Minggu, 25 September 2011

Konsep Berhala Yang Salah

Wahyu 21: 8

21:8 Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta,mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua."

Apakah berhala itu? Biasanya penyembahan kepada berhala dipahami sebagai keterlibatan seseorang kepada okultisme, yaitu hal-hal yang bertalian dengan perdukunan dan mistisisme. Pemahaman ini sangat berbahaya dan menyesatkan, sebab praktik pemberhalaan banyak terjadi dalam kehidupan orang percaya tanpa disadari oleh pelakunya. Banyak dosa pemberhalaan yang dilakukan dalam kehidupan orang Kristen di dunia modern ini tidak berkitan langsung dengan praktek okultisme.

Yang disebut "penyembah berhala" dalam bahasa aslinya adalah idololátres, sementara "penyembahan berhala" adalah idololatría. Kedua kata Yunani ini berasal dari kata ídolon yang berarti "berhala" dan latría yang berarti "berbakti".

Karena pemahaman yang salah mengenai penyembahan berhala, tak jarang bagi mereka yang melakukan pelayanan pelepasan, sang hamba Tuhan merasa sedang meruntuhkan praktik dosa penyembahan berhala dengan menghancurkan patungpatung, bahkan boneka-boneka. Memang mereka berfokus hanya pada orang-orang yang mempunyai jimat, pernah pergi ke dukun, atau waktu masih kecil pernah diserahkan kepada dewa. Ada hamba Tuhan yang berpendirian bahwa semua patung bahkan lukisan harus dihancurkan, termasuk berbagai karya seni yang indah. Padahal tidak harus demikian, sebab tidak selalu patung itu menjadi obyek pemujaan.

Kalau pemunahan praktik penyembahan berhala hanyalah penghancuran patung-patung, itu adalah pandangan yang sangat dangkal dan sempit. Mungkin para pelayan pelepasan tersebut adalah orang-orang yang ngeroh, tetapi kalau dengan praktik itu mereka merasa sudah membantu orang keluar dari dosa penyembahan berhala, artinya mereka belum diperlengkapi kebenaran yang memperbarui pikiran.

Sesungguhnya semua objek lain di luar Tuhan bisa menjadi berhala, jika orang menjadikannya objek kebaktian. Maka mereka yang patung-patungnya sudah dihancurkan belum tentu tidak lagi terlibat dalam penyembahan berhala. Mereka boleh merasa bebas, tetapi kalau masih sangat mencintai dunia, sesungguhnya mereka masih melakukan penyembahan berhala terus-menerus. Itu menyakitkan hati Bapa. Banyak orang Kristen masih berkeadaan seperti ini, dan sedihnya tidak banyak suara yang mengingatkan mereka terhadap keadaan yang sangat membahayakan ini. Jangan lagi mempunyai konsep berpikir yang sempit. Belajarlah terus mendalami kebenaran Tuhan, agar kita tidak mendurhakai-Nya.

Semua kebaktian kepada objek lain di luar Tuhan, termasuk dunia ini,adalah penyembahan berhala.

Diadaptasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit.


www.askopgideon.com Powered by Telkomsel BlackBerry®

Idolon

1 Yohanes 5: 21

5:21 Anak-anakku, waspadalah terhadap segala berhala.

Untuk membedah kata asli Yunani mengenai penyembahan berhala idololatría, pertama-tama kita harus memahami kata pertama dalam kata gabungan itu yaitu ídolon.

Ídolon merupakan sumber kata idola atau idol dalam bahasa Inggris. Kata ídolon dapat diartikan "citra" atau "imaji". Kata ini bisa menunjuk kepada suatu objek seperti gambar atau patung yang menggambarkan dewa-dewa kafir, tetapi juga bisa berarti "duplikat" atau "salinan". Jadi berbicara mengenai berhala sebenarnya menunjuk kepada suatu duplikat atau salinan. Apa atau siapa yang diduplikasi? Tentu dalam hal ini Tuhanlah yang diduplikasi atau dibuat tiruannya. Maksudnya, dalam kehidupan seseorang ada suatu sosok yang diperlakukan sebagai Tuhan, atau diperlakukan dengan cara yang sebenarnya hanya pantas bagi Tuhan.

