Senin, 01 November 2010

BANGUN LAGI

BANGUN LAGI

Bruce adalah raja negeri Skotlandia pada zaman dulu. Enam kali ia
gagal memimpin pasukannya melawan Inggris. Mereka selalu kalah
dihajar musuh dan terpaksa melarikan diri ke hutan. Sementara
bersembunyi di gubuk kosong-menyesali kegagalannya dan berputus asa,
ia melihat laba-laba yang merajut sarang. Enam kali berturut-turut
serangga itu berusaha sekuat tenaga mengaitkan salah satu ujung
benang ke balok kayu di seberang, tetapi selalu gagal. "Kasihan,
seharusnya kau menyerah saja!" bisik hati Bruce. Namun, laba-laba
itu mencoba lagi dan berhasil! Ini memberinya inspirasi dan semangat
baru. "Aku akan bertempur lagi untuk yang ketujuh kalinya!" teriak
Bruce. Ia bangun, mengumpulkan dan melatih lagi sisa-sisa
pasukannya; mengatur strategi dan menggempur kembali pertahanan
musuh, sampai mereka terusir dari tanah airnya.

Semangat juang dan pantang menyerah memang perlu, terlebih di masa
kesukaran. Yosua, sepeninggal Musa, mesti memimpin Israel masuk
tanah perjanjian. Tuhan memberinya semangat supaya tidak kecut dan
tawar hati (Yosua 1:9). Sebab, tawar hati hanya membuat kekuatan
berkurang. Seperti nasihat penulis Amsal: "Tujuh kali orang benar
jatuh, namun ia bangun kembali" (Amsal 24:16).

Salah satu penyebab orang tawar hati adalah kegagalan berulang kali.
Namun, banyak tokoh besar dunia punya sederet pengalaman gagal
sebelum berhasil tiba di puncak. Sebut saja Abraham Lincoln dan
Albert Einstein. Yang pasti, keberhasilan mereka tak akan terpatri
di sejarah jika pada kegagalan terakhir mereka tidak mau bangun
lagi. Apakah kegagalan sedang menimpa Anda? Jangan tawar hati atau
menyerah; bangkit dan berjuanglah lagi! --PAD

TAK SOAL BERAPA KALI ANDA JATUH
YANG PENTING, MASIHKAH ANDA MAU BANGUN KEMBALI?

Ayat Alkitab: Yosua 1:1-9

1 Sesudah Musa hamba TUHAN itu mati, berfirmanlah TUHAN kepada
Yosua bin Nun, abdi Musa itu, demikian:

2 "Hamba-Ku Musa telah mati; sebab itu bersiaplah sekarang,
seberangilah sungai Yordan ini, engkau dan seluruh bangsa ini,
menuju negeri yang akan Kuberikan kepada mereka, kepada orang
Israel itu.

3 Setiap tempat yang akan diinjak oleh telapak kakimu Kuberikan
kepada kamu, seperti yang telah Kujanjikan kepada Musa.

4 Dari padang gurun dan gunung Libanon yang sebelah sana itu
sampai ke sungai besar, yakni sungai Efrat, seluruh tanah orang
Het, sampai ke Laut Besar di sebelah matahari terbenam, semuanya
itu akan menjadi daerahmu.

5 Seorangpun tidak akan dapat bertahan menghadapi engkau seumur
hidupmu; seperti Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan
menyertai engkau; Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak
akan meninggalkan engkau.

6 Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkaulah yang akan
memimpin bangsa ini memiliki negeri yang Kujanjikan dengan
bersumpah kepada nenek moyang mereka untuk diberikan kepada
mereka.

7 Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh,
bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah
diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang
ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke manapun
engkau pergi.

8 Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi
renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak
hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab
dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan
beruntung.

9 Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah
hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu,
menyertai engkau, ke manapun engkau pergi.

Dongeng Nenek

Dongeng Nenek

1 Timotius 4:1-8
4:1. Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang
yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan4:2 oleh
tipu daya pendusta-pendusta yang hati nuraninya memakai cap mereka.4:3 Mereka
itu melarang orang kawin, melarang orang makan makanan yang diciptakan Allah
supaya dengan pengucapan syukur dimakan oleh orang yang percaya dan yang telah
mengenal kebenaran.4:4 Karena semua yang diciptakan Allah itu baik dan suatupun
tidak ada yang haram, jika diterima dengan ucapan syukur,4:5 sebab semuanya itu
dikuduskan oleh firman Allah dan oleh doa.4:6. Dengan selalu mengingatkan
hal-hal itu kepada saudara-saudara kita, engkau akan menjadi seorang pelayan
Kristus Yesus yang baik, terdidik dalam soal-soal pokok iman kita dan dalam
ajaran sehat yang telah kauikuti selama ini.4:7 Tetapi jauhilah takhayul dan
dongeng nenek-nenek tua. Latihlah dirimu beribadah.4:8 Latihan badani terbatas
gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji,
baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.

