Jumat, 02 Desember 2011

Sebagai Contoh

Sebagai Contoh

Bacaan: Roma 10: 16-21
10:16 Tetapi tidak semua orang telah menerima kabar baik itu. Yesaya sendiri berkata: "Tuhan, siapakah yang percaya kepada pemberitaan kami?"10:17 Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.10:18 Tetapi aku bertanya: Adakah mereka tidak mendengarnya? Memang mereka telah mendengarnya: "Suara mereka sampai ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi."10:19 Tetapi aku bertanya: Adakah Israel menanggapnya? Pertama-tama Musa berkata: "Aku menjadikan kamu cemburu terhadap orang-orang yang bukan umat dan membangkitkan amarahmu terhadap bangsa yang bebal."10:20 Dan dengan berani Yesaya mengatakan: "Aku telah berkenan ditemukan mereka yang tidak mencari Aku, Aku telah menampakkan diri kepada mereka yang tidak menanyakan Aku."10:21 Tetapi tentang Israel ia berkata: "Sepanjang hari Aku telah mengulurkan tangan-Ku kepada bangsa yang tidak taat dan yang membantah."Apabila kita amati kehidupan bangsa Israel—baik sebagai bangsa maupun secara individu yang sejarah hidupnya dipaparkan—akan kita dapati bahwa sesungguhnya bangsa itu secara moral tidak istimewa. Justru kita sering memperoleh informasi melalui Alkitab, betapa keras kepala atau tegar tengkuknya bangsa itu (ay. 21).Sekalipun bangsa Israel tidak taat, namun Tuhan sudah berjanji kepada Abraham, bahwa Ia akan menjadikannya bangsa yang besar dan menjadi berkat (Kej. 12:2–3). Ia tetap setia pada janji-Nya itu. Ia tetap memberkati anak cucu atau keturunan Abraham, Ishak dan Yakub. Itulah sebabnya Tuhan sering menyatakan diri sebagai Allah Abraham, Ishak dan Yakub.
Israel lahir menjadi sebuah bangsa di negara asing di Afrika, yaitu Mesir, pada saat mana mereka telah menjadi budak selama 430 tahun atau enam sampai tujuh generasi. Tuhan memanggil mereka dari tanah perbudakan itu ke negeri yang dijanjikan-Nya kepada Abraham untuk ditempati oleh keturunannya (Kej. 12:1).
Dalam perjalanan itulah kita dapat menemukan sekelumit peta kepribadian Allah, sekaligus peta dari kehidupan manusia.
Watak bangsa Israel dan kehidupan mereka menggambarkan watak manusia pada umumnya, termasuk umat pilihan Allah di Perjanjian Baru. Itulah sebabnya Tuhan menyejajarkan kehidupan bangsa Israel dengan orang percaya, seperti yang tertulis dalam banyak bagian di Perjanjian Baru (1Kor. 10; Ibr. 3 dan lain sebagainya). Kehidupan bangsa Israel menjadi contoh dari pergumulan hidup orang percaya hari ini.
Dengan penjelasan ini, kita perlu memahami bahwa bangsa Israel sejatinya tidak memiliki keistimewaan apa pun sehingga Allah menganggap mereka layak menjadi umat pilihan. Ia memilih bangsa itu atas dasar kasih karunia dan anugerah-Nya semata-mata. Kita tidak perlu menganggap mereka lebih istimewa daripada kita, apalagi bangsa Israel modern. Dalam percaturan politik internasional pun tidak semestinya kita selalu memandang Israel sebagai pihak yang benar; tidak perlu kita memperlakukan bangsa itu secara berlebihan, seperti kelompok tertentu di Indonesia yang hendak merayakan ulang tahun kemerdekaan Israel.
Israel merupakan bangsa yang dijadikan contoh oleh Allah, seperti apa nasib orang-orang yang mengenal Allah namun tidak taat. Israel merupakan peringatan supaya kita tidak melakukan hal-hal yang jahat di mata Allah. Sebagai orang percaya, kita harus menang, tidak seperti bangsa Israel yang gagal.
Tidak perlu kita memandang bangsa Israel lebih istimewa dari kita, sebab bangsa itu hanya merupakan contoh watak manusia pada umumnya.Diadaptasi dari
Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit.

