku, karena aku telah melahirkan tiga anak laki-laki baginya". Itulah sebabnya ia menamai anak itu Lewi. 35. Mengandung pulalah ia, lalu melahirkan seorang anak laki-laki, maka ia berkata: "Sekali ini aku akan bersyukur kepada Tuhan". Itulah sebabya ia menamai anak itu Yehuda. Sesudah itu ia tidak melahirkan lagi.

Sejenak kita akan melihat terlebih dahulu latar belakang kisah ini dari ayat-ayat sebelumnya. Ishak, telah memberi pesan kepada anaknya Yakub, supaya Yakub jangan mengambil isteri dari perempuan Kanaan. Oleh karena itu Ishak menyuruh Yakub pergi ke Padan-Aram ke rumah Laban, pamannya yaitu saudara dari Ribka, ibunya. Ishakpun berpesan agar Yakub mengambil seorang isteri dari anak-anak Laban. Yakub mendengarkan perkataan ayahnya itu dan melakukannya.

Di tengah perjalanannya menuju Padan Aram, Yakub berhenti di sebuah sumur di padang. Di tempat inilah biasanya berkumpul kawanan-kawanan domba untuk diberi minum. Salah satu anak perempuan dari Laban, pamannya, yang bernama Rahel datang juga ke sumur itu dengan membawa kambing domba ayahnya, sebab Rahel-lah yang menggembalakannya.

Melalui informasi para penggembala di sumur itu, Yakub akhirnya mengenal Rahel sebagai salah satu anak dari pamannya Laban. Kemudian Yakub menceritakan kepada Rahel bahwa dirinya adalah anak saudara ayah Rahel, anak Ribka, saudara perempuan ayahnya itu.

Setelah pertemuan ini kemudian pergilah Rahel untuk menceriterakan tentang Yakub kepada ayahnya. Mendengar hal itu, maka Labanpun pergi menyongsongnya untuk kemudian membawanya ke rumahnya. Yakub menceriterakan semua tentang dirinya kepada Laban, dan tinggallah Yakub di rumah Laban.

Yakub bekerja membantu Laban. Sebagai seorang paman, Laban menawarkan upah apakah yang diminta oleh Yakub darinya? Diam-diam ternyata Yakub telah jatuh cinta kepada salah satu anak Laban, yaitu Rahel.

"Laban mempunyai dua anak perempuan; yang lebih tua namanya Lea dan yang lebih muda namanya Rahel. Lea tidak berseri matanya, tetapi Rahel itu elok sikapnya dan cantik parasnya", Kejadian 29: 16-17.

Singkat cerita, sesuai perjanjian antara Yakub dan Laban, maka Yakub bersedia bekerja 7 tahun lamanya pada Laban untuk mendapatkan Rahel. Setelah 7 tahun genap, Laban mengundang semua orang dan mengadakan perjamuan. Tetapi pada waktu malam tiba diambilnyalah Lea, lalu dibawanya kepada Yakub. Maka Yakub-pun menghampiri Lea.

Tetapi pada waktu pagi hari, tampaklah bahwa itu Lea. Laban telah menipu Yakub, karena di tempat itu tidak boleh mengawinkan adiknya terlebih dahulu daripada kakaknya.

Sesuai permintaan Laban, bahwa Yakub harus menggenapi 7 hari dulu perkawinannya dengan Lea, dan setelah itu Laban akan memberikan juga Rahel kepadanya sebagai upah asalkan Yakub bersedia bekerja 7 tahun lagi. Demikianlah Yakub menuruti permintaan pamannya itu, dan akhirnya Yakub menghampiri Rahel juga, malah ia lebih cinta kepada Rahel daripada Lea.

Inilah kisah perkawinan yang dialami oleh Lea. Dari perkawinan poligami ini, berbagai dampak burukpun telah terjadi, yaitu Yakub lebih cinta kepada Rahel daripada kepada Lea, dan tatkala dilihat Rahel ia tidak melahirkan anak bagi Yakub maka cemburulah ia kepada kakaknya itu yang telah melahirkan anak-anak bagi Yakub.

Demikianlah pergumulan yang dialami oleh Lea, yang hidup dalam perkawinan tanpa mendapatkan cinta dari suaminya Yakub, memperoleh ketidakadilan, ia dicurangi ayahnya, serta Lea dicemburui pula oleh adiknya sendiri yaitu isteri kedua dari suaminya.