"Jauhilah takhayul dan dongeng nenek-nenek tua" (ay. 7). Ayat ini biasa
dijadikan dasar bahwa kita harus menjauhi takhayul yang berasal dari cerita
orang tua dan leluhur kita. Misalnya, tak perlu percaya larangan membeli jarum
di malam hari; jangan menganggap angka 13 dan 4 (versi Tionghoa) adalah angka
sial; tidak perlu takut membeli rumah tusuk sate; dan sebagainya. Tetapi mengapa
ayat ini terselip di nasihat Pauluskepada Timotius? Adakah suatu maksud yang
lain?
Kalau jeli membaca, sebetulnya yang disebut takhayul oleh Paulus di sini bukan
hanya kepercayaan nenek moyang kita seperti contoh di atas—yang memang merupakan
tipu daya Iblis— melainkan ajaran-ajaran palsu yang mengajarkan bahwa untuk
menjadi suci, sebagai orang Kristen kita tidak cukup hanya melakukan apa yang
ditulis Alkitab, tetapi harus juga melakukan "ibadah-ibadah tambahan": tidak
menikah, tidak makan daging, dan sebagainya (ay. 3). Di zaman sekarang kita bisa
menambah daftar tersebut dengan tidak main Internet, tidak nonton sepak bola,
dan sebagainya. Tetapi seperti kata Paulus, larangan itu bukan ajaran sehat (ay.
6).
Paulus menegaskan bahwa yang terpenting adalah melatih diri beribadah (ay. 7).
Kata "ibadah" di sini aslinya tertulis εὐσέβεια (evsébīa) yang artinya
"kesalehan terhadap Allah", atau "kekudusan". Ini bukan ibadah formal seperti
kebaktian di gereja, bukan pula ritual-ritual. Bagi orang percaya, evsébīa
mengacu kepada kehidupan Kristen yang benar di hadapan Tuhan, yaitu sikap dan
cara hidup yang menempatkan Yesus Kristus sebagaimana mestinya sebagai Tuhan,
dengan memuliakan Dia dan bukan sebaliknya malah berusaha mengatur Dia. Untuk
hidup dalam evsébīa, kita harus melatih diri dengan serius (γυμνάζω, yimnázo),
sebab itu tidak otomatis.
Sudah terlalu banyak pengkhotbah yang mengajar agar orang Kristen tidak boleh
ini dan itu, dan banyak yang sudah memasukkan juga kategori "takhayul dan
dongeng nenek-nenek tua" dalam ajarannya. Tetapi sejatinya yang terpenting
adalah berusaha serius untuk hidup dalam kesalehan. Tidak makan daging, tidak
menikah, tidak nonton film, tidak main game dan sebagainya tidak meningkatkan
kesalehan kita di hadapan Tuhan. Kesalehan atau ibadah yang benar juga bukan
dengan melakukan ritual-ritual lahiriah, sebab itu bisa dipalsukan (2Tim. 3:5).
Satu-satunya cara untuk hidup saleh adalah mengetahui kebenaran (Tit. 1:1), dan
itu akan tercermin dalam hidup kita hari lepas hari. Karena itu berusahalah
terus untuk mengejar pengetahuan akan kebenaran melalui Firman-Nya yang murni,
agar kita dapat beribadah dengan benar di hadapan Tuhan dan hidup bertanggung
jawab.

Untuk hidup saleh, kita harus mengetahui kebenaran, dan itu akan tercermin dalam
ibadah kita.

Dimodifikasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit.
http://virtuenotes.blogspot.com

Piano Kehidupan

Piano Kehidupan

Renungan yg bagus...

Ada tuts yg berwarna putih, menggambarkan kehidupan kita yang baik, sukses, sehat, diberkati, dan semua doa2 dijawab.

Namun selain itu ada juga tuts berwarna hitam, yg jumlahnya lebih sedikit dari yg putih, sebagai gambaran yg kelam dalam hidup ini, saat kita harus menangis, sakit, tertolak, difitnah, bangkrut, gagal, dll.


Terkadang kita menolak kekelaman itu, padahal seperti tuts dalam piano, justru saat kita ijinkan komposer Agung kita, Yesus Kristus, memainkan "Piano Kehidupan" kita, haruslah DIA menekan tuts putih maupun tuts hitam sehingga akan terdengar suatu melodi yg sangat indah..

Yesaya 30:21
"Telingamu akan mendengar perkataan ini dari belakangmu. "Inilah jalan, berjalanlah mengikutinya'".

Jangan pernah menolak kekelaman dalam hidup ini, tapi hadapi dan jalani dengan sukacita, dan ijinkan Tuhan memakai kekelaman itu untuk membuat suatu simphony yg indah dalam hidupmu.

Selamat berakhir pekan
Tuhan Yesus menyertai kita semua...