Powered by Telkomsel BlackBerry®

KASIH & PENGAMPUNAN

KASIH & PENGAMPUNAN

Hubungan serenggang & serusak apapun bisa dipulihkan oleh KASIH. Mengampuni org2 ÿğ telah menghianati & menghancurkan hidup kita bukanlah perkara ÿğ mudah.

Mengampuni bukanlah tentang SEBESAR apa kesalahan org lain terhadap kita & bukan tentang seberapa BANYAK ia menyakiti hati kita. Tapi, krn kita sadar bahwa semua hal dlm hidup kita adl milik ÄĹĹÃ♓.

Sebuah pepatah berkata "Pengampunan itu seperti mawar ÿğ memancarkan keharuman bagi org ÿğ menginjaknya". Sdh dilukai, diinjak & dihancurkan, tapi ♏αš!h menebar keharuman. Ini memang tdk mudah dilakukan, namun KASIH mampu melakukannya.

Kita sering menganggap Esau memiliki nafsu ÿğ rendah, bodoh krn menjual hak kesulungan & beringas krn ingin membunuh Yakub ÿğ telah menipunya. Tapi lihatlah apa ÿğ dilakukan Esau ketika bertemu dgn org ÿğ pernah menipunya?

Esau berlari utk mendekap, memeluk, mencium & bertangisan dgn Yakub. Esau lebih mementingkan hubungan daripada sakit hati dimasa lalu. Jika Esau saja bisa sedemikian berubah & bersedia utk memulihkan hubungan, bukankah kita juga bisa melakukannya?


HANYA KASIH & PENGAMPUNAN ŸĞ BISA MEMULIHKAN SEBUAH HUBUNGAN


Powered by Telkomsel BlackBerry®

MEMBUAT MALU PARTAI KOMUNIS

KISAH; MEMBUAT MALU PARTAI KOMUNIS

Saudara CJ dibebaskan setelah mengalami siksaan yang luar biasa selama dipenjara. Ia ditahan pada tahun 2001 dan dijatuhi hukuman selama 4 tahun di penjara Sanxia, Kota Chongqing. Kakek Kristen yang berumur 74 tahun ini, dikenai dakwaan "menggunakan ajaran sesat untuk menghalang-halangi hukum" dan merusak sistem pendidikan secara berkala dengan "aktivitas penginjilan ilegal". Sebagian dari kejahatannya adalah mengirim cucu perempuannya ke sekolah pelatihan Alkitab, yang merupakan tindakan yang melanggar hukum, karena dia masih berumur di bawah 18 tahun saat itu.

Karena membawa lebih dari 50 sahabatnya kepada Kristus, CJ dengan licik dipukuli oleh lebih dari 10 penjaga penjara. Mereka menyeretnya keluar dari selnya, menendang perutnya, dan mematahkan kedua kakinya sambil berteriak, "Kamu membuat malu partai komunis. Kami akan memukulmu sampai mati, Kakek!" Para penjaga juga mengarahkan tahanan lainnya untuk memukul dia. Tidak mampu berjalan dan pergi ke kamar mandi, CJ harus dibopong oleh sahabatnya dan dirawat di rumah sakit selama empat hari.

Enam minggu kemudian, setelah para penjaga berhenti merawat CJ, mereka meminta anak perempuannya untuk membeli obat bagi dia. Ketika anaknya mengambil obat di apotek penjara, dia mendengar seseorang yang berada di balik meja kasir mengutuki ayahnya, yang sedang menunggu di dalam selnya. Dalam keadaan lemah, CJ berkata kepada anak perempuannya, "Merupakan kehormatan menderita bagi Kristus. Berdoalah bagi saya. Tidak usah khawatir karena Tuhan beserta dengan saya. Rantai-rantai yang membelenggu saya akan meninggikan Kerajaan Allah."