Secara fisik, Alkitab mencatat bahwa Rahel lebih cantik daripada Lea. Lea tentu sangat berharap untuk mempertahankan perkawinannya dan mendapatkan kasih dari suaminya. Sejumlah badai yang berupa awan kekecewaan, penderitaan, dan ketidakadilan harus dihadapi oleh Lea, ia terbelenggu dalam pernikahan yang tanpa cinta, dan terpaksa berbagi suami pula dengan adiknya, adalah merupakan suatu penderitaan yang harus dialaminya.

Sebagai seorang wanita yang sudah resmi dijadikan isteri, tentulah Lea sangat berjuang untuk mendapatkan pengakuan kasih dan cinta dari suaminya.

Bagaimanakah Lea menghadapi masalah badai dalam kehidupan perkawinannya, sejauh manakah Lea berusaha untuk mendapatkan cinta dari suaminya, dan apakah Yakub akhirnya memberikan sebuah penghargaan kepada Lea, sebagai isterinya.

Untuk memperoleh apa yang diharapkan Lea, dan untuk melihat sebuah pelangi yang indah dalam perkawinannya dengan Yakub, nampaknya Lea harus memiliki kesabaran dalam melalui badai hari-harinya yang tanpa cinta dari suaminya. Lea harus sabar, sebab yang menjadi saingannya adalah adiknya sendiri. Menarik untuk kita perhatikan bagaimana kesabaran yang dimiliki Lea.

.

Kesabaran yang dimiliki Lea dalam menghadapi badai kehidupannya ialah:

1. Menyadari Bahwa Tuhan Maha Melihat
Ayat 31 mengatakan bahwa Tuhan melihat bahwa Lea tidak dicintai oleh Yakub. Dalam perkawinan ini Lea cukup menderita, ia dimanfaatkan oleh Ayahnya, dan ia ditolak oleh suaminya.

Hatinya hancur, sebab ia harus berada dalam sebuah perkawinan tanpa cinta, dan yang lebih menyedihkan lagi ialah suaminya Yakub kemudian menikahi saudarinya yaitu Rahel. Yakub malah lebih cinta kepada Rahel daripada Lea.

Sesungguhnya Allah itu Maha tahu dan Maha melihat. Tuhanpun melihat bahwa Lea tidak dicintai Yakub. Ketika Allah melihat hal ini terjadi, Allah tidak tinggal diam saja, tetapi Allah melakukan sesuatu atas keadaan yang dialami Lea, yaitu dengan membuka kandungan Lea, sedangkan Rahel tetap dibiarkan Tuhan mandul.

Lihatlah, bagaimana Allah itu bertindak atas setiap persoalan yang kita alami. Tanpa kita sadari, jika kita sabar, sesungguhnya Allah itu telah melakukan sesuatu untuk kebaikan kita. Ketika kita percaya bahwa Allah selalu menyertai kita dalam segala perkara, maka kita pasti akan memperoleh segala kebaikanNya.

"Tuhan itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya", Mazmur 34:19.

Apapun persoalan yang sedang saudara alami, ingatlah bahwa Tuhan itu dapat melihat. Tuhan melihat semua penderitaan yang sedang terjadi pada saudara.

"Mata Tuhan ada di segala tempat, mengawasi orang jahat dan orang baik", Amsal 15:3.

"Karena mata Tuhan menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatanNya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia", 2 Tawarikh 16: 9a.

Mata Tuhan selalu mengamat-amati setiap kehidupan kita, dan tidak ada yang tersembunyi bagi Tuhan. Karena Tuhan melihat, lebih baik bagi kita berserah saja pada Tuhan, tidak ada gunanya kita memberontak, menggerutu atau bersungut-sungut.

Milikilah kesabaran dan biarlah hati kita tetap percaya kepadaNya, maka Tuhan akan memberikan kekuatan kepada kita. Sadarilah bahwa Allah itu melihat kita, Ia tidak akan tinggal diam saja. Tatkala Allah melihat kita sedang menderita, percayalah bahwa Allah akan mengerjakan sesuatu bagi kita.

.

2. Merasakan Bahwa Allah Itu Peduli
Setelah kandungan Lea dibukakan oleh Tuhan, maka Leapun mengandung dan kemudian melahirkan seorang anak laki-laki. Lea tentu sangat senang atas kelahiran anaknya, dan ia memberi nama anak ini Ruben. Melalui kelahiran Ruben ini, Lea merasakan bahwa Tuhan itu peduli padanya dan penderitaan yang dialaminya.

Dikatakan dalam ayat 32b, "Sesungguhnya Tuhan telah memperhatikan kesengsaraanku; sekarang tentulah aku akan dicintai oleh suamiku".