Seharusnya Tuhan menjadi obyek pemujaan dan penyembahan satu-satunya dalam kehidupan ini, tetapi tanpa sadar orang menggantikan-Nya dengan sesuatu yang lain. Dikatakan tanpa sadar, sebab mereka merasa telah memuja dan menyembah Tuhan, sebab sudah mengikuti kebaktian, menyanyikan lagu rohani dan melakukan apa yang disebut penyembahan. Jadi, kalau sudah mengikuti liturgi atau mengikuti kebaktian, berarti sudah memuja dan menyembah Tuhan. Itulah sebabnya ada gereja-gereja yang menekankan praktik penyembahan yang luar biasa dalam kebaktian.

Sekalipun seseorang telah bergereja, menyanyikan puji-pujian dan "menyembah" Tuhan—bahkan dengan "bahasa roh"—kalau dalam kehidupan sehari-harinya mereka memperlakukan sesuatu dengan cara yang hanya pantas bagi Tuhan, itu berarti Tuhan telah diduakan. Ada duplikat Tuhan yang menjadi berhala dalam kehidupannya. Demikianlah, banyak orang yang merasa tidak menduplikasi Tuhan secara -sik, artinya tidak memiliki patung yang disembahnya di rumah, tetapi di dalam hatinya ia memiliki "duplikat Tuhan" yang diberhalakan. Duplikat Tuhan itu adalah kekayaan dunia.

Kalau kita masih bersikap mencintai dunia dan kekayaannya, berarti masih ada praktik pemberhalaan dalam kehidupan kita. Segeralah bertobat, sebab segala praktik pemberhalaan seperti ini dibenci oleh Tuhan. Dan waspadalah terhadap pengajaran yang mengagung-agungkan kekayaan dunia, sebab itu manuver pekerjaan Iblis yang sangat cerdas. Tanpa penerangan oleh Firman Tuhan dan kejujuran hati nurani, kita bisa terjerat oleh tipu daya kuasa kegelapan ini.

Berhala bukan hanya patung yang disembah, melainkan juga kekayaan dunia yang menjadi "duplikat Tuhan" bagi banyak orang.

Diadaptasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit.


www.askopgideon.com Powered by Telkomsel BlackBerry®

I was the person Jesus was talking to when He said,"

You say, 'I am rich. I have everything I want. I don't need a thing!' And you don't realize that you are wretched and miserable and poor and blind and naked. So I advise you to buy gold from me--gold that has been purified by fire. Then you will be rich. Also buy white garments from me so you will not be shamed by your nakedness, and ointment for your eyes so you will be able to see" (Revelation 3:17,18).


www.askopgideon.com Powered by Telkomsel BlackBerry®
Idolon

1 Yohanes 5: 21

5:21 Anak-anakku, waspadalah terhadap segala berhala.

Untuk membedah kata asli Yunani mengenai penyembahan berhala idololatría, pertama-tama kita harus memahami kata pertama dalam kata gabungan itu yaitu ídolon.

Ídolon merupakan sumber kata idola atau idol dalam bahasa Inggris. Kata ídolon dapat diartikan "citra" atau "imaji". Kata ini bisa menunjuk kepada suatu objek seperti gambar atau patung yang menggambarkan dewa-dewa kafir, tetapi juga bisa berarti "duplikat" atau "salinan". Jadi berbicara mengenai berhala sebenarnya menunjuk kepada suatu duplikat atau salinan. Apa atau siapa yang diduplikasi? Tentu dalam hal ini Tuhanlah yang diduplikasi atau dibuat tiruannya. Maksudnya, dalam kehidupan seseorang ada suatu sosok yang diperlakukan sebagai Tuhan, atau diperlakukan dengan cara yang sebenarnya hanya pantas bagi Tuhan.