Diambil dari:
Judul buletin: Kasih Dalam Perbuatan, Mei -- Juni 2006
Penulis: Tidak dicantumkan
Penerbit: Yayasan Kasih Dalam Perbuatan, Surabaya
Halaman: 5
Powered by Telkomsel BlackBerry®

"Ia akan menghasilkan banyak buah"

 "Ia akan menghasilkan banyak buah"

(Sir 51:1-8; Yoh 12:24-26)

" Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah. Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal. Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situ pun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa." (Yoh 12:24-26),

·   Menjadi biarawan berarti membaktikan diri sepenuhnya kepada Tuhan melalui pelayanan kepada sesamanya yang disertai dengan doa-doa. Sedangkan martir kiranya sebagaimana disabdakan oleh Yesus, yaitu orang yang "tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal". Sebagai orang beriman atau beragama kita memiliki dimensi kemartiran yang harus kita hayati dan sebarluaskan, maka marilah kita mawas diri apakah dalam hidup sehari-hari kita setia menghayati kemartiran kita. Nyawa adalah gairah, cita-cita, harapan atau dambaan, dan sebagai orang yang dipanggil untuk menghayati kemartiran kita diharapkan tidak mencintai atau hidup dan bertindak hanya mengikuti gairah, cita-cita, harapan dan dambaan pribadi, melainkan terutama dan pertama-tama adalah mengikuti kehendak dan perintah Tuhan. Kita dapat belajar dari atau meneladan Yesus yang telah menyerahkan nyawaNya sampai wafat di kayu salib demi keselamatan atau

kebahagiaan seluruh umat manusia di dunia, terutama keselamatan dan kebahagiaan jiwa manusia. Mengikuti kehendak dan perintah Tuhan antara lain dapat kita wujudkan dengan mengikuti dan melaksanakan aneka tata tertib yang terkait dengan hidup, panggilan dan tugas pengutusan kita masing-masing. Kami berharap kesetiaan dan ketaatan untuk melaksanakan tata tertib ini dibiasakan dan dididikkan pada anak-anak di dalam keluarga kita masing-masing, dengan teladan konkret dari  orangtua atau bapak-ibu. Kesetiaan dan ketaatan melaksanakan tata tertib hemat saya merupakan salah satu bentuk penghayatan kemartiran masa kini yang mendesak dan up to date untuk kita hayati dan sebarluaskan.

·   "Dari segala pihak aku dikelilingi orang dan tidak ada penolong, aku memandang keliling mencari bantuan dari manusia, tapi tidak ada. Maka teringatlah aku akan belas kasihan-Mu, ya Tuhan, dan akan pekerjaan-Mu dari dahulu kala, bahwasanya Engkau melepaskan orang yang berharap kepada-Mu serta menyelamatkan mereka dari tangan para musuhnya" (Sir 51:7-8). Kutipan ini kiranya baik kita renungkan atau refleksikan dalam rangka mawas diri perihal kemartiran kita. Setia dan taat pada iman dalam segala situasi atau keadaan memang dengan mudah akan dimusuhi atau dibenci oleh orang lain, apalagi di Indonesia ini yang masih sarat dengan tindak korupsi dan penyelewengan yang dilakukan oleh orang-orang yang berpengaruh dalam kehidupan bersama. Menghayati kemartiran memang berarti senantiasa mengandalkan diri pada belas kasihan atau rahmat Tuhan. Mereka yang membenci atau memusuhi orang yang setia dan taat pada imannya adalah orang yang mengandalkan diri

pada setan atau roh jahat, maka jika kita mengandalkan diri para rahmat Tuhan, yang berarti bersama dan bersatu dengan Tuhan, dengan demikian kita akan mampu menghadapi orang-orang yang membenci dan memusuhi kita. Tuhan pasti akan melepaskan orang dari kebencian dan permusuhan, jika yang bersangkutan sungguh berharap atau mempersembahkan diri seutuhnya kepada Tuhan. Hadapi aneka kebencian dan permusuhan dengan cintakasih, karena cintakasih mengatasi segalanya. Sejelek-jelek orang yang membenci dan memusuhi kiranya yang bersangkutan masih memiliki cintakasih, maka jika dihadapi dan disikapi dengan cintakasih, mereka pasti akan bertobat alias tidak akan membenci dan memusuhi lagi. Ingatlah bahwa cintakasih pasti menang atas kebencian dan balas dendam. Binatang-binatang buas yang kelihatan menakutkan dan mengancam pun ketika didekati dan disikapi dalam dan dengan cintkasih dapat menjadi sahabat, apalagi manusia, ciptaan terluhur dan termulia di dunia ini.

" Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. Lebih baik berlindung pada TUHAN dari pada percaya kepada manusia. Lebih baik berlindung pada TUHAN dari pada percaya kepada para bangsawan." (Mzm 118:1.8-9)


Powered by Telkomsel BlackBerry®

Kamis, 01 Desember 2011

Menegakkan keadilan

Menegakkan keadilan

Surat 2 Petrus berbeda dari surat 1 Petrus dalam beberapa aspek.
Pertama, belum tentu penerima surat ini sama. Kedua, dalam surat 1
Petrus, Petrus menyatakan diri sebagai rasul yang menyapa umat
Tuhan sebagai umat pilihan. Mereka adalah umat pilihan karena dari
tengah-tengah bangsa-bangsa yang tidak mengenal Tuhan mereka
dikuduskan oleh Roh Kudus dan ditebus oleh darah Kristus. Surat 2
Petrus menyapa pembacanya sebagai orang yang bersama-sama dengan
dia, hamba dan rasul Yesus telah memperoleh iman karena keadilan
Allah dan Tuhan Yesus. Selain otoritas rasulinya, Petrus juga mau
menekankan ketaatannya sebagai hamba Tuhan.

Petrus menekankan bahwa para pembaca surat ini adalah sama-sama orang
yang telah menerima iman oleh karena keadilan (kebenaran) Allah
dan Tuhan Yesus. Kata keadilan ini bukan berbicara mengenai karya
penebusan Kristus yang menegakkan keadilan Allah atas dosa
melainkan perbuatan adil atau benar Allah dalam menganugerahkan
iman kepada orang percaya. Bisa dibandingkan dengan Nuh yang
memberitakan "kebenaran" (2:5) para pengajar sesat yang menolak
"Jalan Kebenaran" (2:21), dan di langit dan bumi yang baru
terdapat "kebenaran" (3:13). Iman itu sendiri adalah anugerah
Allah yang secara adil diberikan kepada setiap orang yang percaya
kepada karya Kristus.

Lewat salam surat ini, Petrus hendak menekankan bahwa tindakan para
pembaca suratnya harus mempertimbangkan bahwa iman mereka berasal
dari keadilan Allah. Mereka harus merespons keadilan Allah dengan
hidup adil. Petrus sedang mempersiapkan mereka untuk pesan penting
yang urgen, bahwa pengajar sesat sedang menggoda mereka untuk
hidup bagi diri sendiri dan mengabaikan hidup yang adil.

Kita harus menyadari bahwa iman kita adalah anugerah Allah. Ia telah
menegakkan keadilan-Nya dengan menopang kita dalam menjalani hidup
ini. Maka, dengan mewaspadai bahaya penyesatan di mana-mana, mari
kita menjalani hidup dengan menegakkan kebenaran dan keadilan.


2 Petrus 1:1-2

1 Dari Simon Petrus, hamba dan rasul Yesus Kristus, kepada mereka
yang bersama-sama dengan kami memperoleh iman oleh karena keadilan
Allah dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.
2 Kasih karunia dan damai sejahtera melimpahi kamu oleh pengenalan
akan Allah dan akan Yesus, Tuhan kita.