Hadirnya tangisan seorang bayi sungguh membuat Lea bersukacita, sebab Lea merasakan bahwa Tuhan telah memperhatikannya dengan memberikan seorang anak kepadanya. Dengan melahirkan Ruben, Lea sangat berharap, Yakub akan memberikan perhatian kepadanya dan akan mendapatkan cinta dari Yakub.

Allah kita adalah Allah yang sangat peduli atas kehidupan setiap umatnya. Allah memperhatikan kesengsaraan dan penderitaan yang dialami oleh umatnya. Allah tidak akan membiarkan dan meninggalkan kita. Perhatian Allah adalah bukti dari ke-Maha Tahu-anNya.

"Tuhan, Engkau menyelidiki dan mengenal aku; Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh", Maz. 139: 1-2.

Allah mengetahui semua persoalan yang kita alami, Allah mengetahui keinginan hati kita, ketakutan kita, kekhawatiran kita, dan semua pikiran kita bahkan segala sesuatu yang kita lakukan.

.

3. Mengetahui Bahwa Tuhan Itu Maha Mendengar
Lea berharap ia akan dicintai oleh Yakub karena telah dapat melahirkan seorang anak laki-laki baginya, yaitu Ruben. Ternyata kelahiran Ruben belum membawa suatu perubahan pada perkawinan Lea dengan Yakub. Lea belum mendapatkan cinta dari suaminya Yakub.

Kehadiran Ruben, suara tangisannya rupanya tidak membawa perubahan pada diri Yakub, untuk memberikan perhatian dan cintanya pada Lea. Ketika Lea merasakan belum mendapatkan cinta dari Yakub, Lea menyerahkan harapannya itu pada Tuhan, melalui doa.

Kemudian Lea mengandung lagi untuk yang kedua kalinya, dalam kehamilannya yang ke dua ini, Lea tetap berharap akan mendapatkan cinta Yakub. Lea hanya mengadukan segala perkaranya itu pada Tuhan, setiap keluh kesah penderitaan yang dialaminya itu dicurahkannya pada Tuhan melalui doa-doanya.

Kehadiran anak laki-lakinya yang pertama belum membawa perubahan pada suaminya Yakub, namun Lea tetap bersabar dengan lebih banyak berseru pada Tuhan, dalam doa. Kemudian lahirlah anaknya yang kedua laki-laki, dan Lea memberi nama Simeon. Simeon artinya mendengar.

Dikatakan dalam ayat 33b: "Sesungguhnya, Tuhan telah mendengar, bahwa aku tidak dicintai, lalu diberikanNya pula anak ini kepadaku".

Lea menyadari bahwa Tuhan itu telah mendengarkan semua keluh kesah dan kesulitan yang dialaminya. Kelahiran Simeon ini adalah merupakan bukti dari kehidupan doa Lea.

Kesulitan apapun yang sedang saudara alami, curahkan saja seluruh isi hatimu pada Tuhan dan berserulah padaNya. Dia Allah yang mendengar, karena Allah kita pengasih. Setiap kita berbicara dan setiap perkataan kita didengarNya

"Engkau yang mendengarkan doa. KepadaMulah datang semua yang hidup", Mazmur 65:3.

"Tuhan dekat pada setiap orang yang berseru kepadaNya, pada setiap orang yang berseru kepadaNya dalam kesetiaan", Mazmur 145: 18.

.

4. Harus Mengandalkan Tuhan Dalam Segala Hal
Kehadiran Ruben dan Simeon belum mendatangkan perubahan, kenyataannya adalah Lea belum juga memperoleh apa yang diinginkannya, supaya diperhatikan dan dicintai oleh Yakub. Kehadiran dari kedua anak laki-lakinya, melalui tawa dan tangisan mereka, belum juga membawa perubahan pada sikap Yakub. Demikilanlah hari-hari yang harus dilewati oleh Lea, kelahiran kedua anaknya belum membuat harapan Lea menjadi kenyataan.

Tuhan terus memberkati kandungan Lea, kemudian Lea mengandung lagi anak yang ketiga, dan melahirkan seorang anak laki-laki. Lea memberi nama pada anaknya yang ketiga ini Lewi. Arti Lewi ialah terhubung. Dikatakan dalam ayat 34b: "Sekali ini suamiku akan lebih erat kepadaku, karena aku telah melahirkan tiga anak laki-laki baginya".