Seharusnya Tuhan menjadi obyek pemujaan dan penyembahan satu-satunya dalam kehidupan ini, tetapi tanpa sadar orang menggantikan-Nya dengan sesuatu yang lain. Dikatakan tanpa sadar, sebab mereka merasa telah memuja dan menyembah Tuhan, sebab sudah mengikuti kebaktian, menyanyikan lagu rohani dan melakukan apa yang disebut penyembahan. Jadi, kalau sudah mengikuti liturgi atau mengikuti kebaktian, berarti sudah memuja dan menyembah Tuhan. Itulah sebabnya ada gereja-gereja yang menekankan praktik penyembahan yang luar biasa dalam kebaktian.

Sekalipun seseorang telah bergereja, menyanyikan puji-pujian dan "menyembah" Tuhan—bahkan dengan "bahasa roh"—kalau dalam kehidupan sehari-harinya mereka memperlakukan sesuatu dengan cara yang hanya pantas bagi Tuhan, itu berarti Tuhan telah diduakan. Ada duplikat Tuhan yang menjadi berhala dalam kehidupannya. Demikianlah, banyak orang yang merasa tidak menduplikasi Tuhan secara -sik, artinya tidak memiliki patung yang disembahnya di rumah, tetapi di dalam hatinya ia memiliki "duplikat Tuhan" yang diberhalakan. Duplikat Tuhan itu adalah kekayaan dunia.

Kalau kita masih bersikap mencintai dunia dan kekayaannya, berarti masih ada praktik pemberhalaan dalam kehidupan kita. Segeralah bertobat, sebab segala praktik pemberhalaan seperti ini dibenci oleh Tuhan. Dan waspadalah terhadap pengajaran yang mengagung-agungkan kekayaan dunia, sebab itu manuver pekerjaan Iblis yang sangat cerdas. Tanpa penerangan oleh Firman Tuhan dan kejujuran hati nurani, kita bisa terjerat oleh tipu daya kuasa kegelapan ini.

Berhala bukan hanya patung yang disembah, melainkan juga kekayaan dunia yang menjadi "duplikat Tuhan" bagi banyak orang.

Diadaptasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit.


www.askopgideon.com Powered by Telkomsel BlackBerry®

I was the person Jesus was talking to when He said,"

You say, 'I am rich. I have everything I want. I don't need a thing!' And you don't realize that you are wretched and miserable and poor and blind and naked. So I advise you to buy gold from me--gold that has been purified by fire. Then you will be rich. Also buy white garments from me so you will not be shamed by your nakedness, and ointment for your eyes so you will be able to see" (Revelation 3:17,18).


www.askopgideon.com Powered by Telkomsel BlackBerry®

Jumat, 23 September 2011

Kenakalan Remaja, Faktor Penyebab dan Tips Menghadapinya


Kenakalan remaja di era modern ini sudah melebihi batas yang sewajarnya. Banyak anak dibawah umur yang sudah mengenal Rokok, Narkoba, Freesex, dan terlibat banyak tindakan kriminal lainnya. Fakta ini sudah tidak dapat diungkuri lagi, anda dapat melihat brutalnya remaja jaman sekarang. Dan saya pun pernah melihat dengan mata kepala saya sendiri ketika sebuah anak kelas satu SMA di kompelks saya, ditangkap/diciduk POLISI akibat menjadi seorang bandar gele, atau yang lebih kita kenal dengan ganja.

Hal ini semua bisa terjadi karena adanya faktor-faktor kenakalan remaja berikut:

- kurangnya kasih sayang orang tua.

- kurangnya pengawasan dari orang tua.

- pergaulan dengan teman yang tidak sebaya.

- peran dari perkembangan iptek yang berdampak negatif.

- tidak adanya bimbingan kepribadian dari sekolah.