Powered by Telkomsel BlackBerry®

TAKKAN MENYERAH

TAKKAN MENYERAH

Iman dan usaha untuk berbuat sesuatu adalah ibarat dua sisi dari
sekeping mata uang yang tak terpisahkan. Tanpa ada perbuatan yang
dilakukan, diragukan bahwa di situ ada iman (Yakobus 2:14-18).
Bukankah perbuatan kita merupakan penampakan dari apa yang kita
imani?

Sekumpulan orang yang beriman kepada Yesus menyaksikan bagaimana
Yesus mengajar dengan kuasa dan mukjizat, serta menyembuhkan orang
sakit (Markus 1:21-28). Dari situ, hati mereka tergerak untuk
menolong teman sekampung mereka yang sejak kecil lumpuh dan tersisih
hidupnya. Mereka beriman Yesus mampu menyembuhkan maka mereka tidak
diam saja. Meski banyak rintangan: mungkin rumah si lumpuh jauh,
mungkin tubuhnya berat. Ditambah lagi, ketika sampai di tempat
Yesus, ternyata rumah itu penuh sesak dan orang-orang tak mau
memberi jalan. Namun, sekali lagi iman itu mereka wujudkan dengan
usaha yang pantang menyerah. Mereka membuka atap rumah, dengan
risiko si empunya rumah marah. Iman yang besar kepada Yesus
memampukan mereka mengatasi segala hambatan. Ketika si lumpuh
diturunkan, Yesus melihat iman mereka yang mau berusaha itu dan
memberi kesembuhan. Iman itu menjadi kenyataan karena anugerah Allah
di dalam Kristus, bukan karena kemampuan mereka sendiri.

Apabila kita sedang menghadapi sebuah tugas atau tantangan hidup
yang butuh iman dan perjuangan keras, ingatlah kisah ini. Teguhkan
iman dengan memandang kebesaran Allah yang sanggup menolong sehingga
menguatkan kita untuk berjuang pantang menyerah. Serahkan
ketidakberdayaan kita ke alamat yang tepat, yakni Yesus yang mampu
membuat iman kita menjadi kenyataan.

IMAN MENGARAHKAN MATA KITA KEPADA YESUS YANG HEBAT
AGAR DENGAN IMAN ITU KITA MEMBERI USAHA TERBAIK KITA

Markus 2:1-12

1 Kemudian, sesudah lewat beberapa hari, waktu Yesus datang lagi
ke Kapernaum, tersiarlah kabar, bahwa Ia ada di rumah.
2 Maka datanglah orang-orang berkerumun sehingga tidak ada lagi
tempat, bahkan di muka pintupun tidak. Sementara Ia memberitakan
firman kepada mereka,
3 ada orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh,
digotong oleh empat orang.
4 Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang
banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya; sesudah
terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu
terbaring.
5 Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang
lumpuh itu: "Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!"
6 Tetapi di situ ada juga duduk beberapa ahli Taurat, mereka
berpikir dalam hatinya:
7 "Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah. Siapa
yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?"
8 Tetapi Yesus segera mengetahui dalam hati-Nya, bahwa mereka
berpikir demikian, lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu
berpikir begitu dalam hatimu?
9 Manakah lebih mudah, mengatakan kepada orang lumpuh ini: Dosamu
sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, angkatlah tilammu
dan berjalan?
10 Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia
berkuasa mengampuni dosa" --berkatalah Ia kepada orang lumpuh
itu--:
11 "Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan
pulanglah ke rumahmu!"
12 Dan orang itupun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan
pergi ke luar di hadapan orang-orang itu, sehingga mereka semua
takjub lalu memuliakan Allah, katanya: "Yang begini belum pernah
kita lihat."


Powered by Telkomsel BlackBerry®

Minyak Seorang Janda

Minyak Seorang Janda
2 Raja-raja 4:1-7

 Berkatalah perempuan itu: "Hambamu ini tidak punya sesuatu apa pun di rumah,

kecuali sebuah buli-buli berisi minyak" (2 Raja-raja 4:2).

 

      Kemiskinan melilit hidup janda nabi. Penagih utang sudah datang menjemput kedua anaknya untuk dijadikan budak, menggantikan utang yang tak terbayar. Lalu janda itu mengadukan nasibnya kepada Elisa, "Hambamu ini tidak punya sesuatu apa pun di rumah, kecuali sebuah buli-buli berisi minyak."

      Elisa menyuruh janda dan anak-anaknya untuk meminjam bejana-bejana kosong dari para tetangga, sebanyak mungkin yang bisa mereka peroleh. Lalu Elisa menyuruh janda itu menutup pintu rumahnya, dan menuangkan minyak ke dalam bejana-bejana kosong. Bejana demi bejana pun diisi penuh dengan minyak, sampai perempuan itu berkata kepada anaknya: "Dekatkanlah kepadaku sebuah bejana lagi." Namun, tidak tersedia lagi satu pun bejana, dan berhentilah minyak mengalir dari buli-buli.

      Kisah

Minyak Seorang Janda menunjukkan bahwa rahmat Tuhan itu tiada batasnya, mengalir tiada habisnya. Minyak itu mengalir pasti dari sebuah buli-buli, dituangkan dan memenuhi semua bejana kosong. Cara Tuhan memberkati janda nabi itu sungguh ajaib! Tak terukur kecerdasan-Nya, di luar akal manusia. Anda dan saya bisa mawas diri, saat-saat di mana Tuhan memberkati kita dengan cara yang ajaib, tak terjangkau oleh pengetahuan kita. Ada detik-detik di mana kemurahan-Nya melimpahi kita dengan proses di luar praduga kita. Dan puji Tuhan, jika rahmat-Nya terus mengaliri hidup kita sampai hari ini. Renungan kita hati ini juga mengisyaratkan bahwa rahmat Tuhan itu membutuhkan tempat, kapasitas untuk menampung berkat-Nya. Ketika bejana-bejana yang disediakan janda itu habis, minyak pun berhenti mengalir. Sungguh ajaib, jika sampai hari ini kita terus dihidupi oleh anugerah-Nya. Hari demi hari anugerah itu terus mengalir, dan kita senantiasa dimampukan menjadi bejana-bejana kosong untuk menampung kemurahan-Nya.

     Jika kita memiliki kapasitas untuk menampung berkat Tuhan, itu pun suatu berkat yang luar biasa. Dan Elisa mengajarkan kepada janda nabi itu, juga Anda dan saya, ketika berkat-Nya dicurahkan, kewajiban kita pun harus diutamakan. Entah berapa lama perempuan itu menopang hidupnya dengan utang, dan setelah diberkati, yang pertama kali diminta Elisa adalah membayar utang terlebih dahulu: "Pergilah, juallah minyak itu, bayarlah hutangmu, dan hiduplah dari lebihnya, engkau serta anak-anakmu."

     Utang adalah kewajiban, beban yang harus dilepaskan. Elisa ingin keluarga janda itu merdeka dari utang, tidak lagi diperbudak oleh pemberi utang. Agar merdeka, janda dan anak-anaknya harus menuntaskan utang mereka. Jadi, deklarasikanlah hidup Anda dengan menuntaskan terlebih dahulu kewajiban yang tertunda. Lepaskan diri Anda dengan tidak mengingatkan diri lagi pada kewajiban yang seharusnya sudah Anda penuhi. Jangan mengikis anugerah Tuhan dengan kewajiban yang seharusnya Anda utamakan terlebih dahulu. Sekarang, tuntaskanlah, belum terlambat! Nikmatilah rahmat Tuhan layaknya sebagai orang benar yang diberkati-Nya!
 

Sebab Engkaulah yang memberkati orang benar, ya Tuhan; Engkau

memagari dia dengan anugerah-Mu seperti perisai. —Mazmur 5:13



www.askopgideon.com Powered by Telkomsel BlackBerry®