Melalui perkataannya ini, Lea mulai fokus kepada kehadiran ketiga anak laki-lakinya tersebut, Lea mulai mengandalkan kekuatannya/dirinya, yang telah mampu melahirkan tiga anak laki-laki bagi Yakub. Setelah kelahiran Lewi, Lea berpikir, itu akan membuat Yakub mencintainya, dan pasti Yakub akan mencintainya karena telah melahirkan tiga anak laki-laki.

Dalam kesabarannya untuk menantikan cinta Yakub, Lea mulai melupakan Allah, Lea lebih mengandalkan kehadiran ketiga anaknya daripada kehadiran Allah dalam persoalannya. Apa yang telah dipikirkan oleh Lea, dengan menyakini pikirannya sendiri ternyata tidak membuat perubahan. Tatkala Lea mengandalkan dirinya, ia tidak memperoleh apa yang diharapkannya. Seharusya Lea tetap mengandalkan Tuhan dan menaruh harapannya kepada Tuhan.

Pengalaman Lea ini mengajarkan pada kita bahwa janganlah kita melupakan Tuhan dan segala kebaikanNya. Pada masa kemakmuran, berada dalam posisi yang nyaman, dan amam, kecenderungan manusia ialah biasanya melupakan Allah. Sebaliknya, bila sedang terhimpit dalam masalah, tertindas dan menderita, baru ingat dan berharap kepada Tuhan.

Berhati-hatilah, supaya kita jangan melupakan Tuhan dalam segala hal, apakah kita sedang dalam kekurangan atau kecukupan, penderitaan atau sukacita, kegagalan atau kesuksesan, tetaplah ingat pada Tuhan.

.

5. Mampu Mengucap Syukur Pada Tuhan Saat Ada Masalah
Demikianlah Tuhan tetap melihat, memperhatikan dan mendengar setiap keluh kesah Lea itu, dan Tuhan terus memberkati kandungannya. Lalu Lea kemudian mengandung lagi anak yang ke empat, seorang laki-laki lagi, Lea memberi nama Yehuda. Yehuda Artinya "pujian".

Dikatakan dalam ayat 35b: "Sekali ini aku akan bersyukur pada Tuhan". Akhirnya Lea sadar bahwa ia harus tetap menyerahkan diri dan harapannya hanya pada Tuhan. Lea menyadari kekeliruannya bahwa kelahiran anak-anaknya itu ternyata tidak membawa perubahan pada kehidupan perkawinannnya. Lea sadar bahwa Ia harus tetap mengandalkan Tuhan.

Oleh karena itu Lea mulai mengalihkan fokus perhatiannya dari masalahnya beralih kepada Tuhan. Walaupun badai itu belum juga berlalu dari kehidupannya, Lea kini tidak mau fokus lagi pada badai masalahnya tersebut, tetapi ia fokus pada Tuhan dan kebaikanNya. Lea bersyukur pada Tuhan.

Di tengah badai yang ia hadapi itu, Lea tidak mau patah semangat, Lea tidak memberontak, Lea tidak mau bersungut-sungut, Lea tetap sabar, dan dalam kesabarannya ia mengucap syukur pada Tuhan.

Lea sudah merasakan bahwa Alah itu telah melihat penderitaannya, Allah itu telah memperhatikannya dan peduli kepada keadaan yang dialaminya dengan memberikan anak-anak baginya, Allah itu juga telah mendengar doa-doanya. Tidak ada lagi jalan lain bagi badai masalahnya, selain ia harus tetap mengandalkan Tuhan sepenuhnya, dan bersyukur pada Tuhan.

Lea menyerahkan semua harapan-harapannya pada Tuhan. Bagi Lea, Tuhan itu adalah segalanya baginya. Lea tidak lagi memikirkan soal perhatian dan cinta Yakub kepadanya, tetapi Lea kini hanya memberi pujian kepada Tuhan.

Lea mampu bersyukur kepada Tuhan di atas badai masalah yang ia hadapi itu. Lea bersyukur pada Tuhan karena Lea percaya Tuhan itu baik kepadanya. Banyak alasan bagi Lea untuk bersyukur kepada Tuhan. Mungkin Lea tidak pernah menikah karena parasnya kurang cantik, matanya kurang bersinar, tetapi ia diijinkan Tuhan untuk menikah dan Tuhan memberkati kandungannya.

"Pujilah Tuhan hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikkanNya", Mazmur 103: 2.

Lea seakan tidak lagi membutuhkan orang lain (Yakub) untuk membuat dia bahagia, Lea telah mampu bersyukur pada Tuhan walaupun ia masih berada dalam badai pergumulannya. Di dalam Tuhan, Lea telah mampu menemukan sukacita karena sesungguhnya Tuhan tidak pernah membiarkannya.

"Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik", Mazmur 136: 1a.

Lea melewati semua badai itu dengan kesabaran, Lea menghadapi hari-harinya yang sulit itu tetap bersyukur pada Tuhan, dan ternyata Tuhan memunculkan pelangi indah yang dapat diperoleh Lea.

.

Pelangi Indah bagi Lea adalah:

1. Yakub meminta, supaya ia dikuburkan disebelah kuburan Lea.

Kejadian 49:29-32, mencatat bahwa sebelum meninggal Yakub berpesan agar ia dikuburkan dekat di sisi nenek moyangnya, yaitu dalam gua yang di ladang Efron. Di situlah dikuburkan Abraham beserta isterinya Sara (kakek-nenek Yakub), Ishak beserta isterinya Ribka (orangtua Yakub), dan disitulah juga telah dikuburkannya Lea. Akhirnya, Yakub memberi perhatiannya dan menghargai Lea sebagai isterinya.

2. Lea dikenal sebagai ibu Yehuda, yang dari keturunannya kemudian lahirlah sang Juru Selamat.

"Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham. Abraham memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yehuda dan saudara-saudaranya", Matius 1:1-2.

Lea adalah ibu atas enam orang pria dari 12 suku bangsa Israel. "Anak-nak Lea ialah Ruben, anak sulung Yakub, kemudian Simeon, Lewi, Yehuda, Isakhar dan Zebulon", Kejadian 35: 23.

.


Saudara, pelangi indah seperti apakah yang kini sedang engkau nantikan dalam hidupmu ? Apapun badai masalah yang sedang terjadi padamu, sebuah kekecewaan, ketidakadilan, penyakit, masalah ekonomi/pekerjaan, masalah keluarga/hubungan suami-isteri, orangtua dan anak, dan sebagainya, apapun jenis penderitan yang sedang kau alami; bersabarlah menantikan pelangi indah itu muncul dalam hidupmu.

Kita dapat sabar dalam penderitaan karena Allah itu melihat, Allah peduli dan Allah mendengar, semua yang kita alami, semua jeritan hati dan tangisan kita.

Walau tiada seorangpun yang tahu dan yang mau dapat mengerti akan perasaan dan penderitaanmu, ingatlah kepada Tuhan yang dapat melihat, peduli dan mendengarkanmu. Oleh karena itu janganlah lupakan Tuhan, andalkan Dia dalam segala hal, dan jadikan Dia diatas segalanya dalam hidupmu.

"Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan, yang menaruh harapannya pada Tuhan!", Yeremia 17:7.

Bila kita berpusat pada manusia dan mengandalkan kekuatan sendiri pastilah akan kecewa, dan juga tidak dapat bertumbuh dalam hal rohani. Lebih baik kita andalkan saja Tuhan, percaya pada Tuhan bahwa Dia yang akan bekerja untuk memberikan apa yang kita butuhkan. Ketika kita mengandalkan Tuhan, maka kita tidak boleh takut atau khawatir lagi dalam situasi hidup yang bagaimanapun karena Tuhan yang akan bertanggungjawab atas keadaan kita.

Mungkin saat ini saudara sudah lama menunggu terjadi suatu perubahan dalam hidupmu, saudara tengah menantikan munculnya pelangi indah dari dalam badai masalah yang sedang dihadapi, tetaplah bersabar dan mengucap syukurlah pada Tuhan.

."Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah Bapa kita", Efesus 5:20.

"Mengucap syukurlah dalam segala hal sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu", 1 Tesalonika 5 :18.

Tetaplah mengucap syukur sekalipun berada dalam masa-masa yang sulit. Melalui pengucapan syukur kita kepada Allah adalah merupakan suatu sikap hati yang akan menimbulkan iman kita.

Semua kepahitan, dan keluhan serta setiap situasi yang sulit dapat kita kalahkan dengan pengucapan syukur kita kepada Tuhan. Ketika Tuhan melihat sikap hati kita yang tetap bersyukur kepadaNya maka Ia akan bekerja supaya kita dapat memperoleh apa yang kita harapkan itu, tetaplah bersyukur kepada Tuhan.

"Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu seperti siang", Mazmur 37:6.

"Besyukurlah kepada Tuhan sebab Ia baik", Mazmur 136:1a.

Serahkan dirimu sepenuhnya pada Tuhan dan berharaplah pada kasih Allah yang akan membuat pelangi indah itu, dan berikan padaNya pujian melalui pengucapan syukur, maka bila saatnya tiba, saudara akan melihat munculnya pelangi indah itu dalam hidupmu. Tuhan memberkati saudara.

.

"Berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang mendengarkan kata-kata nubuat ini, dan yang menuruti apa yang ada tertulis didalamnya, sebab waktunya sudah dekat", Wahyu 1:3.

BUDAK

BUDAK

Menurut Wikipedia, perbudakan adalah sebuah sistem di mana manusia
menjadi hak milik orang lain. Dan sejak mereka dibeli atau ditebus
oleh seseorang, maka budak itu tidak lagi punya hak atas dirinya
sendiri. Ia harus mengabdi penuh pada tuannya, sama sekali tak boleh
menolak jika disuruh bekerja, apalagi meminta upah-yang berupa
pujian sekalipun. Bahkan dalam beberapa budaya, para pemilik budak
dilegalkan untuk membunuh budak yang hak hidupnya ada di tangan
mereka.

Di Alkitab kita juga mengenal istilah "hamba" sebagai ganti kata
"budak". Dan serupa dengan budak, sesungguhnya hidup kita pun sudah
"dibeli lunas" oleh Tuhan dengan sangat mahal-tak terbeli oleh harta
apa pun-yakni dengan darah-Nya sendiri (1 Petrus 1:19). Itu berarti
hidup kita bukan hak kita sendiri lagi (Galatia 2:20), melainkan hak
Tuhan sepenuhnya, yang "membeli" kita. Maka, bukan keinginan dan mau
kita yang semestinya kita lakukan selagi singgah di bumi ini,
melainkan kemauan dan kerinduan Tuhan Yesus, Pemilik hidup kita.

Itu sebabnya, mari kita giat melakukan pekerjaan Tuhan. Kita yang
tak punya hak hidup atas diri kita sendiri tak sepatutnya menolak
bekerja bagi Dia. Hidup kita-dengan segala talenta yang
di-punya-adalah milik Tuhan. Maka, kita harus memakainya untuk
memuliakan Dia. Lakukan segala pekerjaan baik dengan setiap talenta
kita, sebaik dan semaksimal mungkin. Dan jika kita telah
mela-kukannya, tak perlu kita mengharap pujian atau ucapan terima
kasih. Sebab semuanya dari Dia, dilakukan oleh pertolongan-Nya, dan
bagi kemuliaan-Nya saja (Roma 11:36). Dan, kita hanya "melakukan apa
yang seharusnya kita lakukan" --AW

SEBAB HIDUP INI BUKAN HAK KITA LAGI
MAKA SEMUA YANG KITA LAKUKAN HANYALAH YANG DIA INGINI

Lukas 17:7-10

7 "Siapa di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak
atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba
itu, setelah ia pulang dari ladang: Mari segera makan!
8 Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu:
Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku
sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh
makan dan minum.
9 Adakah ia berterima kasih kepada hamba itu, karena hamba itu
telah melakukan apa yang ditugaskan kepadanya?
10 Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala
sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami
adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa
yang kami harus lakukan."

RAKUS

RAKUS


Sepasang pengantin merayakan pesta pernikahan mereka di sebuah restoran
mewah di Taipei. Sebagai bonus, keduanya boleh minum bir dan wine sepuasnya
tanpa biaya tambahan. Mumpung gra-tis, Wu, si pengantin pria, menenggak
minuman keras sebanyak-banyaknya. Sepulang dari pesta, wajahnya mendadak
pucat. Segera Wu dilarikan ke rumah sakit. Jantungnya tidak tahan menerima
asupan alkohol begitu banyak. Malam itu juga ia meninggal. Pada hari
pernikahannya.
Kerakusan berbahaya. Nafsu rakus muncul saat orang merasa berhak memperoleh
lebih. Umat Israel telah diberi Tuhan cukup makanan. Setiap pagi mereka
menerima mukjizat. Manna tersedia di depan tenda. Tinggal dipungut dan
dimasak. Namun, nafsu rakus membuat mereka tidak puas. Mereka menuntut
lebih: minta diberi daging. Tuhan murka, lalu menghukum dengan menuruti
kemauan mereka. Dikirimnya burung-burung puyuh. Banyak sekali. Setiap orang
mengumpulkan minimal 10 homer. Setara dengan 50 ember besar berisi daging
puyuh! Setelah diawetkan dengan cara dikeringkan, daging itu malah jadi
makanan beracun yang mematikan.