Personalitas Totalitas

Personalitas Totalitas

Matius 13:1–23
13:1. Pada hari itu keluarlah Yesus dari rumah itu dan duduk di tepi
danau.13:2 Maka datanglah orang banyak berbondong-bondong lalu mengerumuni Dia,
sehingga Ia naik ke perahu dan duduk di situ, sedangkan orang banyak semuanya
berdiri di pantai.13:3 Dan Ia mengucapkan banyak hal dalam perumpamaan kepada
mereka. Kata-Nya: "Adalah seorang penabur keluar untuk menabur.13:4 Pada waktu
ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan
memakannya sampai habis.13:5 Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang
tidak banyak tanahnya, lalu benih itupun segera tumbuh, karena tanahnya
tipis.13:6 Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena
tidak berakar.13:7 Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah
semak itu dan menghimpitnya sampai mati.13:8 Dan sebagian jatuh di tanah yang
baik lalu berbuah: ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat,
ada yang tiga puluh kali lipat.13:9 Siapa bertelinga, hendaklah ia
mendengar!"13:10 Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya:
"Mengapa Engkau berkata-kata kepada mereka dalam perumpamaan?"13:11 Jawab Yesus:
"Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada
mereka tidak.13:12 Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga
ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada
padanya akan diambil dari padanya.13:13 Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam
perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan
sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti.13:14 Maka pada
mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi: Kamuakan mendengar dan mendengar,
namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak
menanggap.13:15 Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat
mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan
matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu
berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka.13:16 Tetapi berbahagialah matamu
karena melihat dan telingamu karena mendengar.13:17 Sebab Aku berkata kepadamu:
Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat,
tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak
mendengarnya.13:18 Karena itu, dengarlah arti perumpamaan penabur
itu.13:19 Kepada setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga,
tetapi tidak mengertinya, datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam
hati orang itu; itulah benih yang ditaburkan di pinggir jalan.13:20 Benih yang
ditaburkan di tanah yang berbatu-batu ialah orang yang mendengar firman itu dan
segera menerimanya dengan gembira.13:21 Tetapi ia tidak berakar dan tahan
sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu,
orang itupun segera murtad.13:22 Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah
orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya
kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.13:23 Yang ditaburkan di
tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena
itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada
yang tiga puluh kali lipat."

Mungkin agak jarang kita membaca perikop mengenai perumpamaan seorang penabur
dari kacamata yang berbeda, yaitu personalitas totalitas. Di ay. 13 ada kata
"melihat, mendengar dan mengerti". Di ay. 19, ada kata "hati orang;
mengertinya". Di ay. 23 ada kata "mendengar, mengerti, berbuah".
Seperti kita ketahui tentang adanya roh, jiwa dan tubuh (1Tes. 5:23) dan
terdapatnya pikiran, perasaan dan kehendak dalam jiwa kita, itulah yang disebut
dengan personalitas totalitas. Sebenarnya seseorang mengenal Tuhan melalui
pikirannya dahulu, atau hatinya yang dijamah oleh Tuhan baru kemudian dia
berpikir dan bertindak? Lalu di mana peran Roh Kudus jika demikian?
Otak manusia memiliki dua bagian besar. Di bagian kanan, ada 2 bagian yaitu
original brain yang menangkap kesan visual dan limbic system yang merupakan
kendali emosi dan perasaan. Sementara otak kiri atau neocortex berfungsi
mengartikan suatu stimulasi. Berarti sebenarnya perasaan dan segala hal yang
berkaitan dengan emosi letaknya juga diotak kita—bukan di hati, jadi bagaimana
bisa nyambung dengan hati kita?Hati, pikiran, nyawa, roh—semua itu seakan-akan
rancu.
Kesimpulannya adalah, jangan kita pisahkan unsur jiwa secara telak, sebab
manusia adalah personalitas totalitas. Sejak lahir, kita sudah mempunyai jiwa
dengan perasaan, kemampuan berpikir dan bertindak, dan kehendak, tetapi belum
lengkap. Kita sudah mempunyai roh yang merupakan milik-Nya. Kita harus mendengar
Firman Tuhan dengan telinga kita, mencernanya di dalam pikiran kita, dengan
rendah hati dan tulus memasukkan ke dalam hati untuk menjadi milik yang kekal
dalam hidup kita. Kebenaran Firman akan merubah pola pikir kita, mempengaruhi
tindakan kita dan menentukan kemana perasaan kita berpihak. Dan untuk mengenal
dan mengerti Firman, di situlah Roh Kudus berperan memimpin dan menuntun kita.
Adalah bijaksana bila kita menyadari bahwa manusia adalah makhluk yang paling
kompleks yang telah Tuhan ciptakan. Yang diinginkan Tuhan pada akhirnya cuma
satu, yaitu agar kita bisa hidup kekal bersama-sama dengan
Dia. Jadi perhatikanlah penghujung hidup kita, jangan terlalu dalam memusingkan
dari mana kita akan mengenal Tuhan, sebab kita ini personalitas totalitas. Mata,
telinga, pikiran, perasaan, hati dan seluruh unsur hidup kitalah yang
memengaruhi penghujung akhir hidup kita, bertemu Tuhan di surga, atau tidak.
Bertindaklah bijaksana mulai dari sekarang.

Sebagai makhluk personalitas totalitas yang kompleks, hiduplah dengan bijaksana
agar kelak kita bertemu dengan-Nya.

