Jumat, 28 Februari 2014

WAKTU ADALAH INVESTASI YANG TERBAIK

 

Apakah anda percaya bahwa uang diperoleh dengan bekerja?

Apakah anda percaya bahwa

tidak bekerja = tidak ada uang?

Apakah sekarang anda bekerja untuk mendapatkan uang?

Sampai usia berapakah anda ingin tetap bekerja?

Bila anda sudah tidak bekerja, apakah anda nanti masih memiliki uang?

Bila anda sudah berhenti bekerja, dari manakah anda memperoleh uang?

Bila anda sudah berhenti bekerja, akan cukupkah uang anda?

Apakah anda mengenal konsep "PASSIVE INCOME'?

Alkisah, ada sebuah desa di kaki pegunungan. Sumber mata air terdapat di atas gunung. Setiap hari penduduk desa harus mengambil air dari atas gunung, dibawa turun ke desa di bawah kaki gunung tersebut.

Bila anda menjadi penduduk desa tersebut, bagaimana caranya anda mengambil air setiap hari? Ada dua pilihan:

1. Menggunakan ember2. Membangun saluran air Dari dua pilihan tersebut, yang manakah yang anda pilih?

99% orang pasti memilih membangun saluran air.

Apakah pilihan anda sama (membangun saluran air) ?

Mengapa anda tidak memilih menggunakan ember?

Banyak alasan orang tidak mau menggunakan ember, antara lain:

tidak efisien, boros waktu, capek, dll.

Tetapi ada 2 hal yang sangat membedakan antara menggunakan ember dan membangun saluran air:

1. Dengan menggunakan ember, berarti harus bolak-balik terus-menerus. Artinya harus terus-menerus MENGERJAKAN PEKERJAAN YANG ITU-ITU JUGA.2. Dengan menggunakan ember, pada saat kita berhenti, maka berarti AIRNYA JUGA BERHENTI SEKETIKA. Tapi dengan pilihan kedua, yaitu membangun saluran air, ada 2 hal yang perlu kita ingat:

1. Setelah saluran air selesai dibangun, AIR AKAN MENGALIR DENGAN SENDIRINYA, bahkan pada waktu kita tidur sekalipun.2. Dengan membangun saluran air, berarti kita BEKERJA SEKALI, TAPI HASILNYA KITA BISA NIKMATI TERUS MENERUS. Inilah maksud sebenarnya dari PASSIVE INCOME. Apakah pekerjaan/bisnis anda sekarang lebih mirip dengan "prinsip ember" atau 'prinsip saluran air"?

Apakah anda harus mengerjakan pekerjaan/bisnis anda setiap hari?

Apakah anda "dibayar" untuk kepandaian/kemampuan anda, atau hanya sekedar waktu anda saja?

99% pekerjaan adalah "hanya" menukar waktu anda dengan uang.

Buktinya, sewaktu anda berhenti mengerjakan pekerjaan/bisnis anda sekarang, apakah masih ada kemungkinan untuk terus mendapatkan penghasilan darinya?

 

Kembali ke pertanyaan di atas: SAMPAI USIA BERAPA ANDA AKAN TERUS BEKERJA?

Apakah anda BUTUH dengan apa yang disebut "passive income"?

Bila anda tidak ingin bekerja sampai tua, berarti anda BUTUH kesempatan untuk memperoleh "passive income".

Berarti anda BUTUH untuk mulai membangun saluran pipa.

 

KAPAN WAKTU YANG TEPAT untuk mulai membangun saluran pipa?

Waktu yang tepat yang terbaik adalah:

KEMARINSekarang hanya ada waktu yang tepat urutan kedua, yaitu:

HARI INI 

Faktanya, saya BUTUH "membangun saluran air", tapi saat ini saya terlalu sibuk dan tidak punya waktu. Bagaimana caranya?

1. Pekerjaan dengan "menggunakan ember" TIDAK AKAN PERNAH SELESAI. Jadi TIDAK ADA GUNANYA MENUNGGU waktu yang tepat lagi.2. Bila anda benar-benar BUTUH, maka pasti WAKTU akan ada dengan sendirinya. Sama seperti anda "butuh" masuk kantor, anda "butuh" buka toko, anda "butuh" meninjau pabrik, anda "butuh" pergi liburan, dsb. Sekali lagi, bila anda benar-benar BUTUH "membangun saluran air" dan menganggapnya benar-benar PENTING, maka ANDA PASTI PUNYA WAKTU untuk itu.3. Semakin lama anda menunda membangun saluran pipa, semakin lama pula anda terjebak menggunakan ember terus-menerus.4. Pekerjaan dengan menggunakan ember, semakin lama akan semakin berat. Tidak pernah menjadi semakin mudah.5. Mulai membangun saluran air pada saat kita masih bisa menggunakan ember, adalah hal yang sangat bijaksana. Bila kita baru mau membangun saluran pipa pada saat sudah tidak bisa menggunakan ember lagi, semuanya sudah jadi sangat terlambat.6. Ingat, WAKTU YANG TEPAT SUDAH LEWAT, tinggal bagaimana kita MENGGUNAKAN HARI INI AGAR TIDAK SEMAKIN TERLAMBAT.7. Tidak ada yang bisa mengatur waktu anda, sebaik anda sendiri. Kita sudah melihat prinsip "passive income" dengan membangun saluran air. Mari kita teruskan cerita "membawa ember" dan "membangun saluran air" tadi.

Bagaimana caranya bagi seorang pembawa ember, bila dia ingin memperbanyak air yang bisa dibawanya tiap hari? Ada beberapa pilihan yang biasa dilakukan:

1. Memperbesar ukuran ember. Bisa diartikan, kita menerima 'kenaikan jabatan" yang disertai bertambahnya tanggung jawab dan bertambahnya beban pekerjaan tersebut.

2. Menambah jumlah ember yang dibawa. Bila penghasilan dari satu pekerjaan tidak cukup, biasanya kita mencari pekerjaan kedua, atau bahkan ketiga. Biasanya ada satu pekerjaan yang "full-time" dan ada beberapa yang "part-time".

3. Menambah waktu kerja. Singkatnya, lembur siang-malam. Tidur hanya 2-3 jam sehari.

 

Apakah cara-cara di atas mampu memperbanyak air (memperbesar penghasilan) kita?

Tentu saja bisa. Tetapi cara-cara di atas SANGAT TERBATAS, untuk 2 hal:

1. Terbatasnya tenaga2. Terbatasnya waktu  

Karena cara-cara di atas SANGAT TERBATAS, maka kita perlu mengingat fakta-fakta di bawah ini (karena kita seringkali lupa) :

1. Dengan mengandalkan prinsip 'membawa ember", kita SELAMANYA TIDAK MUNGKIN SUKSES besar, karena sudah terbukti SANGAT TERBATAS.2. Oleh karenanya, TIDAK PERNAH ADA orang-orang terkaya (tersukses) yang mencapai kesuksesannya saat ini dengan mengandalkan prinsip "membawa ember".3. Semua pakar-pakar ternama di dunia mengajarkan bahwa dengan "membawa  ember", tidak akan membawa kita kemana-mana. Hanya di situ-situ saja seumur hidup. (Misal: Robert T. Kiyosaki dalam "Rich Dad Poor Dad")4. Bila kita SEUMUR HIDUP hanya ngotot dengan "membawa ember" saja, SUDAH PASTI kita tidak bisa mencapai sebagian besar impian kita, karena satu hal pasti: membawa ember itu potensinya SANGAT TERBATAS.5. Anda tidak perlu mencari bukti lebih banyak lagi. Orang-orang di sekitar kita sudah banyak yang menjadi contoh dan bukti mutlak, bahwa dengan hanya "membawa ember" saja, maka TIDAK MUNGKIN bisa benar-benar sukses.  

Nah, sekarang bagaimana dengan "membangun saluran air"?

Tadi kita sudah sepakat bahwa: setelah saluran air selesai dibangun, air akan terus mengalir, bahkan pada saat kita tidur.

Pertanyaannya: Bagaimana bila aliran air tersebut tidak cukup. Bagaimana bila kita ingin memperbesar kapasitas air yang mengalir? Terbatas jugakah?

 

Jawabannya: DENGAN SATU SALURAN AIR, MEMANG TERBATAS.

Tapi ingatlah hal ini:

1. Setelah satu saluran air selesai dibangun, KITA BISA MULAI MEMBANGUN SALURAN AIR lainnya.2. Pada saat kita membangun saluran air yang kedua (atau ketiga), SALURAN AIR PERTAMA TETAP MENGALIR airnya.3. Artinya, kita bisa membangun BANYAK SEKALI SALURAN AIR, dan ini berarti PENGHASILAN KITA MENJADI TIDAK TERBATAS.  

Inilah yang kita sebut dengan "

UNLIMITED INCOME", yaitu sebuah

PENGHASILAN DENGAN POTENSI YANG TIDAK ADA BATASNYA.Batasnya hanya ditentukan oleh serajin apa kita membangun saluran-saluran air kita.

 

Lalu kapan berhentinya? Sama juga donk dengan "membawa ember"?

Beda sekali. Bedanya :

1. Dengan "membawa ember", begitu kita berhenti, SEMUA PENGHASILAN SERTA MERTA BERHENTI TOTAL.2. Dengan "membangun saluran air", begitu kita berhenti, PENGHASILAN KITA MASIH TETAP MENGALIR TERUS. Yang berhenti hanya pertumbuhan penghasilannya (dan pada prakteknya, itupun bukan berhenti bertumbuh sama sekali, hanya menjadi lebih lambat saja). Pada suatu saat, bila kita sudah cukup "puas" dengan tingkat penghasilan kita saat itu, tentu boleh-boleh saja punya alasan untuk berhenti, dan mulai benar-benar menikmati "passive income" yang "unlimited".

 

CATATAN PENTING :

1. Membangun saluran air pasti perlu waktu.
2. Untuk mencapai "unlimited income", kita mungkin harus membangun beberapa saluran air.
3. Oleh karena itu PENTING SEKALI agar kita MULAI MEMBANGUN SALURAN AIR YANG PERTAMA SECEPAT MUNGKIN, SEDINI MUNGKIN.
4. Sebelum kita MULAI membangun saluran air kita yang pertama, artinya kita juga BELUM memulai usaha kita mencapai "unlimited income".
5. Inilah juga alasan terpenting mengapa kita TIDAK BOLEH MENUNDA-NUNDA LAGI untuk MULAI membangun saluran pipa kita yang pertama, baru nanti ada yang kedua, ketiga dan seterusnya.
6. MULAILAH HARI INI JUGA.  

 

Sekali lagi tentang "ember" dan "saluran air" :

                                                                                  

1. Apakah "ember" bisa anda wariskan ke anak anda? Tentu saja bisa. Tapi ingat, bila anda mewariskan ember kepada anak anda, berarti pula:

• Anda bisa mewariskan embernya, tapi TIDAK AIRNYA.• Anak anda TETAP HARUS BOLAK-BALIK mengangkut air sendiri setiap hari.• Anda bisa mewariskan bisnis anda kepada anak/keluarga anda, tapi ingat, anak/keluarga anda tetap harus "meneruskan" bisnis anda tersebut.• Bila anak anda BERHENTI membawa ember, AIRNYA PASTI BERHENTI JUGA kan.  

2. Apakah "saluran air" bisa anda wariskan ke anak anda? Jelas bisa.

• Hebatnya, bila anda mewariskan "saluran air" ke anak anda, maka berarti anda juga SEKALIGUS mewariskan airnya.• Air tetap akan mengalir terus, walaupun anda sudah tidak ada lagi.• Kehidupan anak/keluarga anda JAUH LEBIH TERJAMIN bila anda mewariskan saluran air, bukannya ember.  

Banyak orang yang gagal melihat kelebihan mewariskan saluran air dibandingkan dengan mewariskan ember.

 

Mana yang anda pilih untuk diwariskan ke anak anda?

EMBER atau

SALURAN AIR ???

 

Bila anda memilih untuk mewariskan SALURAN AIR, maka ada beberapa hal yang penting untuk anda ingat:

1. SEGERA mulai membangun saluran airnya. Anda TIDAK BISA MEWARISKAN APA YANG ANDA TIDAK PUNYA.
2. Bila anda setuju, bahwa untuk membangun saluran air itu diperlukan waktu, maka itu pula lah alasannya mengapa anda harus MULAI SAAT INI JUGA.
3. Semakin terlambat anda mulai membangun saluran air, maka SEMAKIN BESAR RESIKONYA bahwa saluran air itu tidak SELESAI PADA WAKTUNYA.
4. Bila saluran air itu BELUM SELESAI pada waktunya, dan anda sendiri tiba-tiba tidak bisa meneruskannya lagi, maka ANAK ANDA TIDAK AKAN MEWARISKAN APA-APA. Tidak mewariskan saluran air, dan besar kemungkinan juga tidak mewariskan "ember" pula.
5. Membangun saluran air bukan HANYA UNTUK ANDA, tapi juga UNTUK MASA DEPAN ANAK-ANAK DAN KELUARGA ANDA.6. Bila membangun saluran air SEDEMIKIAN PENTINGNYA, hanya ada satu hal yang bisa kita lakukan: MULAILAH SAAT INI JUGA.
7. Karena SEDEMIKIAN PENTINGNYA arti saluran air ini bagi masa depan anak dan keluarga kita, maka berarti pula TIDAK ADA ALASAN APA PUN untuk tidak segera mulai membangun saluran air ini. Tidak ada alasan waktu, tidak ada alasan ketrampilan, dan tidak ada alasan-alasan lainnya.
8. Hal ini karena membangun saluran air adalah TERAMAT SANGAT PENTING SEKALI.  

Beberapa pertanyaan terakhir:

1. Apakah anda sudah paham kelebihan membangun saluran air dibandingkan dengan membawa ember? (passive income, unlimited income, warisan)
2. Apakah pekerjaan/bisnis anda sekarang lebih dekat ke "membawa ember" atau ke "membangun saluran air"?
3. Apakah anda BUTUH untuk membangun saluran air?
4. Bila seumur hidup anda tidak punya saluran air, apakah anda merasa hidup anda akan baik-baik saja? (karena faktanya hanya sedikit sekali orang yang memilih membangun saluran air)
5. Bila seumur hidup anda hanya membawa ember, apakah anda merasa biasa-biasa saja? (karena sebagian besar orang yang seperti itu, seumur hidup hanya membawa ember saja)
6. Apakah dengan adanya saluran air akan banyak membantu anak/keluarga anda nantinya?
7. Apakah masa depan anak/keluarga anda bisa banyak berubah bila anda mau mulai membangun saluran air?  

Kondisi kita saat ini adalah akibat pilihan-pilihan kita di masa lalu.

Kondisi kita di masa depan tergantung dari pilihan-pilihan kita saat ini.

 EVERYONE IS NUMBER ONE 
http://nomor1.tv/askopgi255
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Jumat, 12 Juli 2013

Jos gandos kotos-kotos telek babi dadi atos.ora mambu tambah jos.. edukasi berhasil untuk indukan babi yang sedang hamil.dengan harapan anakan babi yang lahir 2 bulan lagi jadi bibit ungul.usia jual kalau 5 bulan setengah, bobot mencapai berarti rekor. Atau jika anda biasa jual babi pada usia 7 bulan dengan memakai produk kami cukup 5 bulan 15 hari bobot babi setara dengan usia pemeliharaan selama 7 bulan.
Kotorannya kering, Tidak berbau dan langsung menjadi pupuk Organik tanpa melakukan permentasi atau pengolahan lagi.
Berapakah biaya yang bisa anda kurangi untuk semuanya?.... Hanya anda yang bijak mengambil langkah maju meninggalkan kebiasaan lama.
Info: 081333735837, 081333299996. Email. askop.adv@gmail.com.
http://indonetwork.co.id/mikroba_bio_k
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Rabu, 12 Juni 2013

JANGAN JADIKAN AKUN FB ANDA TEMPAT SAMPAH

Salah satu kunci Sukses Usaha di dunia Marketing Online atau Offline adalah dalam tehnik PROMOSI, Tehnik Promosi yang tepat dan cermat akan membawa peningkatan Omset Usaha anda dengan cepat.
Bergabung dan ajak semua teman serta Downline Bisnis anda di Askop Advertiser untuk mempromosikan usaha anda ke ratusan bahkan ribuan Website sekaligus dengan keuntungan:

- Tidak Harus mengikuti banyak grup promo di FB agar tidak membuat Wall FB anda penuh dengan promo yang bukan produk anda.

- Hemat puluhan juta rupiah tidak hanya untuk promosi satu produk, satu website, satu bulan.

- Hanya perlu biaya RP.1,- untuk Promosi Puluhan bahkan Ratusan produk anda.

- Tidak perlu banyak Update Promosi di banyak Grup FB anda.

- Dengan Mempromosikan Produk anda sendiri anda bisa menambah penghasilan dari Referal link anda.

- Anda bisa menambah Downline sehingga Profit anda bertambah pula.

- Anda akan mendapatkan web replika anda dengan Gratis.

- Biaya bulanan yang harus anda bayarkan setiap bulan sangat ringan hanya RP.30.000,-/­bulan.

- Mendapatkan Software dengan sitem Upload tercepat.

- kirim iklan ke 1120 website sekaligus.

- Produk usaha anda akan lebih cepat dikenal secara luas.
- Hemat waktu sehingga anda bisa sambil Kerjakan kesibukan lainnya,

Caranya... Kunjungi Link. http://www.autosubmit.w­eb.id/­?ref=24942
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Minggu, 03 Maret 2013

Dgn 500rb Sudah Bisa Mulai Kuliah!!!

Kuliah Itu...
Ga Perlu Pusing mikirin Biaya Gedung...
Ga Usah Galau Jika Kantong Tipis...

Inilah Terobosan Kemudahan Yang STIEBBANK Tawarkan!
Uang pendaftaran Hanya 100rb,
+ 400rb Dibayar Setelah Masuk Kuliah sebagai Syarat Memperoleh Jas Almamater.
TOTAL biaya sampai Lulus Cuma 15jt, bisa DICICIL RINGAN selama kuliah. Besarnya Cicilan Ditentukan oleh Mhs. Cicilan Dibayarkan Dari Hasil Bisnis Sendiri Selama Kuliah.

Kuliah dimulai 1 Sept 2013
Tunggu Apa Lagi?
Yogyakarta yang Terkenal Dengan Kota Pendidikan, Siap Melahirkan Pengusaha-Pengusaha Handal melalui STIEBBANK!

Info: 081333299996 / PinBB 274F434D
www.KampusPencetakPengusaha.com

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Selasa, 19 Februari 2013

JUST SHARE :

Bagi rekan-rekan semua yang sering ke WarNet, coba kalian periksa di belakang PC warnet yang rekan-rekan gunakan tsb, bila ada COLOKAN HITAM, yang biasanya dipakai untuk mencegat jalur kabel Keyboard...
Saya sarankan jangan On Line di WarNet tsb !!!

Karena itu memang sengaja dipasang oleh entah pihak WarNet atau pelanggan yang berniat jahat, dengan tujuan utk merekam/mengkopi data-data rekan-rekan , yang diantaranya adalah password e-mail, fb, internet banking atau data2 penting lainnya. Alat ini disebut HARDWARE KEYLOGGER.

Silahkan di-Share buat teman2 lainnya yg sering On line di WarNet .... :)

Semoga bermanfaat...^^

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Rabu, 19 Desember 2012

"Kisah Dibalik Sukses Starbucks"

"Kisah Dibalik Sukses Starbucks"

Apa yang akan Anda lakukan jika ide Anda ditolak dan dilecehkan-bahkan dianggap gila-oleh 217 orang dari 242 yang diajak bicara? Menyerah? Atau malah makin bergairah? Jika pilihan terakhir ini yang Anda lakukan, barangkali suatu saat, sebuah impian membuat bisnis kelas dunia bisa jadi milik Anda.

Yah, itulah kisah nyata yang dialami oleh Howard Schultz, orang yang dianggap paling berjasa dalam membesarkan kedai kopi Starbucks.

"Secangkir kopi satu setengah dolar? Gila! Siapa yang mau? Ya ampun, apakah Anda kira ini akan berhasil? Orang-orang Amerika tidak akan pernah mengeluarkan satu setengah dolar untuk kopi," itulah sedikit dari sekian banyak cacian yang diterima Howard, saat menelurkan ide untuk mengubah konsep penjualan Starbucks.

Dalam buku otobiografinya yang ditulis bersama dengan Dori Jones Yang- Pour Your Heart Into It; Bagaimana Starbucks Membangun Sebuah Perusahaan Secangkir Demi Secangkir-Howard menceritakan bagaimana ia merintis "cangkir demi cangkir" dan menjadikan Starbucks sebagai kedai kopi dengan jaringan terbesar di seluruh dunia.

Awalnya, Howard Schultz adalah seorang general manager di sebuah perusahaan bernama Hammarplast. Suatu kali, ia datang ke Starbucks yang pada awalnya hanyalah toko kecil pengecer biji-biji kopi yang sudah disangrai. Toko ini dimiliki oleh duo Jerry Baldwin dan Gordon Bowker sebagai pendiri awal Starbucks. Duo tersebut memang dikenal sangat getol mempelajari tentang kopi yang berkualitas.

Melihat kegairahan mereka tentang kopi, Howard pun memutuskan bergabung dengan Starbucks, yang kala itu baru berusia 10 tahun. Ia pun segera bisa dekat dengan Jerry Baldwin. Sayang, hal itu kurang berlaku dengan Gordon Bowker dan Steve, seorang investor Starbucks baru. Meski begitu, Howard tetap berusaha beradaptasi dan mencoba mengenalkan berbagai ide pembaruan untuk membesarkan Starbucks.

Suatu ketika, Howard Schultz datang dengan ide cemerlang. Ia mendesak Jerry untuk mengubah Starbucks menjadi bar espresso dengan gaya Italia. Setelah perdebatan dan pertengkaran yang panjang, keduanya menemui jalan buntu. Jerry menolak karena meskipun idenya bagus, Starbucks sedang terjerumus dalam utang sehingga tidak akan mampu membiayai perubahan.

Howard pun lantas bertekad mendirikan perusahaan sendiri. Belajar dari Starbucks, ia tidak mau berutang dan memilih berjuang mencari investor. Dan, pilihan inilah yang kemudian membuatnya harus bekerja ekstra keras. Ditolak dan direndahkan menjadi bagian keseharian yang harus dihadapinya.

Tekad itu terwujud–dan bahkan–dengan uang yang terkumpul dari usahanya, ia berhasil membeli Starbucks dari pendirinya. Namun, kerja keras itu tak berhenti dengan terbelinya Starbucks. Saat terjadi akuisisi, ia mendapati banyak karyawan yang curiga dan memandang sinis perubahan yang dibawanya. Tetapi, dengan sistem kekeluargaan, ia merangkul karyawan dan bahkan memberikan opsi saham sehingga sense of belonging karyawan makin tinggi.

Kini, dibantu dengan CEO yang diperbantukannya, Orin C Smith, Howard berhasil mengembangkan Starbucks hingga puluhan ribu cabang di seluruh dunia. Ia juga menekankan layanan dengan keramahan pada konsumen, dan di sisi lain, memperlakukan karyawan sebagai keluarga.

Dengan cara itu, Howard terus berekspansi hingga terus menjadi kedai kopi terbesar.
Howard Schultz adalah gambaran kegigihan seseorang dalam mewujudkan ide. Meski diremehkan pada awalnya, Howard tetap bertahan dan akhirnya membuktikan bahwa dengan tindakan nyata, semua ide bisa menjadi nyata. Kepedulian yang ditunjukkan dengan "memanusiakan" semua karyawannya juga telah membuatnya makin disegani sehingga mampu terus memperbesar usahanya.

Demikianlah kekuatan yang tersembunyi di balik semangat pantang menyerah dan kegigihan tiada akhir. Hanya mereka yang memiliki konsistensi dan persistensi tinggi dalam memperjuangkan hidupnya, barulah bisa meraih puncak keberhasilan, merobohkan mitos ketidakmungkinan, mengukir prestasi, menorehkan sejarah baru dan mewujudkan impian menjadi kenyataan.
http://cafebisnis.com/?reg=askopgideon
Powered by Telkomsel BlackBerry®

"Kisah Dibalik Sukses Eka Tjipta Widjaya"

"Kisah Dibalik Sukses Eka Tjipta Widjaya"

Sarjana atau lulusan universitas? Jangan keburu bangga. Sebab, ijasah tinggi bukan jaminan kesuksesan seseorang. Sebaliknya, meski ijasah rendah belum tentu pula jadi kere.

Mau bukti? Eka Tjipta Widjaya, pendiri Sinar Mas Grup, masuk 3 besar orang terkaya Indonesia versi majalah Globe Asia. Kabarnya, total kekayaannya ± USD 3,8 milyar. Tapi siapa sangka, dia hanya lulusan SD.

Inilah kisahnya.

Nama asli Eka Tjipta Widjaya adalah Oei Ek Tjhong. Dia lahir 3 Oktober 1923. Saat kecil, keluarganya hidup dalam kemiskinan. Bersama ibunya, ia pindah ke Makassar pada tahun 1932, ketika usianya 9 tahun.

Tiba di Makassar, Eka kecil – masih dengan nama Oei Ek Tjhong – segera membantu ayahnya yang sudah lebih dulu tiba dan mempunyai toko kecil. Tujuannya jelas, segera mendapatkan 150 dollar, guna dibayarkan kepada rentenir. Dua tahun kemudian, utang terbayar, toko ayahnya maju. Eka pun minta Sekolah. Tapi Eka menolak duduk di kelas satu.

Tamat SD, ia tak bisa melanjutkan sekolahnya karena masalah ekonomi. Ia pun mulai jualan. Ia keliling kota Makassar, menjajakan biskuit dan kembang gula. Hanya dua bulan, ia sudah mengail laba Rp. 20, jumlah yang besar masa itu. Harga beras ketika itu masih 3-4 sen per kilogram. Melihat usahanya berkembang, Eka membeli becak untuk memuat barangnya.

Namun ketika usahanya tumbuh subur, datang Jepang menyerbu Indonesia, termasuk ke Makassar, sehingga usahanya hancur total. Ia menganggur total, tak ada barang impor/ekspor yang bisa dijual. Total laba Rp. 2000 yang ia kumpulkan susah payah selama beberapa tahun, habis dibelanjakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Di tengah harapan yang nyaris putus, Eka mengayuh sepeda bututnya dan keliling Makassar. Sampailah ia ke Paotere (pinggiran Makassar, kini salah satu pangkalan perahu terbesar di luar Jawa). Di situ ia melihat betapa ratusan tentara Jepang sedang mengawasi ratusan tawanan pasukan Belanda.

Tapi bukan tentara Jepang dan Belanda itu yang menarik Eka, melainkan tumpukan terigu, semen, gula, yang masih dalam keadaan baik. Otak bisnis Eka segera berputar. Secepatnya ia kembali ke rumah dan mengadakan persiapan untuk membuka tenda di dekat lokasi itu. Ia merencanakan menjual makanan dan minuman kepada tentara Jepang yang ada di lapangan kerja itu.

Keesokan harinya, masih pukul empat subuh, Eka sudah di Paotere. Ia membawa serta kopi, gula, kaleng bekas minyak tanah yang diisi air, oven kecil berisi arang untuk membuat air panas, cangkir, sendok dan sebagainya. Semula alat itu ia pinjam dari ibunya. Enam ekor ayam ayahnya ikut ia pinjam. Ayam itu dipotong dan dibikin ayam putih gosok garam. Dia juga pinjam satu botol wiskey, satu botol brandy dan satu botol anggur dari teman-temannya.

Jam tujuh pagi ia sudah siap jualan. Benar saja, pukul tujuh, 30 orang Jepang dan tawanan Belanda mulai datang bekerja. Tapi sampai pukul sembilan pagi, tidak ada pengunjung. Eka memutuskan mendekati bos pasukan Jepang. Eka mentraktir si Jepang makan minum di tenda.

Setelah mencicipi seperempat ayam komplit dengan kecap cuka dan bawang putih, minum dua teguk whisky gratis, si Jepang bilang joto. Setelah itu, semua anak buahnya dan tawanan diperbolehkan makan minum di tenda Eka. Tentu saja ia minta izin mengangkat semua barang yang sudah dibuang.

Segera Eka mengerahkan anak-anak sekampung mengangkat barang-barang itu dan membayar mereka 5 – 10 sen. Semua barang diangkat ke rumah dengan becak. Rumah berikut halaman Eka, dan setengah halaman tetangga penuh terisi segala macam barang.Ia pun bekerja keras memilih apa yang dapat dipakai dan dijual. Terigu misalnya, yang masih baik dipisahkan. Yang sudah keras ditumbuk kembali dan dirawat sampai dapat dipakai lagi. Ia pun belajar bagaimana menjahit karung.

Karena waktu itu keadaan perang, maka suplai bahan bangunan dan barang keperluan sangat kurang. Itu sebabnya semen, terigu, arak Cina dan barang lainnya yang ia peroleh dari puing-puing itu menjadi sangat berharga. Ia mulai menjual terigu.Semula hanya Rp. 50 per karung, lalu ia menaikkan menjadi Rp. 60, dan akhirnya Rp. 150. Untuk semen, ia mulai jual Rp. 20 per karung, kemudian Rp. 40.

Kala itu ada kontraktor hendak membeli semennya, untuk membuat kuburan orang kaya. Tentu Eka menolak, sebab menurut dia ngapain jual semen ke kontraktor? Maka Eka pun kemudian menjadi kontraktor pembuat kuburan orang kaya.

Ia bayar tukang Rp. 15 per hari ditambah 20 persen saham kosong untuk mengadakan kontrak pembuatan enam kuburan mewah. Ia mulai dengan Rp. 3.500 per kuburan, dan yang terakhir membayar Rp. 6.000. Setelah semen dan besi beton habis, ia berhenti sebagai kontraktor kuburan.

Demikianlah Eka, berhenti sebagai kontraktor kuburan, ia berdagang kopra, dan berlayar berhari-hari ke Selayar (Selatan Sulsel) dan ke sentra-sentra kopra lainnya untuk memperoleh kopra murah.

Eka mereguk laba besar, tetapi mendadak ia nyaris bangkrut karena Jepang mengeluarkan peraturan bahwa jual beli minyak kelapa dikuasai Mitsubishi yang memberi Rp. 1,80 per kaleng. Padahal di pasaran harga per kaleng Rp. 6. Eka rugi besar.

Ia mencari peluang lain. Berdagang gula, lalu teng-teng (makanan khas Makassar dari gula merah dan kacang tanah), wijen, kembang gula. Tapi ketika mulai berkibar, harga gula jatuh, ia rugi besar, modalnya habis lagi, bahkan berutang. Eka harus menjual mobil jip, dua sedan serta menjual perhiasan keluarga termasuk cincin kawin untuk menutup utang dagang.

Tapi Eka berusaha lagi. Dari usaha leveransir dan aneka kebutuhan lainnya. Usahanya juga masih jatuh bangun. Misalnya, ketika sudah berkibar tahun 1950-an, ada Permesta, dan barang dagangannya, terutama kopra habis dijarah oknum-oknum Permesta. Modal dia habis lagi. Namun Eka bangkit lagi, dan berdagang lagi.

Usahanya baru benar-benar melesat dan tak jatuh-jatuh setelah Orde Baru, era yang menurut Eka, "memberi kesejukkan era usaha". Pria bertangan dingin ini mampu membenahi aneka usaha yang tadinya "tak ada apa-apanya" menjadi "ada apa-apanya". Tjiwi Kimia, yang dibangun 1976, dan berproduksi 10.000 ton kertas (1978) dipacu menjadi 600.000 ton sekarang ini.
Tahun 1980-1981 ia membeli perkebunan kelapa sawit seluas 10 ribu hektar di Riau, mesin serta pabrik berkapasitas 60 ribu ton. Perkebunan dan pabrik teh seluas 1.000 hektar berkapasitas 20 ribu ton dibelinya pula.

Tahun 1982, ia membeli Bank Internasional Indonesia. Awalnya BII hanya dua cabang dengan aset Rp. 13 milyar. Setelah dipegang dua belas tahun, BII memiliki 40 cabang dan cabang pembantu, dengan aset Rp. 9,2 trilyun.

PT Indah Kiat juga dibeli. Produksi awal (1984) hanya 50.000 ton per tahun. Sepuluh tahun kemudian produksi Indah Kiat menjadi 700.000 ton pulp per tahun, dan 650.000 ton kertas per tahun.

Tak sampai di bisnis perbankan, kertas, minyak, Eka juga merancah bisnis real estate. Ia bangun ITC Mangga Dua, ruko, apartemen lengkap dengan pusat perdagangan. Di Roxy ia bangun apartemen Green View, di Kuningan ada Ambassador.

"Saya Sungguh menyadari, saya bisa seperti sekarang karena Tuhan Maha Baik. Saya sangat percaya Tuhan, dan selalu ingin menjadi hamba Nya yang baik," katanya mengomentari semua suksesnya kini. "Kecuali itu, hematlah," tambahnya.

Ia menyarankan, kalau hendak menjadi pengusaha besar, belajarlah mengendalikan uang. Jangan laba hanya Rp. 100, belanjanya Rp. 90. Dan kalau untung Cuma Rp. 200, jangan coba-coba belanja Rp. 210," Waahhh, itu cilaka betul," katanya.

Setelah 58 tahun berbisnis dan bergelar konglomerat, Eka mengatakan, dia pribadi sebenarnya sangat miskin. "Tiap memikirkan utang berikut bunganya yang demikian besar, saya tak berani menggunakan uang sembarangan. Ingin rehat susah, sebab waktu terkuras untuk bisnis. Terasa benar tak ada waktu menggunakan uang pribadi," Eka mengungkapkan. Hendak makan makanan enak, lanjutya, sulit benar karena makanan enak rata-rata berkolesterol tinggi.

Inilah ironi, kata Eka. Dulu ia susah makan makanan enak karena miskin. Kini ketika sudah "konglomerat" (dengan 70 ribu karyawan dan hampir 200 perusahaan), Eka tetap susah makan enak, karena takut kolestrol. Usia yang menuntutnya menjaga kesehatan secara ketat dan prima.

Mari "share" ke teman-teman yang lain agar mereka juga dapat memetik hikmah yang ada pada kisah di atas. Semoga dapat bermanfaat bagi kehidupan kita, terimakasih.
http://www.hipkijatim.com/?id=askopgideon

Powered by Telkomsel BlackBerry®

"Kunci Sukses Dari Steve Jobs"

"Kunci Sukses Dari Steve Jobs"

Inovasi yang diciptakan olehnya membawa transformasi kepada beragam industri: musik, animasi, telpon genggam, komputer tablet dan personal, serta toko serta penerbitan digital. Steve Jobs akan selalu dikenang sebagai pendiri Apple di tahun 1976, lalu keluar di tahun 1985 dan kembali pada tahun 1997 untuk menyelamatkan Apple dari kebangkrutan serta membawa kejayaan perusahaan ini hingga kematiannya di tahun 2011.

Beberapa kreasinya seperti iMac, iPod, iTunes, MacBook, iPhone, iPad, App Store, OS X Lion, dan juga film-film animasi Pixar menjadi produk yang hebat dan meraih kesuksesan. Apakah kunci sukses dari manajemen ala Steve Jobs ini?

Ternyata, kunci sukses yang utama dalam manajemen ala Steve Jobs ini adalah fokus. Dia kembali memimpin Apple setelah membawa sukses kepada Pixar, perusahaan animasi terbaik yang berhasil memproduksi film-film sukses seperti Toy Story. Waktu itu Apple hampir bangkrut dan Steve Jobs melihat permasalahan utama dalam manajemen saat itu adalah kurangnya fokus. Apple terlalu banyak memproduksi beragam jenis komputer dan perangkat, waktu itu komputer Macintosh saja memiliki belasan versi.

Steve Jobs dengan berani membawa pemikiran yang berbeda. Dengan moto atau slogan: Think Different, dia mengajak para tenaga ahli di perusahaan untuk menciptakan produk yang sederhana tanpa terlalu banyak jenis. Steve Jobs berfokus pada manufaktur komputer profesional berjenis desktop dan laptop yang memuaskan pelanggan profesional.

Setiap pertemuan dalam pembahasan ide-ide dengan karyawan Apple, Steve Jobs selalu berkonsentrasi untuk membuang banyak ide dan memprioritaskan hanya tiga ide saja. Saking fokusnya, Steve Jobs bersemangat hadir dalam setiap rapat dengan manajemen tanpa memperdulikan kondisi medisnya. Sebegitu fokusnya Steve Jobs, hingga sakit pun bukan halangan dia untuk bekerja.

Prinsip fokus ini juga yang membawa kesederhanaan dan kemudahaan penggunaan produk-produk dan perangkat lunak dari Apple. Steve Jobs tidak ingin desain produknya serumit Microsoft, pesaingnya. Dia membuat fungsi-fungsi komputernya menjadi begitu intuitif sehingga siapapun bisa dengan cepat dan nyaman mengoperasikan produk-produk Apple. Pemakai komputer Apple sangat dimanjakan dengan desain yang simple namun indah dan elegan. Pelajaran yg bisa kita petik dari seorang Steve jobs adalah berfokus kepada apapun yg kita kerjakan.

Sumber: 100 motivasi (Reza Wismail)
http://imbisnis.com/?reg=askop.adv

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Senin, 17 Desember 2012

" Kisah Kura-Kura Yang Bawel"

" Kisah Kura-Kura Yang Bawel"

Zaman dahulu kala di sebuah danau di pegunungan, hiduplah kura-kura yang bawel. Siapapun yang ditemuinya akan diajak bicara banyak, panjang lebar, tanpa jeda, dan sering membuat pendengarnya bosan, terganggu, hingga akhirnya jengkel. Mereka sering merasa heran bagaimana si kura-kura bisa bicara terus-menerus tanpa menarik nafas. binatang-binatang lain mulai menghindari kura-kura karena tahu mereka akan mati kutu jika kura-kura mulai berbicara pada mereka.
Si kura-kura bawel jadi kesepian karenanya.
Setiap musim panas, sepasang angsa putih datang ke danau di pegunungan untuk berlibur. Mereka baik hati karena membiarkan si kura-kura berbicara sepanjang yang dia mau. mereka tidak pernah protes ataupun meninggalkan kura-kura. Si kura-kura jadi merasa senang pada sepasang angsa itu.
Ketika musim panasa mulai berakhir dan hari-hari menjadi dingin, sepasang angsa bersiap-siap pergi dari danau itu. Si kura-kura mulai menangis. Dia benci musim dingin dan kesepian. "Andai saja aku bisa ikut pergi bersama kalian," desahnya. "Kadang, ketika salju menutupi lereng dan danau, aku membeku, aku merasa begitu kedinginan dan kesepian."
Sepasang angsa itu merasa kasihan pada si kura-kura, karena itu mereka mengajukan sebuah penawaran untuknya, "Kura-kura sayang, jangan menangis. Kami dapat membawamu asalkan kamu bersedia memegang satu janji saja."
"Ya! Ya! Saya janji!" kata si kura-kura bawel, bahkan sebelum sepasang angsa mengatakan janji apa yang harus dia penuhi. "Kura-kura selalu menepati janji. Pernah, aku berjanji pada kelinci untuk berdiam diri sebentar saja setelah aku memberi tahu tentang semua perbedaan cangkang kura-kura dan…"
Satu jam kemudian, ketika si kura-kura berhenti bicara, sepasang angsa melanjutkan kata-kata mereka, "Kura-kura, kamu harus berjanji untuk tetap menutup mulutmu."
"Gampang!" kata si kura-kura bawel. "Sebenarnya bangsa kura-kura terkenal sanggup menutup mulut kami dengan baik. Kami sebenarnya jarang sekali berbicara. Saya pernah menjelaskan hal ini kepada seekor ikan belum lama ini…"
Satu jam kemudian ketika si kura-kura bawel diam sejenak, sepasang angsa itu menyuruh si kura-kura untuk menggigit bagian tengah sebuah tongkat kayu yang panjang dan menyuruhnya untuk tetap menutup mulut. Lalu salah satu angsa memegang salah satu ujung tongkat dan yang lain memegang ujung lainnya. Keduanya lalu mulai mengepakkan sayap dan terbang.
Inilah pertama kali dalam sejarah dunia kita: kura-kura terbang!
Lebih tinggi dan lebih tinggi lagi mereka terbang menjulang. Makin lama danau di pegunungan itu makin mengecil. Bahkan gunung yang besar pun terlihat kecil di kejauhan. Si kura-kura yang merasa takjub berusaha mengingat pemandangan itu baik-baik untuk diceritakan pada teman-temannya nanti ketika dia sudah pulang.
Mereka terus terbang dan semuanya berjalan lancar sampai mereka melewati sebuah sekolah yang anak-anaknya baru pulang sekolah. Beberapa anak melihat sepasang angsa dan kura-kura bawel. Lalu seorang anak berteriak, "Hei, lihat! Ada kura-kura bodoh terbang!"
Mendengar itu, kura-kura bawel tidak dapat menahan dirinya. "Siapa yang kau bilang… ups!.. booo…doo..hhh!!!"
BRAAAK! Terdengar suara keras ketika tubuh kura-kura menghempas tanah. Dan itu adalah suara terakhir yang dapat dia keluarkan.
Si kura-kura bawel tewas karena dia tidak dapat menutup mulutnya pada saat benar-benar diperlukan.
RENUNGAN:
Jadi, jika anda tidak belajar bagaimana berdiam diri pada saat yang tepat, dan bilamana saat itu benar-benar penting, Anda tak akan mampu menutup mulut anda lagi. Bisa jadi anda akan berakhir sebagai hamburger, seperti kura-kura bawel itu.
Rasanya kita semestinya belajar untuk berdiam diri pada usia yang lebih dini dalam kehidupan kita : karena hal itu mungkin dapat menolong kita menghindari banyak kesulitan pada kemudian hari. Saya menceritakan kisah berikut ini kepada anak-anak yang datang berkunjung mengenai betapa pentingnya untuk berdiam diri.
Sumber: Regina Kim
http://www.tekanini.com/askopgideon
Powered by Telkomsel BlackBerry®

"9 Langkah Mengubah Kebiasaan Buruk"

"9 Langkah Mengubah Kebiasaan Buruk"

Fakta menyebutkan, 45 % dari keputusan sehari-hari yang kita buat terjadi karena faktor kebiasaan.
Mengapa, karena otak biasanya lebih mudah menyimpan memori ketika sesuatu telah menjadi rutinitas. Selain itu untuk merekam kegiatan rutin, tubuh hanya membutuhkan sedikit energi.
Manusia adalah makhluk yang berpola, artinya memiliki kebiasaan dalam kehidupan sehari-harinya, baik itu kebiasaan baik maupun kebiasaan yang buruk. Kebiasaan yang baik tentu sangat bermanfaat bagi kehidupan kita, baik dalam kuliah ataupun dalam aktivitas lainnya. Tetapi disamping itu ada juga kebiasaan buruk yang bisa mengganggu berbagai macam kegiatan kita, tentu ini harus segera kita hilangkan agar tidak berkelanjutan.
Sebagian orang mungkin sulit dalam mengubah kebiasaan buruknya, karena godaan untuk melakukan hal yang buruk itu sangatlah kuat, tetapi yakinlah bahwa tidak ada yang tidak mungkin jika kita benar-benar serius, berikut saya akan sedikit berbagi bagaimana cara mengubah kebiasaan buruk kita, agar tidak terus terulang.
1. Buat komitmen yang kuat.
Dalam melakukan segala sesuatu tentu harus ada niat dan ikhlas, jadi untuk memulai mengubah kebiasaan buruk anda, niatkan dalam hati dan lakukan dengan ikhlas.
2. Buatlah catatan kecil.
Ketika anda sedang melakukan kebiasaan buruk tersebut, cobalah catat apa yang anda pikirkan , apa yang anda rasakan dan apa yang anda inginkan, renungkanlah pula apa keuntungan dan kerugian ketika anda melakukan kebiasan buruk itu. Sehingga anda bisa tahu mengapa anda suka melakukan kebiasaan buruk itu.
3. Buatlah strategi.
Dalam perang kita harus punya strategi, begitu juga kalau kita ingin perang dengan kebiasaan buruk kita kita harus buat strategi jitu. Buatlah konsep apa-apa saja yang akan anda lakukan untuk mengubah kebiasaan buruk anda itu.
4. Segera buat jadwal.
Setelah ada strategi maka langkah berikutnya yakni membuat jadwal untuk melaksanakannya, beri tanda X untuk setiap kegiatan yang telah kamu lakukan. Jangan lupa tentukan juga kapan dan berapa lama anda melakukannya, biasanya untuk suatu perubahan itu dibutuhkan sekitar sebulan rutin untuk melakukannya.
5. Lakukan perlahan-lahan.
Anda tidak perlu terlalu memaksakan kehendak anda untuk mengubah itu, apapun yang dipaksakan akan menghasilkan sesuatu yang buruk, jadi yang terpenting anda nyaman melakukannya sesuai jadwal dan ingat perlahan-lahan saja tetapi tetap harus rutin.
6. Tingkatkan keyakinan anda.
Godaan dan rayuan untuk melakukan kebiasaan buruk itu sangat besar, banyak orang yang berhenti ditengah jalan ketika melakukannya, maka segera sadarkan diri anda jika tergoda untuk melakukan kebiasaan buruk itu, bisa dengan shalat, atau bisa anda alihkan dengan kegiatan yang lebih asyik dan bermanfaat.
7. Cari contoh sosok teladan anda.
Anda bisa belajar dari orang-orang sukses, bagaimana mereka melakukannya, contohlah sedikit demi sedikit apa yang baik dari dia dan terapkan dalam keseharian anda.
8. Minta bantuan dan koreksi dari orang lain.
Jadikan orang lain sebagai cermin kita, mintalah dia untuk mengkritik dan memberikan nasehat kepada kita.
9. Fokus dan Ingatlah bahwa mengubah kebiasaan buruk itu berarti awal dari kesuksesan anda.
Orang yang sukses adalah orang yang disiplin dan mampu mengendalikan dirinya, memang dibutuhkan perubahan dan pengorbanan yang besar untuk mencapai itu. Yakinlah bahwa anda tidak akan pernah sukses jika tidak mengubah kebiasaan buruk anda.
http://mractionclub.com/?aff=askopgideon
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Cintailah Ibumu Sebelum Semuanya Terlambat"

Cintailah Ibumu Sebelum Semuanya Terlambat"

Kawan.. Didalam Realita kehidupanmu.. Minimal ada seorang wanita yang sangat PEDULI kamu.. Pasti..!
Terlepas kamu setuju atau Tidak, terima atau tidak, Wanita ini ada..! Dan ia adalah satu satunya manusia di Dunia ini yang izinkan Rahimnya kau tinggali tanpa bayaran selama 9 bulan 10 hari. Yang siap menahan sakit demi untuk kehadiranmu disini sekalipun nyawanya menjadi taruhan.
Dalam membesarkanmu ia melewati hari-hari yang tidak gampang. Sering ia tidak tidur karena kamu sakit, dalam kebingungan ia hanya menangis dan berdoa karena panasmu yg tidak reda, atau kamu tidak buang kotoran. Ia tidak jijik dengan kotoranmu berselemak dibadannya bahkan ia tertawa lepas saat semua itu terjadi.
Tahun-tahun berganti.. Kini kamu sudah Dewasa. Kamu sudah bisa ke Dokter kalau kamu sakit. Dan status kamu pun kini sudah berubah.. Kamu Tidak butuh wanita itu lagi.
Sekarang wanita itu sudah tua.. lamban, suka dengan cerita lama yang membosankan, nasehatnyapun selalu itu-itu saja. Belum lagi bau badannya yang sering diprotes oleh: pacarmu, suami atau istrimu, dan anak-anakmu. Komunikasi kalian terhadap wanita itu adalah, "Payah.. Susah..!"
Hai Kawan.. Anda benar.. Wanita tua ini sering membosankan dan tak nyambung.. Tapi coba berdiamlah beberapa menit dalam hening.. Sejelek apapun dia.., orang lain boleh tidak suka dia. Tapi Kamu tak Boleh.. Sebab ia adalah IBUmu
Di hari tuanya yang tak lama lagi.., Bukan HARTAmu yg ia harapkan, ia TIDAK butuh apapun dari kamu. Ia hanya Takut.. Kehilangan kamu..
Takut kamu tidak peduli dia lagi.. Karena ia begitu mencintaimu. Ia sudah Bahagia kalau kamu datang dan bertanya "apa kabar..? Dan tanganmu mau mengelus dia. MMaafkan dia kalau ia pernah melakukan hal yg mengecewakan kamu.. Percayalah ia pantas untuk kau cintai.
Kawan..
Dengarkanlah ini: Jangan Lagi Bersuara Keras Padanya. Dalam keadaan apapun.. Itu akan sangat melukainya. Cintailah ibumu sebelum semuanya TERLAMBAT.
I love U mom...
http://www.hipkijatim.com/?id=askopgideon
Powered by Telkomsel BlackBerry®

"Induk Rusa Yang Menepati Janjinya"

"Induk Rusa Yang Menepati Janjinya"

Seekor induk rusa bersama dengan kedua anaknya yang sudah mulai belajar berjalan. Ketika itu pagi buta saat kedua anaknya masih tidur, induk rusa keluar pergi mencari makanan, dia bermaksud setelah pulang ia akan mengajar anak-anaknya mencari makan serta menjaga diri menghindari dari bahaya.
Setelah mendapat makanan rumput hijau yang segar, di perjalanan pulang ia terjebak dalam perangkap yang dibuat oleh pemburu. Sambil menangis, induk rusa itu memikirkan kedua anaknya.
Sang pemburu akhirnya tiba, induk rusa berlutut memohon kepada pemburu untuk membiarkannya pulang ke rumah memberi makan serta mengajari anaknya mencari makan, dia berjanji keesokkan harinya akan kembali ke sini menyerahkan diri.
Pemburu melihat rusa ini dapat berbicara, di dalam hatinya sangat terkejut dan gembira, dia memutuskan akan mempersembahkan rusa ajaib ini kepada raja, supaya dia menjadi terkenal dan mendapat hadiah dari raja. Tetapi setelah berpikir sejenak, dia berubah pikiran, melepaskan induk rusa pulang.
Induk rusa bergegas berlari pulang, suasana hatinya sangat sedih memikirkan kedua anaknya, setelah sampai dirumah dia berkata kepada kedua anaknya, "Anakku, mama akan menceritakan sebuah kebenaran dan ketidakkekalan di dunia ini kepada kalian, jika kalian sudah memahami kebenaran ini, maka kelak kalian akan siap menghadapi masalah apa pun."
"Kalian nantinya tidak akan terlalu sedih lagi. Kalian harus ingat hidup ini sangat singkat, segalanya akan berubah tidak pernah abadi, nilai dari keluarga, kasih sayang semuanya tidak abadi….," ujar induk rusa itu.
Anak-anaknya sambil menangis bertanya, "Lalu kenapa mama masih harus menepati janji kepada orang jahat tersebut?." Induk rusa berkata, "Tanpa kepercayaan, dunia akan hancur, tidak ada kejujuran dunia akan runtuh, demi kelangsungan dan harapan dunia, saya rela berkorban, daripada menipu orang lain. Mama rela mati demi kejujuran, dari pada menipu untuk hidup."
Setelah selesai berkata sambil menahan tangisannya induk rusa berlari keluar, anak-anak rusa mengejar dengan sekuat tenaga. Pemburu melihat induk rusa memenuhi janjinya datang kembali, menjadi sangat terharu dengan tangan merangkap di depan dada dan berlutut dia berkata kepada induk rusa, "Engkau bukan seekor rusa biasa, engkau pasti makhluk jelmaan surgawi."
"Welas asihmu membuat orang sangat terharu, kejujuranmu membuat saya sangat malu. Silahkan engkau kembali, saya tidak akan menyakitimu lagi, bahkan mulai saat ini saya tidak akan menyakiti seekor binatang pun," kata si pemburu itu.
Pelajaran yang bisa kita petik dari cerita diatas adalah: Sifat welas asih dan kejujuran dari induk rusa ini akhirnya membangkitkan niat baik serta membangkitkan watak dasar dan sisi baik dari pemburu tersebut.
http://www.qbonk.com/?reg=askopgideon
Powered by Telkomsel BlackBerry®

"Anak dan Pohon Apel"

"Anak dan Pohon Apel"
Suatu masa dahulu, terdapat sebatang pohon apel yang amat besar.Seorang anak lelaki begitu gemar bermain-main di sekitar pohon apel ini setiap hari. Dia memanjat pohon tersebut, memetik serta memakan apel sepuas-puas hatinya, dan adakalanya dia beristirahat lalu terlelap di perdu pohon apel tersebut. Anak lelaki tersebut begitu menyayangi tempat permainannya. Pohon apel itu
juga menyukai anak tersebut.
Masa itu pun berlalu…
Anak lelaki itu sudah besar dan menjadi seorang remaja. Dia tidak lagi menghabiskan masanya setiap hari bermain di sekitar pohon apel tersebut. Namun begitu, suatu hari dia datang kepada pohon apel tersebut dengan wajah yang sedih.
"Marilah bermain-mainlah di sekitarku," ajak pohon apel itu.
"Aku bukan lagi kanak-kanak, aku tidak lagi gemar bermain dengan engkau," jawab remaja itu. "Aku mau permainan. Aku perlu uang untuk membelinya," tambah remaja itu dengan nada yang sedih.
Lalu pohon apel itu berkata, "Kalau begitu, petiklah apel-apel yang ada padaku. Juallah untuk mendapatkan uang. Dengan itu, kau dapat membeli permainan yang kau inginkan."Remaja itu dengan gembiranya memetik semua apel di pohon itu dan pergi dari situ. Dia tidak kembali lagi selepas itu. Pohon apel itu merasa sedih.
Masa kembali berlalu…
Suatu hari, remaja itu kembali. Dia semakin dewasa. Pohon apel itu merasa gembira. "Marilah bermain-mainlah di sekitarku," ajak pohon apel itu. "Aku tiada waktu untuk bermain. Aku terpaksa bekerja untuk mendapatkan uang. Aku ingin membina rumah sebagai tempat perlindungan untuk keluargaku. Bisakah kau menolongku?" Tanya anak itu.
"Maafkan aku. Aku tidak mempunyai rumah. Tetapi kau boleh memotong dahan-dahanku yang besar ini dan kau buatlah rumah daripadanya." Pohon apel itu memberikan cadangan. Lalu, remaja yang semakin dewasa itu memotong ke semua dahan pohon apel itu dan pergi dengan gembiranya. Pohon apel itu pun turut gembira tetapi kemudiannya merasa sedih karena remaja itu tidak kembali lagi selepas itu.
Suatu hari yang panas, seorang lelaki datang menemui pohon apel itu. Dia sebenarnya adalah anak lelaki yang pernah bermain-main dengan pohon apel itu. Dia telah matang dan dewasa. "Marilah bermain-mainlah di sekitarku," ajak pohon apel itu.
"Maafkan aku, tetapi aku bukan lagi anak lelaki yang suka bermain-main di sekitarmu. Aku sudah dewasa. Aku mempunyai cita-cita untuk belayar. Malangnya, aku tidak mempunyai perahu. Maukah kau menolongku?" Tanya lelaki itu.
"Aku tidak mempunyai perahu untuk diberikan kepada kau. Tetapi kau boleh memotong batang pohon ini untuk dijadikan perahu. Kau akan dapat belayar dengan gembira," kata pohon apel itu. Lelaki itu merasa amat gembira dan menebang batang pohon apel itu. Dia kemudian pergi dari situ dengan gembiranya dan tidak kembali lagi selepas itu.
Namun begitu, pada suatu hari, seorang lelaki yang semakin di mamah usia, datang menuju pohon apel itu. Dia adalah anak lelaki yang pernah bermain di sekitar pohon apel itu. "Maafkan aku. Aku tidak ada apa-apa lagi untuk diberikan kepada kau. Aku sudah memberikan buahku untuk kau jual, dahanku untuk kau buat rumah, batangku untuk kau buatperahu. Aku hanya ada tunggul dengan akar yang hampir mati…" kata pohon apel itu dengan nada pilu.
"Aku tidak mau apelmu karena aku sudah tiada bergigi untuk memakannya, aku tidak mau dahanmu kerana aku sudah tua untuk memotongnya, aku tidak mau batang pohonmu kerana aku tidak berupaya untuk belayar lagi, aku merasa lelah dan ingin istirahat," jawab lelaki tua itu.
"Jika begitu, istirahatlah di perduku," kata pohon apel itu. Lalu lelaki tua itu duduk beristirahat di perdu pohon apel itu. Mereka berdua menangis kegembiraan.
Tahukah kamu. Sebenarnya, pohon apel yang dimaksudkan di dalam cerita itu adalah kedua orangtua kita. Saat kita masih muda, kita suka bermain dengan mereka. Ketika kita meningkat remaja, kita perlukan bantuan mereka untuk meneruskan hidup. Kita tinggalkan mereka, dan hanya kembali meminta pertolongan apabila kita di dalam kesusahan.
Namun begitu, mereka tetap menolong kita dan melakukan apa saja asalkan kita bahagia dan gembira dalam hidup. Anda mungkin terfikir bahwa anak lelaki itu bersikap kejam terhadap pohon apel itu, tetapi fikirkanlah, itu hakikatnya bagaimana kebanyakan anak-anak masa kini melayani ibu bapak mereka.
Hargailah jasa ibu bapak kepada kita. Jangan hanya kita menghargai mereka semasa menyambut hari ibu dan hari bapak setiap tahun saja.
http://www.bedakpemutih.com/?apid=askop_adv
Powered by Telkomsel BlackBerry®

"Kisah Suara Yang Paling Indah"

"Kisah Suara Yang Paling Indah"
Seorang tua yang tidak berpendidikan berniat mengunjungi suatu kota besar untuk pertama kali dalam hidupnya. Dia dibesarkan disebuah dusun terpencil, bekerja keras membesarkan anak-anaknya dan sekarang menikmati kunjungan pertamanya ke rumah anaknya yang modern. Suatu hari, sewaktu berjalan-jalan seputar kota, si orang tua mendengar suara yang menyakitkan telinga.
Belum pernah dia mendengar suara yang begitu tidak enak didengar di dusunnya yang sepi dan dia bersikeras mencari sumber bunyi tersebut. Mengikuti arah suara yang menggangu itu ke sumbernya, dia melihat sebuah ruangan di dalam sebuah rumah, di mana terdapat seorang anak kecil sedang belajar bermain biola.
"Ngiiiik! Ngoook!" berasal dari nada sumbang biola tersebut.
Saat dia mengetahui dari putranya bahwa itulah yang dinamakan "biola", dia berpikir bahwa dia tidak akan pernah mau lagi mendengar suara yang mengerikan tersebut.
Hari berikutnya, di bagian lain kota tersebut, si orang tua ini kembali mendengar sebuah suara yang mendayu-dayu membelai-belai telinga tuanya. Dia tidak pernah mendengar melodi yang begitu indah didusunnya, diapun mencoba mencari sumber suara tersebut. Sampai kesumbernya, dia melihat sebuah ruangan depan sebuah rumah, di mana seorang wanita tua, seorang maestro, sedang memainkan sonata dengan biolanya.
Seketika, si orang tua ini menyadari kesalahannya. Suara tidak mengenakkan telinga yang didengarnya dulu bukanlah merupakan kesalahan dari sang biola, bukan pula salah sang anak.
Itu hanyalah proses belajar seorang anak untuk bisa memainkan biolanya dengan baik. Dari pemikirannya yang sederhana muncullah sebuah kebijaksanaan, si orang tua mulai berpikir demikian pula halnya dengan agama. Sewaktu menemukan seseorang religius yang "bersemangat" (baca: fanatik) terhadap kepercayaannya, tidaklah benar untuk menyalahkan agamanya.
Itu hanyalah proses belajar sang pemula untuk bisa "memainkan" agamanya dengan baik.
Sewaktu kita bertemu dengan seorang suci, seorang maestro agamanya, merupakan sebuah penemuan indah yang memberi inspirasi kepada kita untuk bertahun-tahun, apapun agama mereka.
Namun ini bukanlah akhir dari cerita.
Hari ketiga, di bagian lain dari kota tersebut, si orang tua mendengar sebuah suara lain yang bahkan melebihi keindahan dan kejernihan suara sang maestro biola. Menurut anda, suara apakah itu?
Melebihi indahnya suara aliran air pegunungan, melebihi indahnya suara angin di musim gugur di sebuah hutan, melebihi suara burung-burung pegunungan yang bernyanyi setelah hujan lebat.
Bahkan melebihi keindahan keheningan pegunungan yang damai di musim salju pada malam hari. Suara apakah yang telah menggerakkan hati si orang tua melebihi apapun itu?
Itulah suara sebuah orkestra besar yang memainkan sebuah simfoni. Bagi si orang tua, alasan mengapa itulah suara terindah di dunia adalah, Pertama, seluruh anggota orkestra merupakan maestro alat musiknya masing-masing; dan Kedua, mereka telah belajar lebih jauh lagi untuk bisa bermain bersama-sama dalam harmoni.
"Mungkin ini sama dengan agama," si orang tua berpikir.
"Marilah kita semua belajar dari pelajaran-pelajaran kehidupan dalam inti kesejukkan kepercayaan kita masing-masing.
Marilah kita semua menjadi maestro dalam cinta kasih di dalam agama masing-masing. Lalu, setelah mempelajari agama kita dengan baik, lebih jauh lagi, mari kita belajar untuk bermain seperti halnya anggota sebuah orkestra, bersama-sama hidup berdampingan dengan agama lain, dalam sebuah harmoni kehidupan !
Sumber: Regina Kim
http://www.mandiriyes.com/?ref=askopgideon
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Minggu, 09 Desember 2012

Kisah Sumpit Sepanjang Meja

Kisah Sumpit Sepanjang Meja"

Di zaman kerajaan Dinasti Ming masih berkuasa hiduplah seorang saudagar kaya pemilik restoran Hong Liong di daerah Tiongkok sebelah selatan. Restoran "Burung Hong" itu sangat terkenal karena makanannya sangat khas dan rasanya yang luar biasa. saudagar pemilik restoran tersebut juga sangat dihormati di daerah tersebut karena sering menyumbangkan harta kekayaannya untuk kaum papa.

Namun sangatlah disayangkan saudagar itu tidak diberkahi oleh keturunan seorangpun. Menjelang usianya memasuki tahun ke-80, saudagar tersebut hendak menyerahkan restorannya kepada orang yang dipercayanya mampu mengelola restoran tersebut dengan baik. Tapi sebagai syaratnya mereka harus menyumbangkan setengah dari pendapatan restoran itu untuk kaum papa (Orang-Orang Tidak Mampu).

Setelah itu diundanglah seluruh pedagang di daerah tersebut untuk datang ke jamuan makan malam yang diselenggarakannya. Terdapat dua puluh meja bundar yang diatasnya sudah terhidang bermacam sayuran yang sangat menarik. Tiap meja ada 4 buah kursi dan 4 buah peralatan makan berupa sumpit. Namun anehnya ke – 4 sumpit tersebut mempunyai panjang sama dengan lebar mejanya

Duduklah ke – 80 pedagang tersebut dengan air liur yang mulai menetes mencium aroma masakan yang selangit tersebut. Sesaat sebelum makan saudagar tersebut memberikan kata sambutan yang isinya kurang lebih menyatakan bahwa dia akan memilih 4 dari ke – 80 pedagang tersebut sebagai penerus restorannya setelah jamuan berakhir.

Maka dimulailah jamuan makan tersebut. Masing – masing pedagang tersebut telah memegang sumpit* mereka dan menjepit sayuran yang diinginkannya. Sementara sang saudagar tersebut berjalan mengelilingi meja-meja tersebut. Muka sang saudagar tersebut terlihat sangat sedih setelah melewati meja ke – 12 dan belum ada satupun pedagang yang mampu memasukkan sayuran yang dijepit sumpit* tersebut ke dalam mulut. Masing – masing pedagang tersebut mencoba cara – cara aneh agar mampu memasukkan makanan yang dijepit sumpit* masing – masing ke dalam mulut masing – masing dan tentu saja itu tidak akan berhasil karena panjang sumpit* tersebut selebar meja. Saat sang saudagar melewati meja ke – 19 dia mulai kehilangan harapannya untuk mendapatkan penerus restorannya karena yang dia lihat hanyalah sekumpulan orang – orang serakah yang hanya mementingkan keinginan masing – masing.

Saat menuju meja ke – 20 tersenyumlah saudagar tersebut seraya berkata pada dirinya sendiri bahwa ke – 4 orang inilah yang akan meneruskan restorannya. Rupanya ke – 4 orang yang berada di meja ke – 20 saling menyuapi lawan di seberangnya karena panjang sumpit* tersebut memang cukup untuk sampai ke seberang mejanya. Akhirnya saat jamuan makan selesai hanya ke – 4 orang inilah yang kenyang perutnya sedang yang lain sibuk menggerutu karena tidak ada secuilpun makanan yang masuk dalam mulut mereka. Sang saudagar pergi meninggalkan restorannya dengan hati gembira karena tahu bahwa restorannya akan dikelola oleh 4 orang yang bijaksana.

Pesan moral dari cerita ini adalah agar jadi orang jangan terlalu serakah, karena dengan tidak mau berbagi keuntungan dengan orang lain maka orang lain juga tidak akan mau berbagi dengan Anda. Bila tiap orang hanya memikirkan dirinya masing – masing maka tidak akan pernah mencapai kemajuan team. Bukankah ada pepatah yang mengatakan bahwa 4 kaki akan lebih baik daripada 2 kaki ; atau bersatu kita teguh bercerai kita runtuh. Pepatah – pepatah yang dibuat orang – orang bijak jaman dahulu kala bukanlah sekadar penghias omong kosong, mereka mampu membuat pepatah tersebut karena sudah ada kejadiannya dan hasilnya.

Buktikanlah sendiri, bila Anda mau memberi maka Anda akan menerima kembali lebih baik, mungkin bukan dalam bentuk yang sama ketika Anda berikan, tapi pasti sesuatu tersebut Anda dapatkan saat Anda memang membutuhkannya.

Sesungguhnya apa yang kamu tabur, itulah yang akan kamu petik. Penabur kebaikan akan menuai berkah, sedangkan penabur kejahatan akan menuai petaka. Taburkanlah olehmu benih-benih kebaikan dan kebenaran, sehingga kelak dapat memanen berkah berlimpah.
http://www.tekanini.com/askopgideon
Powered by Telkomsel BlackBerry®

"Kisah Yoo Ye-eun, Seorang Pianis Tunanetra Berumur Lima Tahun"

"Kisah Yoo Ye-eun, Seorang Pianis Tunanetra Berumur Lima Tahun"

Piano punya alunan suara yang sangat indah dan bahkan bisa dijadikan semacam terapi musik untuk ketenangan jiwa. Karena itu, alat musik yang satu ini disukai banyak orang, baik anak-anak maupun orang dewasa. Begitu pula bagi sosok muda belia bernama Yoo Ye-Un ini. Karena kecintaannya, bocah yang baru berusia lima tahun ini seolah tak bisa lepas dari piano.

Yang lebih fantastis, ternyata Yoo adalah seorang pianis handal yang tunanetra alias tak bisa melihat, bahkan mungkin ia tak tahu wujud pianonya itu sendiri. Tapi, mengandalkan intuisi dan pendengarannya, Yoo berhasil menjadi seorang pemain piano belia layaknya manusia normal. Kondisi inilah yang membuat ratusan penonton takjub-bahkan banyak yang berlinang air mata-saat menyaksikan Yoo mendentingkan piano.

Yoo memang sangat berbeda dengan anak pada usianya. Di usianya yang masih belia-ditambah memiliki keterbatasan pengelihatan sejak lahir-Yoo mampu memainkan karya-karya spektakuler dari komponis besar seperti Mozart, Chopin, maupun Beethoven. Yang mengherankan, hanya dengan sekali mendengar, ia dapat memainkan komposisi musik tersebut dengan sangat baik.

Karena kehebatannya, sebuah acara pencarian bakat bertajuk Star King di sebuah televisi di Korea menobatkannya menjadi pemenang. Ia pun mendapatkan hadiah sebesar satu juta won atau setara dengan Rp 9,1 juta. Yoo juga diberi julukan "Jenius Mozart berumur lima tahun". Dengan kemenangannya di ajang kontes Star King, ia kini dikenal di mana-mana. Rekamannya juga dikirimkan ke Pandora TV, sebuah situs video streaming yang memungkinkan aksinya bisa dilihat di seluruh dunia.

Kemahiran Yoo memang seperti bakat dari alam. Hal ini mengingatkan kita pada sosok Hee Ah Lee yang juga jago bermain piano, meski jari kedua tangannya hanya ada empat. Kedua sosok ini menjadi gambaran nyata bahwa keterbatasan fisik bukanlah alasan untuk tak berkarya.

Yoo sendiri menurut beberapa tulisan disebut sudah mulai bisa memainkan piano sejak usia tiga tahun. Saat itu, Park Jung Soon, ibu angkatnya sangat terkejut dengan permainan piano Yoo. Sebab, ia tak merasa pernah mengajari Yoo bermain piano.

Dalam salah satu aksinya, Yoo yang sejak kecil sudah ditinggalkan orangtua kandungnya mampu membuat penonton berlinang air mata. Saat itu ia membawakan lagu You Were Born to be Loved. Barangkali inilah tumpahan hati yang tertuang dalam sebuah dentingan piano dari seorang anak yang tak mengenal putus asa. Meski buta, ia tetap berkarya sehingga itulah yang mengundang keharuan semua yang melihatnya.

Orangtua angkat Yoo sendiri tidak menyangka akan mendapatkan reaksi yang luar biasa dari orang banyak. Kini, Yoo telah tampil di berbagai negara. Tawaran bantuan pun mengalir seperti bantuan untuk menyembuhkan mata Yoo. Sayangnya, hingga kini, operasi yang telah dilakukan belum berhasil. Sampai sekarang Yoo masih tidak dapat melihat.

Walaupun dengan keterbatasan pengelihatan, Yoo mampu membuat dunia kagum padanya. Jari-jarinya yang lentik dapat memainkan piano dengan sangat indah. Keterbatasannya tidak menjadi penghalang bagi dirinya untuk berkarya. Sebuah kemampuan dan semangat luar biasa yang dimilikinya.

Untuk Melihat Video Youtubenya, Klik Link -> https://www.youtube.com/watch?v=QLkLPTZt2iE

Sumber: Regina Kim
http://www.hipkijatim.com/?id=askopgideon

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Mari Beryukur

"Mari Bersyukur"

Mendengar istri mengomel di rumah, berarti aku masih punya keluarga. Mendengar suami masih ngorok di sebelahku berarti aku masih punya suami.

Mendengar ayah dan ibu menegurku dengan tegas berarti aku masih punya orang tua. Merasa lelah dan pegal linu setiap sore, itu berarti aku mampu bekerja keras.

Membersihkan piring dan gelas kotor setelah menerima tamu di rumah, itu berarti aku punya teman. Pakaianku terasa agak sempit, itu berarti aku makan cukup. Mencuci dan menyetrika tumpukan baju, itu berarti aku memiliki pakaian.

Membersihkan halaman rumah, jendela, memperbaiki talang dan selokan air, itu berarti aku memiliki tempat tinggal. Mendapatkan banyak tugas yang merepotkan, itu berarti aku dipercayai dapat melakukannya.

Mendapatkan rekan kerja/bisnis yang mengesalkan menandakan karier/bisnis ku masih bergerak dan hidup. Mendapatkan banyak komplain dari customer kita menandakan bahwa customer kita masih ada, masih loyal dan menginginkan kita menuju perubahan ke arah lebih baik.

Mendengar nyanyian suara yang fals, itu berarti aku bisa mendengar. Mendengar bunyi jam alarm di pagi hari, itu berarti aku masih hidup.

Akhirnya banyak hal yang dapat kita syukuri setiap hari. Aku juga bersyukur mendapatkan pesan ini, karena secara tidak sadar aku masih memiliki teman yang peduli padaku.

Seseorang yang peduli tentang aku telah mengirimkannya kepadaku. Dan karena aku peduli tentangmu maka aku mengirimkannya juga kepadamu.

Berhenti mengeluh dan bersyukurlah. Bersyukur dalam setiap keadaan meski tak ada alasan untuk bersyukur sekalipun.

Semoga yang membaca pesan ini selalu diberkahi dengan kesehatan, kebahagiaan dan kedamaian. Semoga demikianlah adanya. :)
http://mractionclub.com/?aff=askopgideon

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Jumat, 07 Desember 2012

"Kisah Ayah Dan Botol Acar"

"Kisah Ayah Dan Botol Acar"

Berikut adalah kisah yang sungguh luar biasa yang menggambarkan kasih sayang, cinta dan perjuangan seorang ayah kepada anaknya. Sebuah kisah yang menunjukan sesuatu yang sangat berharga tentang impian, tekad, teladan seorang ayah, disiplin dan pantang menyerah demi kehidupan anaknya yang lebih baik.

Setahuku, botol acar besar itu selalu ada di lantai di samping lemari di kamar orangtuaku. Sebelum tidur, Ayah selalu mengosongkan kantong celananya lalu memasukkan semua uang recehnya ke dalam botol itu. Sebagai anak kecil, aku senang mendengar gemerincing koin yang dijatuhkan ke dalam botol itu. Bunyi gemerincingnya nyaring jika botol itu baru terisi sedikit. Nada gemerincingnya menjadi rendah ketika isinya semakin penuh. Aku suka jongkok di lantai di depan botol itu, mengagumi keping-keping perak dan tembaga yang berkilauan seperti harta karun bajak laut ketika sinar matahari menembus jendela kamar tidur.

Jika isinya sudah penuh, Ayah menuangkan koin-koin itu ke meja dapur, menghitung jumlahnya sebelum membawanya ke Bank untuk membayar premi polis asuransi pendidikan. Membawa keping-keping koin itu ke Bank selalu merupakan peristiwa besar. Koin-koin itu ditata rapi di dalam kotak kardus dan diletakkan di antara aku dan ayah di atas sepeda motor tuanya. Setiap kali kami pergi ke Bank, Ayah memandangku dengan penuh harap. "Karena koin-koin ini kau kelak tidak perlu bekerja mengayuh becak seperti ayahmu ini. Nasibmu akan lebih baik daripada nasib ayahmu."

Setiap kali menyorongkan kotak kardus berisi koin itu ke kasir Bank, Ayah selalu tersenyum bangga. "Ini uang kuliah anakku. Dia takkan bekerja mengayuh becak seumur hidup seperti aku."

Pulang dari Bank, kami selalu merayakan peristiwa itu dengan membeli es krim. Aku selalu memilih es krim cokelat. Ayah memilih yang vanila. Setelah menerima kembalian dari penjual es krim, Ayah selalu menunjukkan beberapa keping koin kembalian itu kepadaku. "Sampai di rumah, kita isi botol itu lagi."

Ayah selalu menyuruhku memasukkan koin-koin pertama ke dalam botol yang masih kosong. Ketika koin-koin itu jatuh bergemerincing nyaring, kami saling berpandangan sambil tersenyum. "Kau akan bisa kuliah dengan koin dua ratus, lima ratus, dan seribu rupiah ini," katanya. "Kau pasti bisa kuliah. Insya Allah."

Tahun demi tahun berlalu. Aku akhirnya memang berhasil kuliah dan lulus dari universitas dan mendapat pekerjaan di kota lain. Pernah, waktu mengunjungi orang tuaku, aku masuk ke kamar tidur mereka. Kulihat botol acar itu tak ada lagi. Botol acar itu sudah menyelesaikan tugasnya dan sudah di pindahkan entah ke mana. Leherku serasa tercekat ketika mataku memandang lantai di samping lemari tempat botol acar itu biasa diletakkan.

Ayahku bukan orang yang banyak bicara, dia tidak pernah menceramahi aku tentang pentingnya tekad yang kuat, ketekunan, dan keyakinan. Bagiku, botol acar itu telah mengajarkan nilai-nilai itu dengan lebih nyata daripada kata-kata indah.

Setelah menikah, kuceritakan kepada Fatimah, istriku, betapa pentingnya peran botol acar yang tampaknya sepele itu dalam hidupku. Bagiku, botol acar itu melambangkan betapa besarnya cinta Ayah padaku. Dalam keadaan keuangan sesulit apa pun, setiap malam Ayah selalu mengisi botol acar itu dengan koin. Bahkan di kala ayah sakit sehingga tidak mampu mengayuh becak, dan Ibu terpaksa hanya menyajikan tempe goreng dengan sambal bawang selama berminggu-minggu, satu keping pun tak pernah diambil dari botol acar itu. Sebaliknya, sambil memandangku dari seberang meja dan mencolekkan sepotong tempe ke sambal, Ayah semakin meneguhkan tekadnya untuk mencarikan jalan keluar bagiku. "Kalau kau sudah tamat kuliah," katanya dengan mata berkilat-kilat, "Kau tak perlu makan hanya dengan sambal bawang dan tempe seperti ini kecuali jika kau memang mau."

Liburan akhir tahun pertama setelah lahirnya putri kami Fitri, kami habiskan di rumah orangtuaku. Setelah makan malam, Ayah dan Ibu duduk berdampingan di sofa, bergantian memandang cucu pertama mereka. Fitri menagis lirih. Kemudian Fatimah mengambilnya dari pelukan Ayah. "Mungkin popoknya basah," kata Fatimah, lalu di bawanya Fitri ke kamar tidur orangtuaku untuk di ganti popoknya.

Fatimah kembali ke ruang keluarga dengan mata berkaca-kaca. Dia meletakkan Fitri ke pangkuan Ayah, lalu menggandeng tanganku dan tanpa berkata apa-apa mengajakku ke kamar. "Lihat," katanya lembut, matanya memandang lantai di samping lemari. Aku terkejut. Di lantai, seakan tidak pernah disingkirkan, berdiri botol acar yang sudah tua itu. Di dalamnya ada beberapa keping koin.Aku mendekati botol itu, merogoh saku celanaku, dan mengeluarkan segenggam koin. Dengan perasaan haru, kumasukkan koin-koin itu ke dalam botol. Aku mengangkat kepala dan melihat Ayah. Dia menggendong Fitri dan tanpa suara telah masuk ke kamar. Kami berpandangan. Aku tahu, Ayah juga merasakan keharuan yang sama. Kami tak kuasa berkata-kata.

Segera temui ayahmu, cium tangannya yang mulai keriput dengan penuh kasih sayang, dan peluklah ia seolah tak ingin kau melepaskannya dan katakan dengan sepenuh hati, "Terimakasih wahai ayahku tercinta…. Ingin kudekap dan menangis dipangkuanmu. Sampai kutertidur bagai masa kecil dulu. Lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku. Dengan apa aku membalas. Wahai ayahku tersayang…. (elhooda)

Sungguh kebiasaan baik terbentuk dari awal. Tindakan kecil ternyata bisa amat bernilai. Apapun profesi kita, bagaimana pun keadaan kita, mulailah dengan menanamkan bibit kebaikan kecil dan bertekad melakukan apa yang bisa kita lakukan dengan memanfaatkan kesempatan hidup kita.

Tindakan sederhana yang bagaimana pun kecil nilai kebaikannya, akan menjadi bernilai besar bila dilakukan dengan sepenuh hati, sekuat tenaga dan setulus jiwa, tanpa pernah mengharapkan imbalan atau pun balas jasa.

Sumber: jalanallah
http://www.tekanini.com/askopgideon

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Kisah Sukses Restaurant Wendy’s

Kisah Sukses Restaurant Wendy's

Jika Anda penyuka makanan cepat saji ala negeri Paman Sam, nama "Wendy's" tentunya sudah tidak asing lagi bagi Anda. Logo Wendy's yang sangat khas menampilkan warna merah menyala dengan gambar seorang anak perempuan yang rambutnya dikepang dua.

Di balik Wendy's, kita dapat temukan kisah perjalanan seorang entrepreneur yang mengagumkan, Dave Thomas (1932-2002).

Pada tanggal 2 bulan Juli, 1932, di Atlantic City, seorang bayi laki-laki lahir. Enam minggu kemudian, sepasang suami istri mengadopsinya, tetapi pada saat usianya 5 tahun, ibu angkatnya meninggal dunia. Ayahnya membawanya dari satu kota ke kota lain untuk mencari pekerjaan, hingga saat usianya 12 tahun, anak laki-laki itu mendapatkan pekerjaan pertamanya di sebuah restoran – dan dia menyukainya. Ketika dia berumur 15 tahun, ayahnya ingin pindah lagi, tetapi anak muda ini menyukai pekerjaannya di Hobby House restoran. Akhirnya dia membuat keputusan, dia berhenti sekolah dan pindah ke YMCA dan bekerja sepenuh waktu di restoran itu.

Beberapa tahun kemudian, bos dari Hobby House menawarkan anak muda itu kesempatan. Bosnya memiliki empat restoran KFC yang merugi, dan memintanya untuk membuat restoran itu berhasil. Dengan kerja keras dan tujuan yang kuat, selama empat tahun usaha itu sukses. Akhirnya restoran itu di jual kembali ke KFC, dan dia menjadi jutawan dalam usia 35 tahun. Siapa anak muda ini? Namanya Dave Thomas, pendiri Wendy's. 45 tahun setelah ia drop out dari sekolah-nya, Dave akhirnya berhasil mendapatkan ijasahnya.

Dunia penuh dengan orang seperti Dave, mereka menghadapi tragedy, penyakit, terluka, kemiskinan dan kesulitan di berbagai area, dan mereka tidak menyerah dengan keadaan serta menjadi orang yang dikagumi oleh banyak orang.

Orang-orang tersebut adalah orang yang mau berjuang dan bekerja keras. Tuhan ingin kita menjadi orang jenis ini. Pribadi yang tidak takut atau dilemahkan oleh kesulitan. Ketakutan hanya akan membuat Anda kehabisan tenaga dan mematahkan semangat Anda. Namun bersama dengan Tuhan, Anda akan mendapatkan kekuatan untuk menanggung segala perkara. Jangat takut saat kesulitan datang, tetapi lihatlah kedepan dan jalani dengan penuh antusias, semangat dan kasih.

Orang yang sukses dan gagal sama-sama berjuang, namun yang membedakan mereka adalah seorang sukses tidak menyerah dengan kegagalan.

Dave yang menjadi pendiri jaringan restoran Wendy's ini mengalami masa kecil yang cukup berat. Di usia 5 tahun, ibu angkatnya meninggal dunia. Ia kemudian diasuh oleh nenek angkatnya, Minnie Sinclair hingga ayah angkatnya menikah lagi. Suami nenek angkatnya meninggal beberapa saat kemudian saat bekerja dalam sebuah proyek rel kereta api, dan untuk menyokong kehidupan empat anak, nenek angkatnya harus bekerja ekstra keras. Thomas mengatakan bahwa ia mendapatkan sifat rendah hatinya dari nenek angkatnya tersebut.

Thomas memiliki seorang ayah angkat yang menikah hingga tiga kali sehingga Dave harus mengikutinya dan berpindah-pindah dari satu rumah ke rumah lainnya. Dalam birografinya, "Dave's Way," Thomas berujar bahwa trauma masa kanak-kanak inilah yang memberikannya pelajaran mengenai pelajaran penting dalam berbisnis. Berikut ialah 5 pelajaran yang dapat Anda pelajari dari Dave Thomas untuk meraih keberhasilan bisnis di masa depan:

Pelajaran pertama: Temukan orang yang peduli terhadap Anda dan belajar dari mereka. Orang-orang semacam itu biasa disebut dengan istilah "mentor". Mereka bisa saja seorang anggota keluarga yang paling dekat dengan Anda, seorang tokoh yang Anda anggap sebagai panutan atau orang yang bisa memberikan Anda nasihat sederhana.

Bagi seorang Dave Thomas, Minnie Sinclair merupakan seorang figur yang bisa disebut sebagai panutan dan sumber inspirasi. Minnie di waktu mengasuh Thomas sering menunjukkan bagaimana pentingnya pelayanan dan perlakuan yang baik dan penuh rasa hormat terhadap orang lain.

Pengenalan terhadap nilai-nilai positif ini membuat Dave Thomas muda mengetahui pentingnya peran nilai tersebut dan di masa dewasanya ia terapkan untuk membangun bisnis yang kokoh. Ia melayani setiap pelanggan dengan baik dan memperlakukan mereka seperti ia ingin diperlakukan, yaitu dengan sikap ramah tamah dan hormat.

Pelajaran kedua: Bermimpi lebih awal dan bangun tujuan Anda berdasarkan mimpi itu. Dave Thomas menganjurkan kepada para pemuda untuk menggunakan waktu yang ada untuk bermimpi dan mewujudkannya. Janganlah merasa ragu untuk bermimpi semasa muda karena waktu kita masih relatif lebih banyak.

Pelajaran ketiga: Belajar untuk Mandiri lebih awal. Dave Thomas memulai karir dan dunia kerja dari usia yang sangat muda. Pekerjaannya yang pertama ia dapatkan di usia 12 tahun. Ia bekerja di restoran "The Regas" di Knoxville, Tennessee namun harus mengalami konflik dengan sang majikan. Dave Thomas di usia 15 tahun pindah bersama keluarganya dan bekerja di Fort Wayne, Indiana di sebuah restoran bernama Hobby House Restaurant.

Pelajaran keempat: Buat satu kemajuan setiap hari. Dalam berbisnis, membuat kemajuan kecil yang nyata setiap hari lebih terasa ringan dan berpeluang lebih besar untuk tercapai daripada membuat kemajuan besar dalam waktu yang relatif singkat.

Hal ini Dave Thomas lakukan saat bekerjasama dengan Kentucky Fried Chicken. Kolonel Harland Sanders yang kala itu ingin menemukan restoran yang bersedia menjadi mitra dalam bisnis waralaba KFC-nya tersebut bertemu dengan Dave yang bekerja di Hobby House Restaurant.

Thomas kemudian bekerja keras dan terlibat dalam berbagai proyek KFC. Ia melakukan usaha pengenalan merek pada konsumen dan memberikan saran-saran berharga pada perkembangan waralaba KFC. Di akhir dekade 1960-an, Thomas memutuskan menjual sahamnya di KFC dan memulai bisnis barunya, Wendy's.

Pelajaran kelima: Hargai pendidikan. Salah satu penyesalan paling besar Dave Thomas ialah saat meninggalkan bangku pendidikan. Ia memutuskan untuk keluar sekolah saat usia 15 tahun dan memilih untuk mencurahkan tenaga dan pikiran dalam pekerjaan penuh waktu di restoran Hobby House. Meskipun begitu, ia tetap antusias mendapatkan ijazah sekolah menengah di usia yang tergolong tidak muda lagi, 61 tahun.

Dave Thomas meraih ijazah kesetaraan pendidikan menengahnya setelah lolos dalam ujian General Educational Development di tahun 1993. Thomas melakukan ini karena ia khawatir akan mempengaruhi banyak generasi muda untuk meninggalkan bangku sekolah atau kuliah hanya untuk mengejar impian menjadi entrepreneur. Karena itulah, hargai pendidikan dengan maksimal karena pendidikan (yang sesuai, relevan dan dapat diterapkan) bisa meningkatkan dan mempercepat kemajuan bisnis kita.

Dave Thomas meninggal di Fort Lauderdale, Florida di tahun 2002. Ia meninggal setelah bertahun-tahun harus melawan penderitaan akibat kanker hati. Dave Thomas dimakamkan di Pemakaman Union di Columbus, Ohio. Di akhir hidupnya, Dave Thomas telah berhasil mendirikan 6.000 lebih gerai Wendy's di Amerika Utara.
http://www.kraukk.com/ref/askopgideon
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Kisah Batu Ruby Yang Retak

"Kisah Batu Ruby Yang Retak"

Di sebuah kerajaan, raja memiliki sebuah batu rubi yang sangat indah. Raja sangat menyayangi, mengaguminya, dan berpuas hati karena merasa memiliki sesuatu yang indah dan berharga. Saat permaisuri akan melangsungkan ulang tahunnya, raja ingin memberikan hadiah batu rubi itu kepada istri tercintanya. Tetapi saat batu itu dikeluarkan dari tempat penyimpanan, terjadi kecelakaan sehingga batu itu terjatuh dan tergores retak cukup dalam.

Raja sangat kecewa dan bersedih. Dipanggillah para ahli batu-batu berharga untuk memperbaiki kerusakan tersebut. Beberapa ahli permata telah datang ke kerajaan, tetapi mereka menyatakan tidak sanggup memperbaiki batu berharga tersebut.

"Mohon ampun, Baginda. Goresan retak di batu ini tidak mungkin bisa diperbaiki. Kami tidak sanggup mengembalikannya seperti keadaan semula."

Kemudian sang baginda memutuskan mengadakan sayembara, mengundang seluruh ahli permata di negeri itu yang mungkin waktu itu terlewatkan.

Tidak lama kemudian datanglah ke istana seorang setengah tua berbadan bongkok dan berbaju lusuh, mengaku sebagai ahli permata. Melihat penampilannya yang tidak meyakinkan, para prajurit menertawakan dia dan berusaha mengusirnya. Mendengar keributan, sang raja memerintahkan untuk menghadap.

"Ampun Baginda. Mendengar kesedihan Baginda karena kerusakan batu rubi kesayangan Baginda, perkenankanlah hamba untuk melihat dan mencoba memperbaikinya. "

"Baiklah, niat baikmu aku kabulkan," kata baginda sambil memberikan batu tersebut.

Setelah melihat dengan seksama, sambil menghela napas, si tamu berkata, "Saya tidak bisa mengembalikan batu ini seperti keadaan semula, tetapi bila diperkenankan, saya akan membuat batu rubi retak ini menjadi lebih indah."

Walaupun sang raja meragukan, tetapi karena putus asa tidak ada yang bisa dilakukan lagi dengan batu rubi itu, raja akhirnya setuju. Maka, ahli permata itupun mulai memotong dan menggosok.

Beberapa hari kemudian, dia menghadap raja. Dan ternyata batu permata rubi yang retak telah dia pahat menjadi bunga mawar yang sangat indah. Baginda sangat gembira, "Terima kasih rakyatku. Bunga mawar adalah bunga kesukaan permaisuri, sungguh cocok sebagai hadiah."

Si ahli permata pun pulang dengan gembira. Bukan karena besarnya hadiah yang dia terima, tetapi lebih dari itu. Karena dia telah membuat raja yang dicintainya berbahagia.

Di tangan seorang yang ahli, benda cacat bisa diubah menjadi lebih indah dengan cara menambah nilai lebih yang diciptakannya. Apalagi mengerjakannya dengan penuh ketulusan dan perasaan cinta untuk membahagiakan orang lain.

http://www.kraukk.com/ref/askopgideon
Powered by Telkomsel BlackBerry®