Nafsu rakus muncul bukan cuma dalam soal makan-minum, melainkan juga dalam
soal harta, kuasa, seks, pengetahuan, pengaruh, dan lain-lain. Gejalanya:
kita merasa tidak puas terhadap berkat Tuhan, lalu menuntut lebih. Lalu
segala cara pun kita tempuh. Hati kita berbisik: "Ayo, ambil lebih banyak
lagi. Kamu bisa!" Jika nafsu rakus itu akhirnya bisa tersalurkan karena ada
kesempatan, jangan buru-buru berkata: "Itu berkat Tuhan!" Bisa jadi itu
sebuah hukuman!

*HUKUMAN TUHAN PALING MENGERIKAN*
*IALAH SAAT DIA MEMBIARKAN ANDA PUNYA SEMUA YANG ANDA INGINKAN*

Quote For The Day

"Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain..."
(1 Petrus 4:8)

Sadarilah orang terdekatmu sangatlah berharga. Tuhan taruh mereka di hidup kita untuk menopang dan melengkapi kita dalam banyak hal.
Itu adalah hadiah terindah yang Tuhan taruh dihidupmu.

Masih Ada Jalan Keluar

MASIH ADA JALAN KELUAR

Sejak saya (RL) masih anak-anak sampai menjadi seorang pemuda, saya
menjalani hidup dengan baik dan nyaris tanpa masalah yang berarti.
Ketika itu, saya belum menjadi orang Kristen.

Pada tahun 1989, tidak begitu lama setelah saya menyelesaikan kuliah
di Universitas Advent, Manado, saya diterima bekerja pada sebuah
perusahaan pelayaran dan dipercaya untuk mengurus kegiatan
operasional yang berkantor di Jakarta. Setelah beberapa bulan hidup
di tengah-tengah kota metropolitan, saya mulai terlibat dengan
kehidupan dunia malam. Pada awalnya hanyalah sebatas menemani tamu
untuk mencari hiburan dan melepaskan dahaga. Tetapi tidak lama
kemudian, saya mulai menikmatinya. Dan akhirnya apabila dalam
semalam tidak dilewatkan dengan berjudi dan mabuk-mabukan bersama
wanita-wanita di diskotik, rasanya malam itu adalah malam yang
hampa.

Pada tahun 1990, ketika saya ditugaskan untuk menangani cabang
perusahaan yang berada di Surabaya, kebiasaan keluyuran pada malam
hari terus berlangsung dengan aman. Bahkan kehadiran saya di
diskotik-diskotik bukan lagi sekadar berjudi atau mabuk-mabukan.
Saya mulai mengonsumsi obat-obatan terlarang. Pertama-tama, saya
hanya menelan pil ekstasi yang diberikan oleh kawan saya secara
gratis. Setelah menelannya, saya mengalami perasaan yang sangat luar
biasa. Dalam waktu sekejap, semua persoalan yang rumit tiba-tiba
hilang dan berubah menjadi suasana indah.

Pada tahun 1995, saya ditugaskan kembali untuk menangani kegiatan
operasional cabang perusahaan di Jakarta. Kegemaran saya
berpetualang di dunia malam dan mengonsumsi obat-obatan terlarang
semakin tidak terbendung lagi. Saat itu, bukan hanya dosis pemakaian
pil ekstasi yang semakin meningkat, saya juga mulai mengonsumsi
putaw.

Judi bukan lagi sekadar hobi. Saya bahkan bersedia keluar dari
perusahaan dan membuat usaha judi sebagai lahan bisnis. Di Jakarta,
saya mengelola judi sepakbola dan judi dari Singapura. Saya merekrut
beberapa anak buah dan menempatkan mereka sebagai agen di berbagai
kota di Indonesia. Dalam waktu singkat, omzetnya bisa mencapai
ratusan juta rupiah. Ketika saya sibuk menikmati "indahnya" dunia
kegelapan tersebut, saya tidak sadar telah menjerumuskan diri ke
dalam dunia perdukunan. Sekalipun hati kecil saya mengatakan bahwa
pekerjaan-pekerjaan yang saya lakukan ini adalah pekerjaan yang
merusak moral masyarakat dan bangsa, tetapi saya tidak berdaya untuk
melepaskan diri dari kegelapan tersebut.

Pada tahun 1997, dalam melakukan kegiatan judi, saya berharap kepada
paranormal, dukun-dukun, dan orang-orang pintar lainnya. Saya
percaya mereka dapat mengatur nomor-nomor yang akan keluar dan
memberikan keuntungan bagi saya. Namun, sering terjadi nomor-nomor
agen sayalah yang keluar sebagai pemenang. Karena dalam setiap
pengundian selalu saja terjadi seperti kejadian di atas, maka
keadaan keuangan saya pun menipis, dan saya tidak mampu lagi
membayar para pemenang. Hal itu tidak hanya mengakibatkan lilitan
utang yang semakin besar, tetapi saya juga sering diancam dan
dikejar-kejar para pemenang judi. Di dalam kehidupan yang penuh
kekosongan dan keputusasaan, saya sempat berpikir untuk bunuh diri.

Bulan Juli 1997, ketika saya sedang berpikir tentang bagaimana cara
yang terbaik untuk bunuh diri, tanpa saya undang, seorang ibu datang
mengunjungi saya. Dia melihat kehidupan saya terguncang oleh begitu
banyak masalah. Dia lalu mengajak saya mengunjungi sebuah pertemuan
gereja di Jakarta. Sebenarnya saya tidak begitu merespons tawaran
tersebut karena yang sangat saya butuhkan saat itu adalah uang untuk
membayar utang-utang saya. Di samping itu, saya berpikir bahwa saya
bukanlah seorang Kristen yang setia. Tetapi karena saya sedang
menghadapi jalan buntu, dan berharap mudah-mudahan akan ada jalan
keluar bagi permasalahan saya, maka saya mengikutinya beribadah ke
gereja dengan sedikit terpaksa.

Ketika saya berada di antara puluhan umat yang hadir di gereja, saya
merasakan seolah-olah saya sendirilah yang sedang tertindih beban
yang sangat berat di punggung saya. Tetapi beberapa menit kemudian,
saya merasakan tangan Tuhan yang ajaib itu mulai mengangkat beban
berat saya, terutama pada saat sebuah ayat dibacakan, bahwa "Tuhan
adalah Tuhan yang cemburu, dan jangan menyembah allah lain di
hadapan-Ku". Firman tersebut ibarat sebuah palu besar yang sedang
dipukulkan ke kepala saya. Bagaimanapun juga, saya harus menerimanya
sebagai konsekuensi dari seluruh perbuatan-perbuatan jahat saya.
Tuhan ingin mengatakan kepada saya bahwa Dialah Tuhan yang nyata dan
bukan khayalan. Sejak pertengahan Juli tahun 1997, saya membuat
komitmen di hadapan Tuhan bahwa saya memutuskan hubungan dengan
paranormal, dukun-dukun, dan berjanji untuk meninggalkan pekerjaan
ilegal tersebut serta berjalan dengan lurus di hadapan-Nya. Pada
suatu hari, kawan baik saya menganjurkan agar saya kembali ke Manado
dan memulai usaha yang baru.

Pada bulan Januari 1998, walaupun kawan-kawan yang lain mengutarakan
rasa pesimis mereka akan keberhasilan saya dalam usaha itu, tetapi
setelah mendapat dukungan dari Tuhan, ternyata Dia tidak hanya
menolong sehingga usaha itu berjalan dengan baik, tetapi Dia juga
memberikan jalan keluar yang terbaik bagi hidup saya. Setelah saya
menikah pada bulan Mei tahun 1998, Tuhan semakin menyatakan
penyertaannya dalam hidup saya. Pengiriman cengkih dari Manado ke
pulau Jawa maupun pengiriman barang-barang dari pulau Jawa ke Manado
yang dipercayakan kepada perusahaan ekspedisi kami semakin
meningkat. Pada tahun 2001 yang lalu, saya bersyukur kepada Tuhan
karena kami telah melunasi seluruh utang-utang pada masa lalu.
Bahkan lebih dari itu, untuk membalas kasih sayang Tuhan yang luar
biasa, saya berjanji memberikan hidup saya untuk membantu
mengembangkan pelayanan di daerah Manado dan memberikan waktu serta
dana bagi perjalanan pelayanan ke daerah-daerah seperti Halmahera,
Tentena, Poso, dan kota-kota lain di Indonesia bagian timur.

Diambil dan disunting dari:
Judul majalah: SUARA, Edisi 69, Tahun 2003
Penulis: KM
Penerbit: Communication Department Full Gospel Business Men's
Fellowship International - Indonesia
Halaman: 13 -- 15
______________________________________________________________________

Saudara-saudaraku, jika ada di antara kamu yang menyimpang dari
kebenaran dan ada seorang yang membuat dia berbalik, ketahuilah,
bahwa barangsiapa membuat orang berdosa berbalik dari jalannya yang
sesat, ia akan menyelamatkan jiwa orang itu dari maut dan menutupi
banyak dosa. (Yakobus 5:19-20)
< http://alkitab.sabda.org/?Yakobus+5:20 >
______________________________________________________________________