Mg Biasa XXXI

Mg Biasa XXXI: Keb 11:22-12:2; 2Tes 1:11-2:2; Luk 19:1-10

"Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang ini pun anak Abraham."
Menjadi pegawai perpajakan di Indonesia konon termasuk bekerja di lahan yang cukup basah alias orang akan dengan cepat menjadi kaya. Tentu saja mayoritas kekayaan yang diperolehnya bukan karena balas jasa atau gaji resmi yang diterimanya, melainkan karena korupsi atau manipulasi yang dilakukan. Maklum hampir semua urusan izin dan perpajakan di negeri ini kalau tidak pakai uang pelicin atau sogokan tak akan diurus atau diselesaikan. Dengan kata lain semua pegawai perpajakan mau tak mau jika tetap bekerja pasti terlibat di dalam ketidak-adilan struktural tersebut. Orang jujur pasti akan hancur, begitulah yang berlaku dalam jajaran pegawai yang berurusan dengan aneka jenis pajak atau perizinan. Namun yang benar adalah orang jujur memang akan hancur sesaat dan kemudian akan berjaya serta selamat dan mulia selamanya, itulah kiranya yang terjadi dalam diri Zakheus, kepala pemungut cukai atau pajak, orang yang kaya raya, sebagaimana diwartakan dalam Injil hari ini. Maka marilah kita renungkan pengalaman dan dialog Zakheus dalam kisah warta gembira hari ini.

"Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat." (Luk 19:8)
Kata-kata Zakheus kepada Yesus di atas ini kiranya telah tersimpan lama dalam lubuk hati Zakheus. Dengan kata lain Zakheus sebagai kepala pemungut cukai atau pajak, yang terjebak dalam tindakan korupsi secara struktural, merasa tidak enak dan tidak nyaman atas pekerjaan maupun balas jasa yang diterimanya. Dari lubuk hatinya yang terdalam ada kerinduan untuk membebaskan diri dari lumpur korupsi, maka ketika mendengar bahwa Yesus akan lewat, tanpa malu sebagai pejabat ia memanjat pohon untuk melihat Yesus. Bayangkan seorang pejabat yang kaya memanjat pohon hanya untuk melihat orang yang mau lewat! Bukankah hal itu menunjukkan kejujuran dan kesederhanaan yang masih hidup dalam lumpur korupsi. Ketidak-maluan, kejujuran dan kesederhanaan Zakheus diketahui dan dilihat oleh Yesus, maka Ia berkata kepadanya: "Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.". Zakheus pun akhirnya turun dari pohon dan menerima Yesus di rumahnya. Sapaan dan sentuhan Yesus membuat Zakheus bertobat, dan pertobatannya antara lain berupa membagikan kekayaan yang telah diperolehnya dengan tidak wajar kepada para pemiliknya, yaitu orang-orang miskin serta mengembalikan empat kali lipat atas apa yang telah diperasnya.

Pengalaman Zakheus kiranya baik menjadi bahan refleksi atau permenungan bagi siapapun yang kaya akan harta benda atau uang. Marilah kita imani bahwa selama masih ada orang-orang miskin dan menderita berarti masih terjadi ketidak-adilan dan keserakahan atau korupsi yang dilakukan oleh orang-orang tertentu. Ingatlah dan hayatilah bahwa kekayaan, harta benda dan uang , yang anda miliki, kuasai dan nikmati sampai saat ini tidak terlepas dari pengorbanan, kerja keras dan perjuangan orang-orang miskin atau rakyat kebanyakan. Sebagai contoh: produsen mie instant pasti kaya raya, darimana asal kekayaan mereka? Memang kerja keras pengusaha juga berperan, namun rasanya partisipasi para konsumen cukup besar dalam memperkaya produsen. Konsumen mie instant adalah rakyat kecil dan miskin; mereka harus membayar harga mie instant berapapun tak pernah mengeluh atau menggerutu. Bukankah sedikit banyak boleh dikatakan bahwa kekayaan produsen berasal dari pemerasan terhadap rakyat kecil atau miskin? Contoh produsen dan konsumen lainnya cukup banyak, misalnya minyak, obat-obatan dst.. Maka dengan ini kami berharap kepada orang-orang kaya untuk meneladan Zakheus dengan berkata dan berbuat seperti Zakheus "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.".

Kita semua mungkin mengakui diri sebagai umat beriman, `keturunan Abraham, bapa umat beriman', maka baiklah sebagai sesama umat beriman kita bangun dan perdalam persaudaraan atau persahabatan sejati, dengan kata lain kita sadari bahwa ketika masih ada orang-orang miskin dan berkekurangan berarti kita kurang setia pada iman kita, kurang menghayati iman dalam hidup sehari-hari. Marilah kita hayati salah satu motto umat beriman, khususnya para pengikut Yesus Kristus, yaitu "preferential for/ with the poor" = keberpihakan pada mereka yang miskin dan berkekurangan, meneladan Yesus, yang meskipun kaya telah menjadi miskin untuk memperkaya mereka yang miskin dan berkekurangan.

