Selasa, 12 Oktober 2010

Meterai Pertama - Kuda Putih

Meterai Pertama - Kuda Putih


Gulungan Kitab mulai dibuka meterai-meterainya

Tibalah saatnya hari ini kita membahas apa yang akan terjadi di saat Tuhan Yesus mulai membuka meterai gulungan kitab itu satu per satu. Kita sudah tahu bahwa gulungan kitab itu adalah surat penjualan tanah bumi kita kepada Iblis, yang sudah ditebus kembali oleh Tuhan Yesus. Apabila gulungan kitab sudah terbuka semuanya, maka sudah saatnya Tuhan Yesus mengklaim bumi yang sudah ditebus-Nya itu.

Tetapi Iblis sangat berharap untuk tinggal terus di bumi ini, karena itu dia sampai sekarang masih berusaha untuk pegang terus bumi ini di dalam genggamannya. Banyak hal yang sebenarnya telah dilakukan oleh Iblis untuk mencegah Yesus lahir ke dunia ini. Di dalam Alkitab, dapat kita lihat bahwa Iblis menggunakan Kain untuk membunuh Habel, membuat Nuh menjadi mabuk, sehingga Ham dikutuk, melalui saudara-saudara Yusuf yang hendak membunuhnya, Israel yang dibujuk untuk menyembah berhala, Herodes yang membunuh semua anak di Betlehem, dsb. Semuanya itu dilakukan agar Tuhan Yesus tidak lahir ke bumi untuk menebus kembali bumi dari tangannya.

Tetapi Tuhan Yesus datang ke bumi ini dan telah menebus tanah ini di Kalvari. Tidak lama lagi, segera tiba saatnya bagi Dia untuk membuka satu per satu meterai yang memeterai surat tanah ini. Haleluya!


Kuda Putih

Kembali ke Wahyu 6, setelah Anak Domba itu mengambil gulungan kitab itu dari tangan kanan Allah Bapa, maka Yohanes melihat Dia membuka yang pertama dari ketujuh meterai itu.


Lalu makhluk yang pertama dari keempat makhluk itu berkata dengan suara bagaikan bunyi guruh: â?oMari!â?


Kemudian Yohanes melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda putih dan orang yang menungganginya memegang sebuah panah dan kepadanya dikaruniakan sebuah mahkota. Lalu ia maju sebagai pemenang untuk merebut kemenangan.


Di dalam Alkitab bahasa Inggris, yang dipegang orang yang menunggangi kuda putih ini bukanlah sebuah panah, melainkan sebuah busur. â?oHe who sat on it had a bow.â? (NKJV Revelation 6:2). Busur yang tidak ada panahnya hanya dapat digunakan untuk menggertak. Hal ini berarti dia akan datang dengan cara membawa damai melalui politik, bukan dengan cara berperang.


Namun, siapakah penunggang kuda putih ini? Di dalam kitab Wahyu 19:11, Kristus juga dikatakan menunggangi kuda putih. Namun penunggang kuda putih di Wahyu 6:2 ini bukanlah Kristus. Penunggang kuda putih di sini bermahkota satu, sedangkan di Kristus di Wahyu 19:12 bermahkota banyak. Senjata penunggang kuda putih di sini adalah sebuah busur, tetapi senjata Kristus adalah sebilah pedang tajam yang keluar dari mulut-Nya (Wahyu 19:15). Maka kita tahu, sebenarnya penunggang kuda putih di sini bukan Kristus. Dan sesungguhnya, dia adalah Antikris, yang menyerupai Kristus, tetapi bukan Dia.


Di dalam Yohanes 5:43, Tuhan Yesus pernah berkata: â?oAku datang dalam nama Bapa-Ku dan kamu tidak menerima Aku; jikalau orang lain datang atas namanya sendiri, kamu akan menerima dia. Orang lain itu adalah Antikris.


Di dalam Kitab Daniel 9:27, dikatakan bahwa: â?oRaja itu akan membuat perjanjian itu menjadi berat bagi banyak orang selama satu kali tujuh masa. Pada pertengahan tujuh masa itu ia akan menghentikan korban sembelihan dan korban santapan; dan di atas sayap kekejian akan datang yang membinasakan, sampai pemusnahan yang telah ditetapkan menimpa yang membinasakan itu.â? Raja itu adalah Antikris.


Antikris dari Eropa akan membuat sebuah perjanjian dengan Israel, yaitu untuk mendukung Israel. Dukungan ini adalah dukungan politik, bukan dengan cara berperang. Akan tetapi di pertengahan tujuh masa, Antikris malah berubah sikap terhadap Israel dan berperang mengalahkan mereka. (Wahyu 13:7)

Baca: Wahyu 6:1-2


Anak Domba itu membuka meterai yang kedua. Majulah seekor kuda lain, seekor kuda merah padam.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar