Pertanyaaan yang menginginkan jawaban yang lugas, dan diplomatif
Beritahukan kami tentang diri anda? Apa yang anda ketahui tentang
kami? Apa yang dapat anda berikan pada kami (yang orang lain tidak bisa
beri) ? Apa yang paling menarik menurut anda dari pekerjaan ini? Dan apa
yang paling tidak menarik? Mengapa kami harus merekrut anda? Apa yang
anda cari di dalam sebuah pekerjaan? Menurut anda, apa definisi dari
posisi yang Anda inginkan? Berapa lama waktu yang anda butuhkan untuk
memberikan kontribusi berarti bagi kami? Berapa lama anda akan bersama
kami? Dari resume anda, kami rasa Anda terlalu/kurang berpengalaman
untuk posisi ini. Bagaimana pendapat Anda? Kenapa anda meninggalkan
pekerjaan anda yang sebelumnya? Apa yang anda rasakan ketika harus
meninggalkan pekerjaan anda? Pada pekerjaan anda sebelumnya, apa yang
berkenan dengan anda? Dan apa yang tidak berkenan? Apa pendapat anda
tentang bos anda sebelumnya? Mengapa anda tidak mendapatkan pekerjaan
yang lebih baik di usia Anda? Berapa gaji yang anda minta? Apa target
jangka panjang anda? Seberapa sukses yang anda rasa telah capai?
Pertanyaan untuk mengungkap potensi/kekuatan dari calon karyawan Apa
kelebihan yang anda miliki ? Apa kelemahan yang anda miliki ? Tiga
atau lima tahun ke depan lagi, apa yang menjadi harapanmu ? Mengapa kamu
meninggalkan pekerjaan lamamu ? Apa yang anda sukai / tidak sukai di
pekerjaan lamamu ? Berikan contoh kesalahan yang pernah anda buat dan
bagaimana anda memperbaikinya ? Sewaktu anda mempunyai ide bagus, apa
ide tersebut, dan bagaimana cara anda 'menjualnya' ke atasanmu ?
Ceritakan tentang waktu dimana etikamu dites ? Bila anda memiliki
deadline yang singkat padahal masih banyak pekerjaan yang tersisa, apa yang
akan anda lakukan?
Pertanyaan yang mungkin diajukan ketika anda melamar di perusahaan
asing Tell me about yourself ? What are your greatest strength ?
What are your greatest weakness ? Why are you leaving (or did you leave)
this position ? Why should I hire you ? Arent you overqualified for
this position? Where do you see yourself five years from now? Why do
you want to work at our company? What are your career options right
now? Why have you been out of work so long ? Tell me honestly about
the strong points and weak points of your boss (company, management team,
etc.) What good books have you read lately? Tell me about a situation
when your work was criticized? What are your outside interests ? How
could you have improved your career progress? Youve been with your firm
a long time. Wont it be hard switching to a new company? May I contact
your present employer for a reference? Give me an example of your
creativity (analytical skillmanaging ability, etc.) What do you worry
about? Im concerned that you dont have as much experience as wed like
in... How do you feel about working nights and weekends? Are you
willing to relocate or travel? Why have you had so many jobs? Would
you lie for the company ? Can you work under pressure ? What makes
you angry ? Who has inspired you in your life and why? What was the
toughest decision you ever had to make? What was the toughest challenge
youve ever faced? What are your goals? How much money do you
want ? How do you define successand how do you measure up to your own
definition? If you won $10 million lottery, would you still work? Why
should I hire you from the outside when I could promote someone from
within? Tell me something negative youve heard about our company On a
scale of one to ten, rate me as an interviewer.
Senin, 26 Juli 2010
Benarlah kata Sang penjaga pintu timur gerbang selatan itu. Jubah itu berkata ''WaktuNYA semakin dekat, hendaklah Engkau setia mengerjakan pekerjaan yang diberikan kepadaMU''.
Mendengar perkataan itu, Malaikat penjaga gerbang, Mikhail bersama ditemani Pilamni yang selalu setia membuka gerbang saat para Malaikat utusan ALLAH BAPA dan TUHAN YESUS menjawab ''hendaklah Engkau berkenan atas umatMU yang setia''. Janganlah engkau melewatkan umatMU yang setia mengerjakan titah yang sudah Engkau berikan,''.
Sang penjagapun kembali berkata ''Adakah anak-anakKU sudah Engkau berkati. Apakah mereka mendapatkan apa yang mereka doakan selama ini?,''
Mikhail pun menjawab ''Berkat, anugerah adalah kasih karunia. Berkat Anak-anak TUHAN tidak harus dilihat dari kelimpahan harta namun perkenananNYA,'' jawabnya. Aku sudah mengutus Malaikatku, Kasebo, Du'cam, Makuna, Sutampana untuk memberkati Anak yang kau tunjuk itu. Namun, jalan akhir Anak itu masih menuju penggenapan.
Inilah sekelumit gambaran, bagaimana sebenarnya Sorga selalu melayangkan matanya atas Anak-anak pilihan Sorga. Bicara soal berkat, anugerah tidak selalu bicara kelimpahan materi dan kesuksesan. Semuanya, harus dilihat kacamata Sorga melalui firmanNYA. Amsal 21:5 ''Rancangan orang rajin semata-mata mendatangkan kelimpahan, tetapi setiap orang yang tergesa-gesa hanya akan mengalami kekurangan,''.
(Yer 7:1-11; Mat 13:24-30)
"Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya. Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya menaburkan benih lalang di antara gandum itu, lalu pergi. Ketika gandum itu tumbuh dan mulai berbulir, nampak jugalah lalang itu. Maka datanglah hamba-hamba tuan ladang itu kepadanya dan berkata: Tuan, bukankah benih baik, yang tuan taburkan di ladang tuan? Dari manakah lalang itu? Jawab tuan itu: Seorang musuh yang melakukannya. Lalu berkatalah hamba-hamba itu kepadanya: Jadi maukah tuan supaya kami pergi mencabut lalang itu? Tetapi ia berkata: Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu. Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku." (Mat 13:24-30), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.
Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:
• Di dunia ini ada dua unsur/hal yang berbeda satu sama lain, misalnya laki-laki dan perempuan, baik dan buruk, pandai/cerdas dan bodoh, kaya dan miskin, berbudi pekerti luhur dan amoral, sehat dan sakit, dst.. , sebagaimana digambarkan dalam Warta Gembira hari ini ada benih gandum dan benih lalang. Ada kecenderungan umum pada diri kita untuk dengan mudah menyingkirkan atau memusnahkan yang buruk, bodoh, miskin, amoral dst.., namun Tuhan menghendaki sebaliknya yaitu "Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai". Kehendak Tuhan ini kiranya dapat kita tanggapi dengan positif dengan hidup dan bekerja bersama, saling membantu dan mengasihi antar yang berbeda dan saling bertolak-belakang tersebut. Maka secara khusus perkenankan saya mengingatkan mereka yang berkecimpung di dalam pelayanan pendidikan atau pembinaan dan pendampingan anak-anak dan generasi muda, entah di sekolah-sekolah maupun di berbagai tempat pembinaan. Hendaknya senantiasa diusahakan kerjasama antar anak-anak yang miskin dan yang kaya, yang pandai dan yang bodoh, yang rajin dan yang malas, dst.. Berilah kesempatan kepada yang kaya untuk mensharingkan kekayaannya kepada yang miskin, yang pandai mensharingkan kepandaiannya kepada yang bodoh, yang rajin mensharingkan kerajinannya kepada yang malas, dan sebaliknya yang miskin belajar dari yang kaya, yang bodoh belajar dari yang pandai, yang malas belajar dari yang rajin. Dengan saling memberi dan menerima satu sama lain pasti akan menghasilkan buah/panenan yang memuaskan, membahagiakan dan menyelamatkan.
• "Perbaikilah tingkah langkahmu dan perbuatanmu, maka Aku mau diam bersama-sama kamu di tempat ini" (Yer 7:3), demikian firman Tuhan kepada bangsa terpilih melalui nabi Yeremia. Firman ini juga terarah bagi kita semua umat beriman, lebih-lebih kita yang miskin, bodoh atau malas diharapkan segera memperbaiki diri. Memang bagi yang miskin, bodoh dan malas tentu sulit untuk memperbaiki diri tanpa bantuan dari kita yang kaya, pandai dan rajin. Maka dengan ini kami mengharapkan mereka yang kaya, pandai dan rajin untuk dengan jiwa besar dan hati rela berkorban membantu perbaikan mereka yang miskin, bodoh dan malas, antara lain dengan memberi kesempatan dan kemungkinan yang miskin membebaskan diri dari kemiskinannya, yang bodoh.membebaskan diri dari kebodohannya, yang malas membebaskan diri dari kemalasannya. Kepada yang miskin, bodoh dan malas kami harapkan untuk senantiasa siap sedia untuk dibebaskan, yang berarti siap sedia untuk berjuang, bekerja keras dan berkorban. Dari yang kaya, pandai dan rajin membutuhkan keutamaan kesabaran dalam rangka membantu pembebasan mereka yang miskin, bodoh dan malas. "Sabar adalah sikap dan perilaku yang menunjukkan kemampuan dalam mengendalikan gejolak diri dan tetap bertahan seperti keadaan semula dalam menghadapi berbagai rangsangan atau masalah" (Prof Dr Edi Sedyawati/edit: Pedoman Penamanan Budi Pekerti Luhur, Balai Pustaka-Jakarta 1997, hal 24). Terhadap yang miskin, bodoh dan malas ada kecenderungan atau rangsangan untuk marah atau bertindak kasar dan keras, ada kecenderungan untuk memproyeksikan diri pada mereka alias memaksa mereka. Selain dengan kesabaran, sikapi dan perlakukan mereka yang miskin, bodoh dan malas dengan semangat `cintakasih dan kebebasan Injili', sebagaimana setiap dari kita diciptakaan, diadakan, dikandung, dilahirkan dan dididik dengan semangat cintakasih dan kebebasan.
"Jiwaku hancur karena merindukan pelataran-pelataran TUHAN; hatiku dan dagingku bersorak-sorai kepada Allah yang hidup. Bahkan burung pipit telah mendapat sebuah rumah, dan burung layang-layang sebuah sarang, tempat menaruh anak-anaknya, pada mezbah-mezbah-Mu, ya TUHAN semesta alam, ya Rajaku dan Allahku! Berbahagialah orang-orang yang diam di rumah-Mu, yang terus-menerus memuji-muji Engkau"
(Mzm 84:3-5).
Kejadian 4 : 1–7
4:1. Kemudian manusia itu bersetubuh dengan Hawa, isterinya, dan mengandunglah
perempuan itu, lalu melahirkan Kain; maka kata perempuan itu: "Aku telah
mendapat seorang anak laki-laki dengan pertolongan TUHAN."
4:2 Selanjutnya dilahirkannyalah Habel, adik Kain; dan Habel menjadi gembala
kambing domba, Kain menjadi petani.
4:3. Setelah beberapa waktu lamanya, maka Kain mempersembahkan sebagian dari
hasil tanah itu kepada TUHAN sebagai korban persembahan;
4:4 Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing
dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban
persembahannya itu,
4:5 tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya. Laluhati Kain
menjadi sangat panas, dan mukanya muram.
4:6. Firman TUHAN kepada Kain: "Mengapa hatimu panas dan mukamu muram?
4:7 Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika
engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat
menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya."
Banyak teolog menyatakan bahwa manusia tidak mampu berbuat kebaikan sama
sekali setelah jatuh dalam dosa. Benarkah ini? Sebenarnya tidak tepat
demikian. Setelah jatuh ke dalam dosa, manusia memang tidak mampu melakukan
perbuatan baik yang ideal atau mutlak, tetapi manusia masih bisa melakukan apa
yang baik dalam ukuran yang relatif dan subjektif. Itu sudah cukup bisa
membuat mereka "melakukan kehendak TUHAN yang terbatas".
TUHAN berkata kepada Kain, "…Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa
sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus
berkuasa atasnya." (ay. 7) Perhatikan perkataan "engkau harus berkuasa
atasnya". Kata "berkuasa" dalam teks aslinya adalah מָשַׁל (mâshal) yang
artinya "mempunyai kuasa atas", "memerintah". Jadi manusia masih bisa berkuasa
atas dosa, atau masih bisa melakukan hal-hal yang baik dalam ukuran yang
relatif dan subjektif.
Sebagai contoh, Henokh adalah seorang anak manusia yang tentu telah mewarisi
kodrat dosa dari Adam, tetapi di hadapan TUHAN ia masih dianggap memenuhi
kriteria untuk menjadi sahabat TUHAN, sehingga ia diangkat oleh TUHAN (Kej.
5:24). Demikian juga dengan Elia (2Raj. 2:11) dan kemungkinan besar juga Musa,
karena dikatakan kuburnya tidak diketahui (Ul. 34:6) dan ia turun bersama Elia
ketika Yesus dipermuliakan di atas gunung (Mat. 17:3). Dengan kenyataan ini
kita tidak bisa mengatakan bahwa manusia mengalami kerusakan total, tetapi
memang manusia tidak mampu melakukan kebaikan menurut standar TUHAN yang
sempurna dan ideal.
Maka hendaknya kita tidak menghakimi bangsa-bangsa yang tidak mengenal TUHAN
dan tidak tahu kehendak TUHAN yang ideal itu dengan mengenakan ukuran kehendak
TUHAN yang ideal, kemudian memberi kesan seolah-olah mereka begitu rusaknya
sehingga tidak layak disebut manusia lagi karena mereka memang tidak mengenal
dan tidak mengetahui kehendak-NYA yang ideal. Dari zaman Adam sampai zaman
Musa, sebenarnya manusia tidak tahu apa yang harus dilakukan, karena tidak ada
peraturan atau hukum. Musalah orang pertama yang diberi wahyu TUHAN untuk
menulis Taurat-NYA. Hukum- hukum Tuhan adalah pencerminan dari keberadaan
ALLAH yang Maha Kudus, tetapi hukum-hukum itu belumlah mewakili seluruh
kehendak TUHAN yang sempurna melainkan hanya tutor sampai Yesus datang dan
membawa kebaikan yang mutlak. Oleh sebab itu kualitas kebaikan yang dilakukan
bangsa Israel masa Perjanjian Lama masih pada batas kebaikan umum, yang bisa
saja juga dimiliki oleh suku bangsa lain di dunia. Kepada umat Perjanjian Lama
tidak bisa dituntut untuk sempurna seperti tuntutan kepada umat Perjanjian
Baru, yaitu harus baik, berkenan dan sempurna.
Dimodifikasi dari Truth Daily Enlighenment, dengan ijin penerbit.
http://virtuenotes.blogspot.com
Di usianya yang sudah menginjak tahun ke-6 di dunia Internet, tampaknya
Facebook masih menjadi situs pertemanan terfavorit di Indonesia. Jumlah
pengguna situs ini di Indonesia termasuk 10 besar di dunia dengan
pertumbuhan yang cukup mencengangkan. Apa yang membuatnya begitu diminati
oleh masyarakat kita? Facebook selain bisa menjadi sarana untuk memperluas
dan menjaga networking, juga bisa jadi pembunuh waktu yang menyenangkan.
Mengupdate status, mengecek profile teman, membaca pesan dan komen di wall
hingga memainkan berbagai aplikasi dan games bisa membius pemakainya hingga
berjam-jam. Tidak heran bila sebuah penelitian di USA menyebutkan bahwa
rata-rata sehari seorang karyawan bisa menghabiskan waktu hingga dua jam
untuk berselancar di situs ini. Namun pernahkah Anda membayangkan situasi
ini. Atasan atau boss Anda ternyata mengundang Anda untuk jadi temannya.
Apakah Anda akan langsung mengklik tombol ignore atau menerima boss jadi
teman Anda di Facebook? Sebelum Anda meng-klik apapun, ada beberapa hal
yang harus Anda perhatikan.
Bagaimana hubungan Anda dengan sang atasan? Apakah selama ini
hubungan tersebut selalu formal dan berjarak selayaknya seorang
professional? Atau apakah Anda memang memiliki hubungan yang cukup erat
dengan boss Anda? Jika ternyata hubungan Anda dengan boss hanya terbatas
pada masalah pekerjaan belaka, apakah Anda akan tetap nyaman bekerja bila
nanti hubungan tersebut berubah? Apa fungsi akun Facebook buat
Anda? Jika akun ini adalah tempat Anda dengan bebas berceloteh tentang apa
saja, seperti kehidupan pribadi atau pekerjaan, maka kemungkinan besar ada
konten Facebook yang sebaiknya tidak diketahui oleh boss. Mungkin saja Anda
pernah menuliskan status betapa bencinya Anda dengan pekerjaan Anda, atau
menceritakan bad day at work yang disebabkan oleh sang boss. Jika Anda
menggunakan akun Facebook untuk kepentingan networking, menjalin hubungan
professional dengan klien, atau bahkan mencari klien potensial baru, maka
tidak ada salahnya menjadikan boss sebagai salah satu teman
Anda. Bagaimana dengan dosa digital Anda? Pernahkah Anda
memasang foto tidak senonoh, mengunggah video gila Anda, atau hal
provokatif lainnya yang hanya pantas dilihat oleh Anda pribadi? Jika
pernah, yakinkah bahwa Anda ingin sang boss melihat sisi lain dari Anda?
Seprofesional apapun boss Anda, sedikit banyak hal ini akan mempengaruhi
penilaiannya terhadap Anda sebagai karyawan. Jika Anda ingin menerima boss
sebagai teman di akun FB Anda, relakah Anda untuk menghapus semua unsavory
online content di sana? Apakah ada peraturan perusahaan yang
mengatur tentang aktifitas online karyawannya? Jika ada, apakah Anda
benar-benar tahu tentang kewajiban dan hak karyawan serta sanksi yang bisa
diterapkan jika terjadi pelanggaran? Jika seandainya Anda menerima boss
menjadi salah satu teman Anda, adakah kemungkinan bahwa perusahaan akan
menerapkan peraturan tersebut karena manajemen dalam hal ini diwakili oleh
boss Anda- sudah bisa memantau aktifitas online Anda? Akan tetapi
menolak tawaran boss Anda untuk menjadi teman rasanya terlalu rude dan
tidak sopan. Terlebih lagi jika hampir semua rekan kerja Anda juga teman si
boss di akun FB pribadinya. Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,
sementara Anda juga ingin tetap menjaga privacy dan memisahkan antara
kehidupan kantor dan pribadi, berikut hal-hal yang bisa jadi guide Anda.
Facebook memiliki fitur yang bisa mengatur siapa yang bisa
melihat profile, foto bahkan wall dan status Anda. Hubungan professional
bisa Anda jaga dengan atasan asalkan Anda teliti dan meluangkan waktu untuk
mengatur viewer setiap material yang Anda unggah ke FB.
Pikirkan tentang boss masa depan. Akibat konten Facebook Anda tidak hanya
berdampak terhadap boss Anda sekarang, tapi juga terhadap karir Anda di
masa yang akan datang. Bukan tidak mungkin Anda akan pindah kerja dan calon
atasan Anda ingin melihat profil Anda di FB. Pastikan tidak semua bagian
profil pribadi Anda bisa dilihat orang. Tidak ada salahnya
menerapkan censorship yang sama terhadap rekan kerja. Terlebih lagi rekan
kerja yang Anda tidak kenal benar secara pribadi. Bila salah satu rekan
kerja Anda bisa melihat semua konten FB Anda, bukan tidak mungkin hal
tersebut akan beredar di kantor, bahkan sampai manajemen. Tidak semua hal
dalam kehidupan Anda pantas untuk diketahui publik dan kadangkala lebih
aman untuk menjalin hubungan seprofesional mungkin dengan mereka.
Bersosialisasi lewat situs pertemanan memang menyenangkan. Banyak hal
positif yang bisa didapatkan seperti menjalin hubungan silaturahmi dengan
teman lama, mengembangkan jejaring bahkan mendapatkan klien potensial.
Tetapi ingatlah untuk tetap menerapkan self censorship terhadap setiap
hal-hal pribadi yang Anda share di Internet. Sebelum menuliskan status
apapun, mengunggah foto atau video atau berkomentar di wall orang lain,
pertimbangkan dampaknya nanti di masa depan bagi kelangsungan karier Anda,
terutama jika Anda sudah bersedia membuka akses rekan kantor dan boss ke
akun FB Anda. Sumber : jobsdb.com
///////////////////////////////////////////
Racun Bagi Keuangan Anda
Semua kemudahan pinjaman yang disediakan saat ini, sebaiknya diwaspadai
dengan penuh kehati-hatian. Apabila Anda membutuhkan uang, jangan cepat
tergiru dengan kemudahan pinjaman yang ditawarkan dan jangan asal
memanfaatkan semua peluang yang ada. Karena itu, sebaiknya perhatikan dulu
tips-tips berikut ini terlebih dahulu sebelum Anda menentukan langkah
keuangan Anda selanjutnya : KTA (Kredit Tanpa Agunan) Sekarang ini
memperoleh uang sangat mudah, KTA menawarkan pinjaman tunai langsung cair
dalam 1 hari. Namun jangan tertipu, di balik semua kemudahan itu tersirat
aturan-aturan yang akan merugikan Anda, seperti suku bunga yang cukup
tinggi. Jika tidak mendesak, sebaiknya hindari KTA. Pinjaman Bank
Pinjaman bank ini lebih rumit daripada KTA dalam hal administrasi serta
harus ada jaminan dan belum tentu disetujui. Biasanya, urusannya pun
memakan banyak waktu karena banyak syarat-syarat yang harus dipenuhi.
Biasanya orang melakukan pinjaman bank ini bila ingin meminjam dalam skala
besar. Masalahnya adalah, pinjaman yang besar akan menjadikan bunganya juga
besar. Jika Anda ingin melakukan pinjaman bank, pastikan Anda mampu
membayarnya dan carilah bank dengan suku bunga terendah. Penarikan tunai
kartu kredit Anda harus berhati-hati bila mempunyai kartu kredit, karena
Anda dapat dengan mudahnya menggunakan kartu kredit tersebut dan membuat
Anda terlilit hutang yang tidak Anda sadari akan semakin besar jumlahnya.
Salah satu fitur kartu kredit yaitu adalah penarikan tunai melalui ATM.
Yang perlu Anda ketahui adalah bunga dari penarikan ini hampir 2x lipat
dari bunga cicilan kartu kredit itu sendiri. Rumah pegadaian Sama
seperti bank, Anda diharuskan untuk menggadaikan barang milik Anda dengan
sejumlah uang. Barang Anda akan dihargai jauh di bawah harga pasaran dan
tidak bisa ditawar. Jika Anda menginginkan kembali barang gadaian Anda,
maka akan dijual dengan harga pasaran kepada Anda. Rentenir Biasanya
rentenir akan memberikan bunga sesuka hati dan super besar. Biaya
pengembalian bisa 2-3x lipat dari pokok pinjaman. Rentenir biasanya
menggunakan kekerasan jika kamu tidak bayar tepat pada waktunya atau mereka
akan membebankan bunga yang sangat tinggi atas keterlambatan Anda per
hari. Semua hal di atas sebaiknya dihindari jika memang tidak terpaksa,
apalagi meminjam kepada rentenir. Sebaiknya Anda mulai menabung dan
berhemat. Anda juga dapat berinvestasi kecil-kecilan, seperti membeli emas.
Atau Anda dapat meminjam uang kepada keluarga atau teman dekat yang
biasanya tidak memberikan bunga. Namun ingat, jaga kepercayaan mereka
terhadap Anda. Sekali terjebak ke dalam belenggu hutang, Anda akan susah
untuk keluar. Source : twentea/lh3/jawaban.com
--
Kejadian 26:12-25
Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat,sebab ia diberkati Tuhan.
Ketika terjadi kekeringan dan kelaparan hebat Ishak bergumul; ia berusaha mencari jalan keluar dan berencana pergi ke Mesir krn menurutnya Mesir adalah negara yg besar. Namun Tuhan tahu persis apa yg ada di pikiran Ishak. Itulah sebabnya Tuhan meminta Ishak agar tdk pergi ke Mesir tetapi ke Gerar krn di tempat itu Tuhan akan memberkatinya, sama spt yg DIA janjikan kepd Abraham.Ishak taat melakukan perintah Tuhan sehingga mengalami mujizat dan kuasa Tuhan. Andaikan Ishak tidak taat dan tetap pergi ke Mesir maka ia tdk akan mengalami mujizat.
Yang dilakukan Ishak sehingga ia mengalami kemenangan : Ishak MENABUR di saat krisis.
Baca Kejadian 26:12-13, meskipun di tengah krisis hebat Ishak berani menabur dan akhirnya mengalami tuaian,bahkan menuai hingga seratus kali ganda.
Mungkinkah menabur di tengah penderitaan atau kekurangan? Secara logika hal itu mustahil! Namun bagi Tuhan, 5 roti dan 2 ikan bisa memberi makan 5000 orang lebih, janda Sarfat hanya dgn segenggam tepung dan sedikit minyak berani menabur, tepung dan minyak di rumahnya tdk habis di sepanjang musim kering.
Mazmur 126:5, Orang-orang yg menabur dgn mencucurkan air mata,akan menuai dgn bersorak sorai. Firman Tuhan mengajarkan kita utk menabur supaya kita bisa menuai. Contoh Ishak, jika ia takut menabur ia tdk akan pernah mengalami berkat kelimpahan.
Untuk mengalami BERKAT di tengah KRISIS, ada 2 hal : Milikilah Ketaatan dan Jangan Berhenti Menabur, niscaya berkatNYA dicurahkan atas kehidupan kita meskipun di tengah krisis. Amin
"Ada gula ada semut", begitu bunyi pepatah lama yang kebenarannya
tetap berlaku. Banyak orang akan berkumpul di sekeliling orang kaya.
Berlagak sebagai kawan, tentu saja demi mendapat cipratan rezeki.
Namun, kenyataan membuktikan bahwa mereka sebenarnya bukan teman,
melainkan benalu; bukan sahabat, melainkan penjilat. Sikap mereka
akan berubah drastis seiring keadaan yang berubah. Habis manis sepah
dibuang.
Kenyataan di atas kerap dialami oleh orang yang tadinya kaya,
kemudian jatuh miskin. Yang semula tebu, tetapi akhirnya tinggal
jadi ampas. Maka, semua yang tadinya teman tiba-tiba saja
menghilang. Namun, tidak berarti si kaya pun tidak merasakan
"pahit"-nya kebenaran ini. Penulis Amsal adalah salah satu
contohnya. Ia adalah si kaya yang sadar bahwa yang ada padanya bukan
kawan. Yang berkerumun di sekelilingnya tak lebih daripada para
penjilat. Padahal yang ia butuhkan adalah teman. Orang kaya pun
punya kesusahan dan kesukaran. Mereka butuh solidaritas seorang
sahabat sejati. Sedangkan "persahabatan" palsu menghadirkan kesepian
dan kemuakan tersendiri bagi si kaya.
Semua orang perlu teman yang setia di segala waktu. Entah ia kaya
atau miskin. Tidak ada manusia yang suka diperalat pada saat ia
kaya, lalu dengan begitu saja dicampakkan pada saat ia miskin.
Kenyataannya memang sulit mencari seorang sahabat, baik bagi si
miskin maupun si kaya. Oleh sebab itu, siapa pun Anda, janganlah
terpaku hanya "mencari" sahabat; justru sebaliknya "jadilah" sahabat
bagi yang membutuhkan. Sama seperti Yesus tatkala hadir di dunia ini
-—PAD
DARIPADA MENCARI SAHABAT KE MANA-MANA
LEBIH BAIK MENJADI KAWAN DI MANA-MANA
Amsal 19:4-7
4 Kekayaan menambah banyak sahabat, tetapi orang miskin ditinggalkan
sahabatnya.
5 Saksi dusta tidak akan luput dari hukuman, orang yang
menyembur-nyemburkan kebohongan tidak akan terhindar.
6 Banyak orang yang mengambil hati orang dermawan, setiap orang
bersahabat dengan si pemberi.
7 Orang miskin dibenci oleh semua saudaranya, apalagi
sahabat-sahabatnya, mereka menjauhi dia. Ia mengejar mereka,
memanggil mereka tetapi mereka tidak ada lagi.
Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?Mazmur+26-28
http://alkitab.sabda.org/?Kisah+22