"Kami senantiasa berdoa juga untuk kamu, supaya Allah kita menganggap kamu layak bagi panggilan-Nya dan dengan kekuatan-Nya menyempurnakan kehendakmu untuk berbuat baik dan menyempurnakan segala pekerjaan imanmu" (2Tes 1:11)
Marilah kita saling mendoakan dan mendukung "supaya Allah kita menganggap kamu layak bagi panggilanNya dan dengan kekuatanNya menyempurnakan kehendakmu untuk berbuat baik dan menyempurnakan segala pekerjaan imanmu". Berbuat baik dan menyempurnakan segala pekerjaan iman hemat saya bagaikan mata uang bermuka dua, dapat dibedakan namun tak dapat dipisahkan. Perbuatan baik merupakan perwujudan iman dan sekaligus memperkuat, memperteguh dan memperdalam iman, dengan kata lain semakin beriman berarti semakin berbuat baik. Beriman pertama-tama dan terutama terjadi atau terwujud dalam tindakan atau perilaku bukan omongan atau wacana. Perbuatan baik disertai dengan doa akan handal dan meyakinkan.

"Sebab seperti sebutir debu dalam neraca, demikian seluruh jagat raya di hadapan-Mu, atau bagaikan setetes embun pagi yang jatuh ke bumi. Akan tetapi justru karena Engkau berkuasa akan segala sesuatu, maka semua orang Kaukasihani, dan dosa manusia tidak Kauperhatikan, supaya mereka bertobat. Sebab Engkau mengasihi segala yang ada, dan Engkau tidak benci kepada barang apapun yang telah Kaubuat. Sebab andaikata sesuatu Kaubenci, niscaya tidak Kauciptakan" (Keb 11:22-24), demikian kata penulis kitab Kebijaksanaan. "Semua orang Kaukasihani, dan dosa manusia tidak Kauperhatikan, supaya mereka bertobat", inilah yang baik kita renungkan atau refleksikan. Marilah kita sadari dan hayati kasih dan perhatian Allah yang begitu melimpah ruah pada diri kita masing-masing melalui siapapun yang telah berbuat baik dan mengasihi kita. Jika kita jujur mawas diri kiranya kita akan menyadari dan menghayati diri sebagai `yang terkasih' artinya orang yang telah menerima kasih melimpah ruah.

Bermodalkan kasih Allah yang melimpah ruah tersebut kita diharapkan bertobat atau memperbaharui diri terus menerus, antara lain dengan senantiasa berbuat baik kepada saudara-saudari atau sesama kita. Dengan kasih Allah marilah kita sempurnakan segala pekerjaan iman kita, kehendak untuk berbuat baik, dengan terus meneruskan melakukan apa yang baik, menyelamatkan dan membahagiakan, terutama bagi jiwa-jiwa manusia. Marilah kita sadari dan hayati bahwa masing-masing dari kita diciptakan oleh Allah sesuai dengan gambar atau citraNya, artinya dari diri kita masing-masing tercermin kehendak atau karya Allah, sehingga siapapun yang bertemu atau bergaul dengan kita semakin mempersembahkan diri kepada Allah, semakin beriman, semakin suci, semakin dikasihi oleh Allah dan sesama manusia.

"TUHAN itu pengasih dan penyayang, panjang sabar dan besar kasih setia-Nya. TUHAN itu baik kepada semua orang, dan penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya. Segala yang Kaujadikan itu akan bersyukur kepada-Mu, ya TUHAN, dan orang-orang yang Kaukasihi akan memuji Engkau. Mereka akan mengumumkan kemuliaan kerajaan-Mu, dan akan membicarakan keperkasaan-Mu" (Mzm 145:8-11)

PERJAMUAN TANPA KEAKRABAN

PERJAMUAN TANPA KEAKRABAN

Dua orang anggota majelis gereja bertengkar dalam rapat. Benih
permusuhan muncul. Ketua majelis prihatin. Seminggu kemudian
keduanya diundang makan malam di rumahnya. Suasana santai tercipta
saat makan bersama. Masing-masing bisa mencurahkan isi hati.
Perjamuan itu menghasilkan keterbukaan. Keduanya jadi saling
memahami dan mengampuni. Ternyata "diplomasi makan bersama" sangat
ampuh untuk mengakrabkan. Di meja makan, yang satu bisa memandang
yang lain sebagai saudara, bukan hanya sebagai pejabat gereja.

Sesudah Yesus bangkit, Dia menemui dua murid-Nya di jalan menuju
Emaus, namun Dia malah dianggap "orang asing" (ayat 18). Untuk
memperkenalkan diri-Nya, Yesus mula-mula menjelaskan Kitab Suci,
sehingga hati kedua murid itu berkobar-kobar (ayat 32). Kemudian,
Dia mengadakan Per-jamuan Kudus! "Ia mengambil roti, mengucap
berkat, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka."
Sama seperti yang Dia buat pada perjamuan terakhir (bandingkan
dengan Lukas 22:19). Hasilnya? Perjamuan itu mengakrabkan. Dalam
suasana makan bersama, muncul pengenalan pribadi. Mata kedua murid
pun terbuka dan mereka mengenal Dia (ayat 31).