- dasar-dasar agama yang kurang

- tidak adanya media penyalur bakat dan hobinya

- kebasan yang berlebihan

- masalah yang dipendam

Dan saya dapat memberikan beberapa tips untuk mengatasi dan mencegah kenakalan remaja, yaitu:

- Perlunya kasih sayang dan perhatian dari orang tua dalam hal apapun.

- Adanya pengawasan dari orang tua yang tidak mengekang. contohnya: kita boleh saja membiarkan dia melakukan apa saja yang masih sewajarnya, dan apabila menurut pengawasan kita dia telah melewati batas yang sewajarnya, kita sebagai orangtua perlu memberitahu dia dampak dan akibat yang harus ditanggungnya bila dia terus melakukan hal yang sudah melewati batas tersebut.

- Biarkanlah dia bergaul dengan teman yang sebaya, yang hanya beda umur 2 atau 3 tahun baik lebih tua darinya. Karena apabila kita membiarkan dia bergaul dengan teman main yang sangat tidak sebaya dengannya, yang gaya hidupnya sudah pasti berbeda, maka dia pun bisa terbawa gaya hidup yang mungkin seharusnya belum perlu dia jalani.

- Pengawasan yang perlu dan intensif terhadap media komunikasi seperti tv, internet, radio, handphone, dll.

- Perlunya bimbingan kepribadian di sekolah, karena disanalah tempat anak lebih banyak menghabiskan waktunya selain di rumah.

- Perlunya pembelanjaran agama yang dilakukan sejak dini, seperti beribadah dan mengunjungi tempat ibadah sesuai dengan iman kepercayaannya.

- Kita perlu mendukung hobi yang dia inginkan selama itu masih positif untuk dia. Jangan pernah kita mencegah hobinya maupun kesempatan dia mengembangkan bakat yang dia sukai selama bersifat Positif. Karena dengan melarangnya dapat menggangu kepribadian dan kepercayaan dirinya.

- Anda sebagai orang tua harus menjadi tempat CURHAT yang nyaman untuk anak anda, sehingga anda dapat membimbing dia ketika ia sedang menghadapi masalah.

Terima kasih telah membaca artikel ini, semoga dapat berguna bagi anda.


Powered by Telkomsel BlackBerry®

Pengaruh Globalisasi Terhadap Nilai-Nilai Nasionalisme

Globalisasi adalah suatu proses tatanan masyarakat yang mendunia dan tidak mengenal batas wilayah.

Globalisasi pada hakikatnya adalah suatu proses dari gagasan yang dimunculkan, kemudian ditawarkan untuk diikuti oleh bangsa lain yang akhirnya sampai pada suatu titik kesepakatan bersama dan menjadi pedoman bersama bagi bangsa- bangsa di seluruh dunia. (Menurut Edison A. Jamli dkk.Kewarganegaraan.2005)

Menurut pendapat Krsna (Pengaruh Globalisasi Terhadap Pluralisme Kebudayaan Manusia di Negara Berkembang.internet.public jurnal.september 2005). Sebagai proses, globalisasi berlangsung melalui dua dimensi dalam interaksi antar bangsa, yaitu dimensi ruang dan waktu. Ruang makin dipersempit dan waktu makin dipersingkat dalam interaksi dan komunikasi pada skala dunia. Globalisasi berlangsung di semua bidang kehidupan seperti bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan keamanan dan lain- lain. Teknologi informasi dan komunikasi adalah faktor pendukung utama dalam globalisasi. Dewasa ini, perkembangan teknologi begitu cepat sehingga segala informasi dengan berbagai bentuk dan kepentingan dapat tersebar  luas ke seluruh dunia.Oleh karena itu globalisasi tidak dapat kita hindari kehadirannya.

Kehadiran globalisasi tentunya membawa pengaruh bagi kehidupan suatu negara termasuk Indonesia. Pengaruh tersebut meliputi dua sisi yaitu pengaruh positif dan pengaruh negatif. Pengaruh globalisasi di berbagai bidang kehidupan seperti kehidupan politik, ekonomi, ideologi, sosial budaya dan lain- lain akan mempengaruhi nilai- nilai nasionalisme terhadap bangsa.

Pengaruh positif globalisasi terhadap nilai- nilai nasionalisme

Dilihat dari globalisasi politik, pemerintahan dijalankan secara terbuka dan demokratis. Karena pemerintahan adalah bagian dari suatu negara, jika pemerintahan djalankan secara jujur, bersih dan dinamis tentunya akan mendapat tanggapan positif dari rakyat. Tanggapan positif tersebut berupa rasa nasionalisme terhadap negara menjadi meningkat.

Dari aspek globalisasi ekonomi, terbukanya pasar internasional, meningkatkan kesempatan kerja dan meningkatkan devisa negara. Dengan adanya hal tersebut akan meningkatkan kehidupan ekonomi bangsa yang menunjang kehidupan nasional bangsa.

Dari globalisasi sosial budaya kita dapat meniru pola berpikir yang baik seperti etos kerja yang tinggi dan disiplin dan Iptek dari bangsa lain yang sudah maju untuk meningkatkan kemajuan bangsa yang pada akhirnya memajukan bangsa dan akan mempertebal rasa nasionalisme kita terhadap bangsa.

 
Pengaruh negatif globalisasi terhadap nilai- nilai nasionalisme

Globalisasi mampu meyakinkan masyarakat Indonesia bahwa liberalisme dapat membawa kemajuan dan kemakmuran. Sehingga tidak menutup kemungkinan berubah arah dari ideologi Pancasila ke ideologi liberalisme. Jika hal tesebut terjadi akibatnya rasa nasionalisme bangsa akan hilang

Dari globalisasi aspek ekonomi, hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri karena banyaknya produk luar negeri (seperti Mc Donald, Coca Cola, Pizza Hut,dll.) membanjiri di Indonesia. Dengan hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri menunjukan gejala berkurangnya rasa nasionalisme masyarakat kita terhadap bangsa Indonesia.

Mayarakat kita khususnya anak muda banyak yang lupa akan identitas diri sebagai bangsa Indonesia, karena gaya hidupnya cenderung meniru budaya barat yang oleh masyarakat dunia dianggap sebagai kiblat.

Mengakibatkan adanya kesenjangan sosial yang tajam antara yang kaya dan miskin, karena adanya persaingan bebas dalam globalisasi ekonomi. Hal tersebut dapat menimbulkan pertentangan antara yang kaya dan miskin yang dapat mengganggu kehidupan nasional bangsa.

Munculnya sikap individualisme yang menimbulkan ketidakpedulian antarperilaku sesama warga. Dengan adanya individualisme maka orang tidak akan peduli dengan kehidupan bangsa.

Pengaruh- pengaruh di atas memang tidak secara langsung berpengaruh terhadap nasionalisme. Akan tetapi secara keseluruhan dapat menimbulkan rasa nasionalisme terhadap bangsa menjadi berkurang atau hilang. Sebab globalisasi mampu membuka cakrawala masyarakat secara global. Apa yang di luar negeri dianggap baik memberi aspirasi kepada masyarakat kita untuk diterapkan di negara kita. Jika terjadi maka akan menimbulkan dilematis. Bila dipenuhi belum tentu sesuai di Indonesia. Bila tidak dipenuhi akan dianggap tidak aspiratif dan dapat bertindak anarkis sehingga mengganggu stabilitas nasional, ketahanan nasional bahkan persatuan dan kesatuan bangsa.

 
Pengaruh Globalisasi Terhadap Nilai Nasionalisme di Kalangan Generasi Muda

Arus globalisasi begitu cepat merasuk ke dalam masyarakat terutama di kalangan muda. Pengaruh globalisasi terhadap anak muda juga begitu kuat. Pengaruh globalisasi tersebut telah membuat banyak anak muda kita kehilangan kepribadian diri sebagai bangsa Indonesia. Hal ini ditunjukkan dengan gejala- gejala yang muncul dalam kehidupan sehari- hari anak muda sekarang.

Dari cara berpakaian banyak remaja- remaja kita yang berdandan seperti selebritis yang cenderung ke budaya Barat. Mereka menggunakan pakaian yang minim bahan yang memperlihatkan bagian tubuh yang seharusnya tidak kelihatan. Pada hal cara berpakaian tersebut jelas- jelas tidak sesuai dengan kebudayaan kita. Tak ketinggalan gaya rambut mereka dicat beraneka warna. Pendek kata orang lebih suka jika menjadi orang lain dengan cara menutupi identitasnya. Tidak banyak remaja yang mau melestarikan budaya bangsa dengan mengenakan pakaian yang sopan sesuai dengan kepribadian bangsa.

Teknologi internet merupakan teknologi yang memberikan informasi tanpa batas dan dapat diakses oleh siapa saja. Apa lagi bagi anak muda internet sudah menjadi santapan mereka sehari- hari. Jika digunakan secara semestinya tentu kita memperoleh manfaat yang berguna. Tetapi jika tidak, kita akan mendapat kerugian. Dan sekarang ini, banyak pelajar dan mahasiswa yang menggunakan tidak semestinya. Misal untuk membuka situs-situs porno. Bukan hanya internet saja, ada lagi pegangan wajib mereka yaitu handphone. Rasa sosial terhadap masyarakat menjadi tidak ada karena mereka lebih memilih sibuk dengan menggunakan handphone.

Dilihat dari sikap, banyak anak muda yang tingkah lakunya tidak kenal sopan santun dan cenderung cuek tidak ada rasa peduli terhadap lingkungan. Karena globalisasi menganut kebebasan dan keterbukaan sehingga mereka bertindak sesuka hati mereka. Contoh riilnya adanya geng motor anak muda yang melakukan tindakan kekerasan yang menganggu ketentraman dan kenyamanan masyarakat.

Jika pengaruh-pengaruh di atas dibiarkan, mau apa jadinya genersi muda tersebut? Moral generasi bangsa menjadi rusak, timbul tindakan anarkis antara golongan muda. Hubungannya dengan nilai nasionalisme akan berkurang karena tidak ada rasa cinta terhadap budaya bangsa sendiri dan rasa peduli terhadap masyarakat. Padahal generasi muda adalah penerus masa depan bangsa. Apa akibatnya jika penerus bangsa tidak memiliki rasa nasionalisme?

Berdasarkan analisa dan uraian di atas pengaruh negatif globalisasi lebih banyak daripada pengaruh positifnya. Oleh karena itu diperlukan langkah untuk mengantisipasi pengaruh negatif globalisasi terhadap nilai nasionalisme.

Antisipasi Pengaruh Negatif Globalisasi Terhadap Nilai Nasionalisme

Langkah- langkah untuk mengantisipasi dampak negatif globalisasi terhadap nilai- nilai nasionalisme antara lain yaitu :

Menumbuhkan semangat nasionalisme yang tangguh, misal semangat mencintai produk dalam negeri.

Menanamkan dan mengamalkan nilai- nilai Pancasila dengan sebaik- baiknya.

Menanamkan dan melaksanakan ajaran agama dengan sebaik- baiknya.

Mewujudkan supremasi hukum, menerapkan dan menegakkan hukum dalam arti sebenar- benarnya dan seadil- adilnya.

Selektif terhadap pengaruh globalisasi di bidang politik, ideologi, ekonomi, sosial budaya bangsa.

Dengan adanya langkah- langkah antisipasi tersebut diharapkan mampu menangkis pengaruh globalisasi yang dapat mengubah nilai nasionalisme terhadap bangsa. Sehingga kita tidak akan kehilangan kepribadian bangsa.

 

Referensi

Jamli, Edison dkk.Kewarganegaraan.2005.Jakarta: Bumi Akasara

Krsna @Yahoo.com. Pengaruh Globalisasi Terhadap Pluralisme Kebudayaan Manusia di Negara Berkembang.2005.internet:Public Jurnal


Powered by Telkomsel BlackBerry®