Perjamuan Kudus adalah peristiwa luar biasa. Bayangkan, Raja Semesta
mau mengundang orang berdosa seperti kita, untuk makan semeja
dengan-Nya. Yang jauh menjadi dekat. Dalam perjamuan, roti dan air
anggur-lambang tubuh dan darah-Nya-menyatu di tubuh kita. Betapa
akrabnya kita dengan Dia! Maka, sambutlah setiap Perjamuan Kudus
sebagai momen untuk menjalin keakraban dengan Tuhan, bukan sekadar
kebiasaan --JTI

BISA IKUT DALAM PERJAMUAN ADALAH SEBUAH KEHORMATAN
JANGAN MENGANGGAPNYA SEKEDAR RITUAL KEAGAMAAN

Lukas 24:27-35

27 Lalu Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia
dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala
kitab nabi-nabi.
28 Mereka mendekati kampung yang mereka tuju, lalu Ia berbuat
seolah-olah hendak meneruskan perjalanan-Nya.
29 Tetapi mereka sangat mendesak-Nya, katanya: "Tinggallah
bersama-sama dengan kami, sebab hari telah menjelang malam dan
matahari hampir terbenam." Lalu masuklah Ia untuk tinggal
bersama-sama dengan mereka.
30 Waktu Ia duduk makan dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap
berkat, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada
mereka.
31 Ketika itu terbukalah mata mereka dan merekapun mengenal Dia,
tetapi Ia lenyap dari tengah-tengah mereka.
32 Kata mereka seorang kepada yang lain: "Bukankah hati kita
berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan
dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?"
33 Lalu bangunlah mereka dan terus kembali ke Yerusalem. Di situ
mereka mendapati kesebelas murid itu. Mereka sedang berkumpul
bersama-sama dengan teman-teman mereka.
34 Kata mereka itu: "Sesungguhnya Tuhan telah bangkit dan telah
menampakkan diri kepada Simon."
35 Lalu kedua orang itupun menceriterakan apa yang terjadi di
tengah jalan dan bagaimana mereka mengenal Dia pada waktu Ia
memecah-mecahkan roti.

Sabtu, 30 Oktober 2010

Kisah Pertobatan Bintang Film Porno

Kisah Pertobatan Bintang Film Porno

Yesus sangat mencintai siapa saja yang mau menerima-Nya sebagai Juru
Selamat, bahkan Shelley Lubben, seorang bintang film porno, bisa Tuhan
jamah, Tuhan menangkan dan hidupnya berubah total. "Sewaktu kamera mulai
merekam, saya merasa sepertinya setan datang kepada saya, dan saya merasa
hampir dapat melihat dia sambil berkata, 'Kau lihat kan Shelley, setiap
orang akan mencintaimu sekarang. Aku akan membuatmu terkenal!'" ujar
Shelley memulai kesaksian hidupnya. Ini adalah ketenaran yang diimpikan
oleh semua orang. Saat Shelley pertama kali diperkenalkan kepada produser
film porno perdananya, produsernya spontan bertanya, "Di mana kamu
mendapatkan wanita yang luar biasa ini?" Dan karir Shelley pun melonjak
dari seorang amatir menjadi seorang yang profesional dalam dunia film
dewasa bersama dengan bintang film porno terkenal lainnya. Shelley Lubben
bahkan memenangkan penghargaan sebagai pendatang baru bintang porno
terbaik. Tapi ketenaran membuatnya harus membayar sebuah harga yang
mahal. "Hal itu menghancurkan saya. Saya kehilangan kefeminiman saya, saya
kehilangan setiap bagian dari Shelley setiap saya memerankan peran porno."
Wanita dari Glendora, California itu, tidak pernah berpikir bahwa hidupnya
akan menjadi seperti itu. Sebagai seorang anak, Shelley membuka hatinya
untuk Kristus dan berharap dia akan menjadi seorang pengkhotbah dan seorang
penulis. "Dulu saya sangat mencintai Tuhan. Dulu Tuhan sering berbicara
kepada saya, dan ketika itu saya suka menulis puisi tentang Dia dan saya
suka pergi dan menceritakan tentang Injil kepada setiap orang yang ingin
mendengarnya. Saya sangat mencintai Tuhan saat saya masih kecil". Namun
cara pandang Shelley tentang cinta berubah. Kepolosan Shelley terenggut
darinya karena sebuah kejadian yang sangat traumatik baginya. "Saat saya
berusia 9 tahun, saya dilecehkan secara seksual oleh seorang remaja
laki-laki dan saudara perempuannya yang mana dia adalah teman sekelas saya.
Sebagai seorang anak kecil, cukup berat membawa beban pedih itu
kemana-mana. Saya tidak tahu bagaimana harus mengatasinya secara emosional.
Saya marah karena saya penasaran tentang seks. Hal itu membuat saya merasa
dicintai sekaligus merasa kotor. Dan saya pun mulai jatuh bangun dalam hal
ini. Pada waktu saya remaja, saya mau menunjukkan hal itu." Shelley
mengubur sakit hatinya dengan seks dan obat-obatan terlarang. Pada waktu
Shelley berusia 18 tahun, orang tuanya tidak dapat menanggung kehidupan
Shelley lagi. Shelley pun berjalan di jalannya sendiri dan ia sangat
membutuhkan uang untuk bertahan hidup. Hingga suatu saat, seseorang
menawarkannya untuk mendapatkan uang dengan mudah. "Seorang yang terlihat
baik menghampiri saya. Dia merangkul saya dan berkata, 'Kamu tahu, ada
seorang pria di dalam apartemen di kompleks itu yang berpikir kalau kamu
sangat cantik dan dia ingin kamu bercinta dengannya. Dia akan memberi kamu
35 dollar'. Dan saya terkejut, tidak tahu harus berkata apa. Saya pernah
berhubungan seks, tapi saya belum pernah menjadi seorang pelacur. Jadi ada
bagian dari diri saya seperti berkata, saya sudah tidak punya apa-apa lagi
untuk dimakan, orang tua saya tidak peduli sama saya, Tuhan tidak pernah
peduli pada saya, jadi kenapa tidak saya terima tawaran ini. Saya juga
sudah tidak peduli lagi akan diri saya sendiri. Dan sejak itulah akhirnya
saya terjun dalam industri seks," ujar Shelley mengisahkan awal dirinya
mengenal dunia prostitusi. Dunia pelacuran pun menjadi jalan hidupnya.
Shelley hamil oleh salah seorang pelanggannya, tapi Shelley memutuskan
untuk tetap membesarkan anak itu seorang diri. Setelah beberapa tahun,
Shelley mulai jatuh bangun menghadapi gaya hidupnya yang berantakan dan
ingatannya kembali kepada hubungan yang pernah dia miliki dengan Tuhan
sewaktu ia kecil. "Saya tidak pernah kehilangan iman saya dalam Tuhan,
tapi saya sudah tidak percaya lagi kepada-Nya. Saat itu saya merasa tidak
bisa lagi mempercayai siapapun dan saya hanya melakukan apa yang menurut
saya memang perlu untuk saya lakukan. Itulah cara saya menimbang dan
menjalani kehidupan saya." Dunia pelacuran lambat laun mulai luntur dalam
hidupnya. Shelley takut diperkosa atau dilempar ke dalam penjara seperti
pekerja seks lainnya. "Namun saat itu ada seseorang yang berkata kepada
saya, 'Kenapa kamu tidak menjadi bintang porno saja?' Saya bilang, 'Porno?'
Mereka bilang, 'Iya!'. Dan saya bilang, 'Saya belum pernah berpikir untuk
melakukan itu. Kamu tahu dari mana?' Dan dia bilang bahwa mereka akan
membayar saya 2000 dollar untuk sebuah film porno. Saya bertanya, 'Itu
untuk satu film?' Saya tidak tahu dunia seperti apa yang akan saya hadapi
saat itu, mungkin seperti pelacuran, hanya saja yang ini legal. Jadi saya
tidak perlu masuk penjara. Dan tawaran itu sangat menggiurkan bagi saya."
Tapi Shelley tidak tahu tentang harga yang harus ia bayar sebagai seorang
bintang film porno. Pada hari pertama saat shooting akan berlansung, dia
pun menemukan jawabannya. "Tepat pada saat saya memasuki adegan itu,
rasanya seperti ada restu dari setan dan urapan kegelapan yang jatuh pada
saya. Sesuatu yang menakutkan, sesuatu yang sangat gelap. Tidak seperti
dunia pelacuran, sepertinya saya tahu kalau saya berada dalam teritorinya
iblis. Seperti diperhadapkan dengan setan, saya sungguh tidak percaya bahwa
saya akan melakukan hal ini!" Namun Shelley mampu melewati hal itu dan
karirnya melonjak. Ketenaran dan kekayaan menjadi suatu hal yang adiktif.
Di balik layar, Shelley hancur. "Saya pikir saya tidak akan pernah keluar
dari pornografi karena saya merasa tidak ada pilihan lain untuk saya!" Di
saat-saat yang paling gelap dalam kehidupannya, Shelley merasakan kasih
Tuhan menjamahnya. Bahkan Shelley mulai merasakan Roh Tuhan sebelum dia
berpose di depan kamera. "Tuhan seperti hadir di ruangan itu dan berkata,
'Tolong jangan lakukan ini!' Tuhan benar-benar hadir! Dia berkata,
'Shelley, tolong jangan lakukan hal ini!' Dan saya berkata, 'Ya, tapi
Engkau tidak memelihara hidup saya. Apa yang harus saya lakukan? Saya mahir
dalam hal ini. Mereka mencintai saya. Mereka pikir saya hebat. Orang tua
saya saja tidak peduli. Dan Tuhan, Engkau juga tidak peduli pada saya!'
Tapi Yesus berkata, 'Aku peduli! Aku sudah menanggung semuanya di kayu
salib untuk kamu. Aku sudah bayar semuanya di sini. Aku mengampuni kamu.'
Dan saya berkata, 'Bagaimana bisa Engkau mengampuni saya? Saya sudah
melakukan banyak hal yang sangat buruk!'" kisah Shelley sambil menangis.
Shelley tidak siap untuk menyerahkan hidupnya kepada Tuhan. Tapi dia sudah
tidak menjadi bintang film porno lagi. Shelley terkena penyakit kelamin dan
secara diam-diam meninggalkan dunia film dewasa. Panggilan untuk bangkit,
kembali datang dalam hidupnya. "Saya mengalami sebuah kecelakaan mobil
yang sangat parah. Mobil yang saya naiki terguling-guling dan saya yakin
saat itu saya pasti mati. Saya pasti mati dalam kecelakaan ini. Saya yakin
saya pasti akan masuk neraka. Itu hal pertama yang muncul dalam pikiran
saya, saya pasti masuk neraka! Tapi ternyata saya selamat tanpa lecet
sedikitpun. Saya bilang, Tuhan benar-benar sedang berbicara kepada saya.
Saya tidak akan kembali menoleh ke belakang. Tuhan yang tahu apa yang akan
saya lakukan selanjutnya. Tepat setelah itu saya bertemu dengan seseorang
yang sekarang sudah menjadi suami saya, Garrett," kisah Shelley
menceritakan bagaimana Tuhan menyatakan kuasa-Nya atas hidupnya. Garrett,
suami Shelley saat ini, menceritakan mengenai awal hubungannya dengan
Shelley. "Waktu itu saya sedang berada di titik terbawah dalam hidup saya.
Saya mulai memakai obat-obatan terlarang. Waktu saya bertemu Shelley, saya
bertemu dengan seseorang yang berada di level hidup yang sama dengan saya,
dan kami mulai menjadi sahabat baik. Kami tidak dapat dipisahkan. Saya
tidak pernah berhasrat untuk melakukan hubungan seksual dengan Shelley,
hubungan kami seperti sahabat. Cerita tentang Tuhan dan Yesus saat kami
masih kecil mulai membangun kami, dan kami pun memiliki hubungan
persahabatan yang semakin erat. Dan kami benar-benar menyadari bahwa
hubungan kami mulai menuju ke arah yang berbeda." Pria yang awalnya adalah
sahabatnya tak lama kemudian menjadi suaminya. Bersama-sama, Shelley dan
Garrett kembali kepada Yesus. Dan Tuhan menolong mereka dengan membersihkan
kehidupan mereka. "Saya mulai melihat Tuhan sebagai sosok Bapa. Bukan
seperti Tuhan yang ada di langit dan berkata supaya kita harus mengikuti
segala perintah-Nya, kalau tidak kita akan dihukum. Tuhan menjadi seperti
seorang Bapa untuk saya," ujar Shelley mengisahkan awal pemulihan dalam
hidupnya. Tuhan secara ajaib menyembuhkan penyakit kelamin Shelley. Namun
pemulihan dirinya secara emosional memerlukan waktu yang cukup lama.
Shelley bergumul untuk belajar menjadi seorang istri dan ibu dari 3 orang
anak perempuan. Shelley mempelajari Alkitab untuk menemukan
jawabannya. "Saya harus belajar untuk mengampuni setiap orang karena saya
menyalahkan semua orang atas segala hal yang terjadi dalam kehidupan saya.
Jadi Tuhan ajarkan saya tentang pengampunan, karena kalau Tuhan telah
mengampuni saya, kenapa saya tidak bisa mengampuni orang lain?" Shelley
juga telah mengampuni dirinya sendiri dan dia telah meninggalkan masa
lalunya untuk selamanya. "Sewaktu kita secara sadar mempraktekkan prinsip
firman Tuhan, lambat laun hal itu akan menjadi kebiasaan dan terjadi dengan
sendirinya di dalam diri kita. Merupakan hal yang alami bagi saya untuk
melakukan firman Tuhan dari 2 Korintus 10:5 (Kami mematahkan setiap siasat
orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia
untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan
menaklukkannya kepada Kristus). Sudah menjadi hal yang alami bagi saya
untuk menaklukkan segala pikiran yang negatif. Perlu waktu bertahun-tahun
bagi saya untuk mempraktekkan hal itu, karena bisa Anda bayangkan bahwa
saya memiliki banyak pikiran negatif yang harus ditaklukkan. Setan akan
berulang-ulang berkata kepada saya ini adegan filmnya, ini skenarionya,
ingat bahwa kamu dulu adalah seorang pelacur. Hal itu datang bertubi-tubi
selama proses pemulihan itu. Karena itu saya harus memilih untuk
mempercayai Firman Tuhan," Shelley mengisahkan proses pemulihan yang
terjadi dalam hidupnya. Saat ini Shelley pada akhirnya dapat membagikan
kebebasan yang dia temukan dalam Kristus kepada anak-anaknya dan juga
kepada dunia. "Tuhan berkata kepada saya bahwa tidak satu ons pun dari
sakit hati yang pernah saya alami menjadi sia-sia dan tidak mendatangkan
kebaikan. Yesus sangat setia kepada saya. Dalam setiap hal Dia sungguh
setia," ujar Shelley menutup kesaksiannya. Tuhan tidak pernah sedikitpun
melupakan Anda. Sekali Anda pernah berada di genggaman-Nya, tak akan ada
satu kuasa pun yang sanggup mengambil Anda dari genggaman kasih Tuhan.
Jangan pernah lupakan kasih-Nya dalam hidup Anda yang terkelam sekalipun.
(Kisah ini ditayangkan 27 November 2008 dalam acara Solusi Life di
O'Channel) Sumber : Shelley Lubben/jawaban.com